BELANDA, POPULI.ID – Dunia sepak bola Belanda saat ini tengah diguncang polemik administratif yang melibatkan sejumlah pemain naturalisasi Indonesia, yakni Dean James dan Nathan Tjoe-A-On. Isu yang bermula dari status kewarganegaraan ini berkembang menjadi ancaman serius bagi keberlangsungan karier para pemain di Negeri Kincir Angin.
Berikut adalah deretan fakta dan kronologi mengenai skandal paspor yang merembet hingga ke level internasional:
1. Akar Persoalan: Hilangnya Status Uni Eropa secara Otomatis
Polemik ini berpusat pada sistem hukum Belanda yang menyebutkan bahwa warga negara Belanda yang secara sukarela mengambil kewarganegaraan lain berisiko kehilangan status warga negara Belanda mereka. Pengacara spesialisasi hukum migrasi tenaga kerja Eropa, Pieter Krop, memberikan penjelasan terkait hal ini.
“Ini adalah kesalahpahaman besar. Anda mungkin masih memiliki paspor Belanda, tetapi Anda bukan lagi warga negara Belanda. Dan jika Anda bukan lagi warga negara Belanda, maka Anda juga tidak lagi memiliki izin kerja,” kata Krop dilansir dari media Belanda NOS, Rabu (25/3/2026).
2. Implikasi Finansial: Standar Gaji Minimum Rp 11,7 Miliar
Ketika seorang pemain kehilangan status warga negara Belanda (dan Uni Eropa), mereka otomatis dikategorikan sebagai pemain non-EU. Berdasarkan regulasi Liga Belanda, klub wajib membayar pemain non-EU dengan standar gaji yang jauh lebih tinggi, yakni lebih dari 600 ribu euro atau sekitar Rp 11,7 miliar per tahun. Nilai ini diperkirakan mencapai lima kali lipat dari gaji rata-rata pemain lokal.
3. Kronologi Skandal Paspor di Eredivisie dan Eerste Divisie
Polemik ini mencuat setelah hasil pertandingan yang dianggap merugikan pihak pelapor:
• 13 Maret 2026: Nathan Tjoe-A-On tampil penuh 90 menit dan membantu Willem II menang 3-1 atas TOP Oss.
• 15 Maret 2026: Dean James bermain saat Go Ahead Eagles menghancurkan NAC Breda dengan skor telak 6-0.
• 21 Maret 2026: NAC Breda resmi mengajukan protes ke KNVB karena menganggap Dean James tidak sah bermain tanpa izin kerja.
• 25 Maret 2026: TOP Oss mengikuti langkah NAC dengan melaporkan keabsahan Nathan Tjoe-A-On ke KNVB.
4. Respons KNVB: Pertandingan Tidak Akan Diulang
Meskipun KNVB masih melakukan penyelidikan mendalam, Direktur Eredivisie, Jan de Jong, telah menegaskan posisi dewan liga untuk meredam kekacauan kompetisi.
“Dewan liga berencana menganggap sah semua pertandingan yang telah dimainkan. Oleh karena itu, kami tidak berencana membatalkan pertandingan yang telah dimainkan atau tidak memerintahkan pertandingan tersebut diulang,” ujar De Jong dikutip dari laman BD NL.
Di sisi lain, Manajer Umum Go Ahead Eagles, Jan Willem van Dop, menanggapi protes NAC Breda dengan dingin.
“Semoga berhasil. Saya bahkan tidak akan berdebat dengannya. Dia harus melakukan apa yang dia inginkan,” ujar Van Dop.
5. Efek Domino: Suriname Terkena Dampak
Skandal ini ternyata tidak hanya menghantui pemain Indonesia. Media Belanda, Voetbalprimeur, melaporkan bahwa para pemain Timnas Suriname yang memiliki situasi administratif serupa kini dilanda kecemasan luar biasa. Gangguan ini terjadi di tengah persiapan krusial mereka menghadapi laga play-off Piala Dunia melawan Bolivia.
Pelatih Suriname, Henk ten Cate, mengeluhkan bahwa para pemain kuncinya justru disibukkan dengan urusan dokumen paspor pada hari latihan.
“Bagi Ten Cate, hal ini menyebabkan gangguan yang tidak perlu dalam perburuan tiket Piala Dunia. Meskipun fokus seharusnya sepenuhnya pada pertandingan melawan Bolivia, sejumlah pemain kuncinya sibuk mengurus paspor mereka pada hari Selasa,” tulis Voetbalprimeur.
6. Pengecualian: Maarten Paes Dinyatakan Aman
Di tengah polemik ini, Maarten Paes yang membela AFC Ajax berada di posisi yang aman. Ajax dilaporkan telah mendaftarkan Paes menggunakan paspor Indonesia dan memenuhi seluruh prosedur administratif sejak awal, termasuk ketentuan gaji minimum bagi pemain non-EU. Hal serupa juga terjadi pada Justin Hubner yang tercatat berkebangsaan Indonesia sejak awal bergabung dengan Fortuna Sittard.
Kini, nasib Dean James dan Nathan Tjoe-A-On sepenuhnya berada di tangan penyelidikan jaksa penuntut umum dan KNVB yang menyebut kasus ini sangat rumit. Sementara itu, pemain lain seperti Tim Geypens dilaporkan telah dicoret dari skuad FC Emmen akibat kendala paspor serupa.












