BANTUL, POPULI.ID – Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul merilis tingkat kunjungan wisatawan ke destinasi wisata di wilayahnya selama masa libur lebaran tahun ini mengalami penurunan dibanding dengan tahun sebelumnya.
“Tingkat kunjungan wisata harian pada momen Lebaran tahun lalu rata-rata 18 ribu pengunjung, sedangkan tahun ini rata-rata sebanyak 11.400 pengunjung,” kata Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul Markus Purnomo Adi, Rabu (25/3/2026).
Menurut dia, jika dihitung secara total, angka kunjungan wisata dari semua Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) wisata selama tujuh hari libur dan cuti bersama Lebaran 2026 sebanyak 80.333 orang, sementara selama libur Lebaran 2025, sebanyak sekitar 126.000 orang.
Dia mengatakan, selain karena faktor libur Lebaran 2026 yang lebih pendek dibanding dengan Lebaran 2025, tingkat kunjungan wisata tersebut juga karena faktor kondisi ekonomi di masyarakat.
“Tentunya pemerintah kabupaten juga memperhatikan keluhan pengelola destinasi pantai selatan dan netizen di kanal media sosial terkait besaran retribusi masuk wisata khususnya pantai,” katanya.
Dia mengatakan dari sebanyak 80.333 wisatawan ke Bantul selama momen libur Lebaran, setidaknya telah berkontribusi terhadap pendapatan asli daerah (PAD) di sektor pariwisata sebesar Rp1,162 miliar.
Lebih lanjut, dia merinci data kunjungan wisata ke Bantul selama masa libur Lebaran 2026, dari hari ke hari semakin bertambah, yaitu dimulai pada Rabu (18/3) berjumlah 1.628 orang.
Kemudian secara berturut-turut pada Kamis (19/3) jumlah kunjungan sebanyak 2.810 wisatawan, pada Jumat (20/3) jumlah kunjungan sebanyak 4.392 orang dan pada Sabtu (21/3) tingkat kunjungan sebanyak 9.009 orang.
“Selanjutnya pada Minggu (22/3) data kunjungan sebanyak 18.976 orang, pada Senin (23/3) kunjungan sebanyak 23.442 orang, dan pada Selasa (24/3) jumlah kunjungan sebanyak 20.076 orang,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Bantul Saryadi mengatakan, menghadapi momen libur Lebaran, pihaknya menambah jumlah personel yang difokuskan di TPR, atau loket retribusi masuk wisatawan menuju kawasan pantai selatan.
“Selama libur Lebaran 2026, kami tambah personel bisa dua sampai tiga kali lipat dibanding hari biasa. Selain itu, teman-teman petugas kebersihan pantai juga kami optimalkan,” katanya.












