• Tentang Kami
Thursday, March 26, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home Gunungkidul

Nestapa Penjual Walang Goreng di Gunungkidul saat Lebaran: Pagi-Sampai Sore Hanya Laku 4 Toples

ramainya wisatawan yang berkunjung ke destinasi wisata Gunungkidul nyatanya tak sepadan dengan penghasilan para penjaja oleh-oleh. Hal itu sebagaimana dirasakan penjaja walang goreng di Jalan Jogja-Wonosari

byredaksi
March 26, 2026
in Gunungkidul, headline
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Badarmiyatun (52) penjual walang goreng di jalan Jogja-Wonosari, Gunungkidul, DIY, Kamis (26/3/2026).

Badarmiyatun (52) penjual walang goreng di jalan Jogja-Wonosari, Gunungkidul, DIY, Kamis (26/3/2026). [populi.id/Hadid Pangestu]

0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

GUNUNGKIDUL, POPULI.ID – Sejurus dengan semaraknya libur lebaran, kawasan wisata di Gunungkidul mulai riuh didatangi para pelancong.

Sayangnya keriuhan tersebut nyatanya dirasakan begitu sepi oleh sejumlah pedagang oleh-oleh khas Gunungkidul yakni berupa camilan walang atau belalang goreng.

BERITA MENARIK LAINNYA

Veda Ega Pratama Cetak Sejarah, Pebalap Indonesia Pertama yang Resmi Gabung Lingkaran Elite Red Bull

7 Destinasi Wisata Hits yang Bisa Dikunjungi untuk Habiskan Libur Lebaran di Yogyakarta

Satu di antaranya dirasakan Badarmiyati (52).  Sosok yang selama hampir satu dekade menggantungkan hidupnya dari berjualan walang goreng di pinggir jalan tersebut, saat libur lebaran kali ini tak sempat berkunjung ke sanak saudara.

Usai sholat ied, ia hanya mendatangi rumah tetangga terdekat, setelah itu langsung meninggalkan rumah untuk berjualan.

Di bawah terik matahari Kamis (26/3/2026), Badarmiyati duduk setia di lapaknya yang terletak di kawasan Jalan Jogja-Wonosari. Toples-toples berisi walang goreng berjajar rapi, menawarkan camilan khas yang kerap diburu wisatawan.

Namun tahun ini, ia mengaku penjualannya menurun dibandingkan tahun sebelumnya.

“Tidak seperti tahun lalu, tahun ini nggak terlalu baik,” ujarnya lirih kepada Populi.id.

Menurutnya, ramainya wisatawan tidak selalu berbanding lurus dengan jumlah pembeli. Banyak pengunjung datang menggunakan kendaraan pribadi tanpa berhenti, sementara rombongan bus yang biasanya membawa pembeli dalam jumlah besar belum terlihat.

“Wisatawan memang ramai, tapi banyak yang lewat saja. Bus belum ada, anak-anak pondok juga nggak beli,” katanya.

Persaingan juga semakin terasa. Kini, jumlah penjual walang goreng di sepanjang jalur tersebut kian menjamur. Hampir di setiap titik terdapat lapak serupa, membuat pembeli tersebar dan tidak terpusat.

“Yang jualan sekarang tambah banyak sekali. Di mana-mana ada,” ucapnya, mencoba tetap legawa.

“Ya saya maklum, banyak orang cari rejeki,” imbuhnya.

Meski kondisi tak sebaik dulu, Badarmiyati memilih bertahan dengan prinsipnya. Ia tetap menjual satu wadah walang goreng seharga Rp25 ribu, tanpa menaikkan harga meski biaya bahan baku dan minyak goreng ikut naik.

“Kalau yang lain ambil dari saya bisa dijual lagi lebih mahal, tapi saya nggak tega. Yang penting laku sedikit-sedikit,” tuturnya.

Baginya, berjualan bukan sekadar mencari keuntungan besar, melainkan cara bertahan hidup. Ia mengolah sendiri walang yang dibelinya dari pengepul di wilayah Playen, lalu memasaknya dengan bumbu sederhana, bawang dan racikan pedas manis yang menjadi ciri khasnya.

