• Tentang Kami
Saturday, March 7, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home headline

Fakta dan Kronologi Polisi Tembak Remaja di Makassar

Saat Iptu Nasrullah tiba di lokasi untuk membubarkan massa, ia sempat melepaskan satu kali tembakan peringatan ke udara.

Gregorius BramantyobyredaksiandGregorius Bramantyo
March 6, 2026
in headline, Nasional
Reading Time: 2 mins read
A A
0
DPR RI Minta Pemerintah Usut Tuntas Penembakan PMI di Malaysia Lewat Jalur Diplomatik

Ilustrasi penembakan. [pexels/KoolShooters]

0
SHARES
2
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

MAKASSAR, POPULI.ID – Kasus tewasnya seorang remaja berinisial BEP (18) akibat tembakan senjata api milik anggota kepolisian di Makassar tengah menjadi sorotan publik.

Insiden tragis yang terjadi di Jalan Toddopuli ini memicu evaluasi besar-berkala terkait penggunaan senjata api oleh personel kepolisian.

BERITA MENARIK LAINNYA

5 Skandal Oknum Polisi di Awal Tahun 2026, Terbaru Tewaskan Pelajar Tual

Deretan Fakta Oknum Intel Polres Bantul Peras Bos Properti Rp 2,5 Miliar

Berikut adalah deretan fakta dan kronologi lengkap terkait insiden tersebut:

1. Bermula dari Laporan Senjata Mainan

Peristiwa ini terjadi pada Minggu pagi, 1 Maret 2026, sekitar pukul 07.00 WITA di kawasan Jalan Toddopuli Raya, Makassar. Awalnya, Iptu Nasrullah menerima informasi mengenai sekelompok remaja yang sedang bermain senjata mainan berpeluru jelly (senapan omega) yang dianggap meresahkan warga sekitar.

Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana, menjelaskan bahwa aktivitas tersebut mengganggu ketertiban umum. “Ada yang didorong sampai jatuh, ada juga merasa terganggu sampai terluka,” kata Arya.

2. Detik-detik Meletusnya Senjata Api

Saat Iptu Nasrullah tiba di lokasi untuk membubarkan massa, ia sempat melepaskan satu kali tembakan peringatan ke udara. Sebagian besar remaja melarikan diri. Namun korban, Bertrand Eka Prasetyo Radiman, berhasil tertangkap.

Insiden penembakan terjadi saat korban berupaya meronta untuk melepaskan diri dari pegangan petugas. Polisi menyatakan bahwa pistol tersebut tidak sengaja meletus dan mengenai bagian tubuh korban. Kombes Pol Arya Perdana menegaskan adanya unsur kelalaian dalam kejadian ini.

“Memang tidak ada niatan untuk melakukan penembakan, tapi itulah kelalaian yang dilakukan anggota kami,” ujarnya.

3. Iptu Nasrullah Ditetapkan Sebagai Tersangka dan Ditahan

Menanggapi insiden tersebut, pihak kepolisian bergerak cepat dengan menaikkan status perkara ke tahap penyidikan. Iptu Nasrullah, yang menjabat sebagai Kanit Polsek Panakkukang, kini telah ditetapkan sebagai tersangka dan menjalani penahanan di Polrestabes Makassar.

Selain proses pidana umum, Iptu Nasrullah juga dijadwalkan akan menjalani sidang kode etik untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

4. Kesaksian Pilu Ibu Korban

Ibu korban, Desiman Manuhutu, mengungkapkan kesedihannya saat melihat kondisi jenazah anaknya yang mengalami bengkak di bagian wajah serta luka tembak di kepala. Ia sangat menyayangkan penggunaan senjata api untuk menghadapi remaja berusia 18 tahun.

“Anakku bukan teroris, bukan rampok, kenapa sebegitu-gitunya anakku dibikin. Dipiting saja itu anakku sudah tidak berdaya, saya bilang begitu,” ungkap Desiman.

5. Temuan Kompolnas Melalui Rekaman CCTV

Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) turun langsung ke Makassar untuk melakukan investigasi independen. Komisioner Kompolnas, Mohammad Choirul Anam, mengungkapkan adanya rekaman CCTV dengan sudut pandang berbeda yang lebih jelas dibanding video yang beredar di publik.

Berdasarkan analisis rekaman tersebut, Anam menyebut tidak terlihat posisi petugas sedang membidik sasaran secara sengaja.

“Kalau kami lihat nggak ada posisi membidik sasaran. Ngaak ada posisi diarahkan senjata ke korban dari rekaman. Karena kalau bidik, pasti menyasar subjek dan objek tertentu,” jelas Anam.

6. Hasil Autopsi: Tidak Ada Kekerasan Fisik Lain

Berdasarkan hasil pemeriksaan autopsi bersama tim dokter, Kompolnas memastikan bahwa penyebab kematian utama adalah luka tembak senjata api yang menembus tubuh korban.

Anam menegaskan bahwa tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik lain seperti bekas pukulan atau memar pada tubuh Bertrand. Lebam yang sempat dikeluhkan keluarga dijelaskan sebagai perubahan alami kondisi jenazah secara medis (lebam mayat) dan bukan akibat penganiayaan sebelum tewas.

Saat ini, Mabes Polri menyatakan akan terus melakukan evaluasi menyeluruh terhadap prosedur penggunaan senjata api oleh anggotanya di lapangan guna mencegah kejadian serupa terulang kembali. Proses hukum terhadap Iptu Nasrullah dipastikan akan berjalan secara transparan dan objektif demi keadilan bagi keluarga korban.

Tags: Bertrand Eka Prasetyo RadimanIptu NasrullahMakassarpenembakanpolisi

Related Posts

Ilustrasi polisi

5 Skandal Oknum Polisi di Awal Tahun 2026, Terbaru Tewaskan Pelajar Tual

February 24, 2026
Kantor Polres Bantul.

Deretan Fakta Oknum Intel Polres Bantul Peras Bos Properti Rp 2,5 Miliar

February 21, 2026
Ilustrasi polisi terjerat kasus narkotika

Ironi Penegak Hukum: Deretan Perwira Polisi yang Terseret Pusaran Narkotika

February 18, 2026
Ilustrasi gedung KPK

ICW dan Kontras Laporkan 43 Polisi ke KPK karena Diduga Terlibat Pemerasan

December 23, 2025
Ilustrasi polisi.

Polisi Bisa Rangkap Jabatan Sipil, Pakar UGM: Kemunduran Demokrasi

December 23, 2025
Ilustrasi penculikan

Mahasiswa Penyekap Polisi di Semarang Dituntut 2 Bulan 10 Hari

September 24, 2025
Next Post
Snack dari Bolona Bakery sempat disorot karena dalam sajian MBG sudah kedaluwarsa

Dugaan Roti Kedaluwarsa dalam Menu MBG Viral di Media Sosial, Bolona Bakery Beri Klarifikasi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
Berikut 10 SMP unggulan di Bantul yang bisa dijadikan acuan sebelum mendaftar SPBM 2025.

Inilah 7 SMP Unggulan di Bantul yang Paling Diburu Jelang SPMB 2025

June 9, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo.

Penetapan UMK dan UMP DIY 2026 Berpotensi Mundur, Wali Kota Yogyakarta Berharap Ada Kenaikan

December 12, 2025

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.