“Rasanya itu mirip udang, banyak yang penasaran,” katanya sambil tersenyum.

Dalam sehari, ia biasanya hanya menjual satu hingga beberapa toples kepada tiap pembeli.

Jarang ada yang membeli dalam jumlah besar. Berbeda dengan masa lalu, ketika akhir pekan bisa menghasilkan lebih dari 50 toples terjual, kini angka itu sulit tercapai. Bahkan terkadang ia mengaku sehari hanya laku sampai 4 toples dalam sehari.

“Sekarang belum tentu sampai 50. Tapi ya sudah, namanya jualan di pinggir jalan, mengadu nasib,” ungkapnya.

Di tengah persaingan yang kian ketat dan perubahan pola wisatawan, lapak-lapak sederhana seperti milik Badarmiyati tetap bertahan. Mereka bukan sekadar penjual camilan, tetapi bagian dari denyut ekonomi kecil di jalur wisata yang terus bergerak.

Meski penjualan menurun, harapan itu masih ada tersimpan di setiap toples walang goreng yang menunggu pembeli berhenti, sekadar mencicipi, lalu membawa pulang rasa khas dari Gunungkidul.

Di sisi lain, keberadaan oleh-oleh walang goreng masih memiliki tempat tersendiri di hati pembeli. Widyo, seorang pekerja kantor yang ditemui di lokasi, mengaku sengaja membeli camilan tersebut sebagai oleh-oleh untuk rekannya di Jakarta.

“Walang ini kan khas Gunungkidul, di Jogja jarang ada selain di jalan sini. Teman-teman di Jakarta suka,” katanya.

Ia menilai harga Rp25 ribu per wadah masih tergolong wajar dan tidak memberatkan pembeli. Bahkan, ia berharap para penjual tetap mempertahankan harga tersebut. “Menurut saya jangan dinaikkan. Sudah pas, worth it,” ujarnya. (populi.id/Hadid Pangestu)

Tags: BadarmiyatiGunungkidulJalan Jogja-Wonosarioleh-olehwalang gorengwisatawan

Related Posts

pebalap asal Gunungkidul Veda Ega Pratama ukir sejarah dengan masuk dalam jajaran pebalap elite Red Bull

Veda Ega Pratama Cetak Sejarah, Pebalap Indonesia Pertama yang Resmi Gabung Lingkaran Elite Red Bull

March 18, 2026
Destinasi wisata Hutan Pinus Mangunan menjadi satu di antara destinasi wisata hits yang cocok untuk mengisi waktu libur lebaran di Yogyakarta

7 Destinasi Wisata Hits yang Bisa Dikunjungi untuk Habiskan Libur Lebaran di Yogyakarta

March 18, 2026
kawasan wisata On The Rock

WALHI Soroti Dugaan Kerusakan Kawasan Karst Gunungsewu, Desak Pencabutan Izin Wisata On The Rock

March 11, 2026
Ilustrasi penemuan mayat

Lansia Sebatang Kara di Gunungkidul Ditemukan Meninggal Mengenaskan

March 10, 2026
Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih turut mengikuti prosesi Melasti di Pantai Ngobaran, Gunungkidul, Selasa (3/3/2026)

Sambut Nyepi, Umat Hindu DIY Gelar Upacara Melasti di Pantai Ngobaran

March 3, 2026
Pebalap Veda Ega Pratama saat menjalani kualifikasi Moto3

Finis Urutan Kelima di Moto3, Veda Ega Pratama Torehkan Rekor

March 1, 2026
Next Post
Pemain PSS Sleman melakukan selebrasi usai memenangkan laga

Mengulas Peran Vital Tiga Pilar Utama PSS Sleman di Pegadaian Championship

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
Berikut 10 SMP unggulan di Bantul yang bisa dijadikan acuan sebelum mendaftar SPBM 2025.

Inilah 7 SMP Unggulan di Bantul yang Paling Diburu Jelang SPMB 2025

June 9, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo.

Penetapan UMK dan UMP DIY 2026 Berpotensi Mundur, Wali Kota Yogyakarta Berharap Ada Kenaikan

December 12, 2025

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.