• Tentang Kami
Wednesday, May 6, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home Bisnis

Akademisi UGM Minta Pemerintah Jaga Kepercayaan Publik dan Investor di Tengah Anjloknya Rupiah

Menurut Eddy, pelemahan rupiah ternyata juga dapat memberikan berbagai manfaat. Di pasar internasional, produk Indonesia menjadi lebih murah sehingga lebih kompetitif.

byredaksi
May 5, 2026
in Bisnis, headline
Reading Time: 4 mins read
A A
0
Ilustrasi mata uang Rupiah

Ilustrasi mata uang Rupiah. [pexels/Defrino Maasy]

0
SHARES
2
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

SLEMAN, POPULI.ID – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat menembus level di atas Rp17.400 yang memunculkan kekhawatiran di kalangan pelaku pasar.

Penurunan nilai tukar rupiah tersebut dinilai tidak hanya dipengaruhi oleh dinamika global, tetapi juga berkaitan dengan faktor fundamental ekonomi domestik.

BERITA MENARIK LAINNYA

Bupati Gunungkidul Ungkap Alasan Investor Abaikan AMDAL: Lebih Murah Bayar Denda

Rapat RUU Pemilu Dilakukan Tertutup, Akademisi UGM: Rugikan Publik

Sebab, tingkat inflasi yang lebih tinggi membuat nilai rupiah relatif melemah dan terjadi depresiasi rupiah terhadap dolar.

Faktor lainnya seperti jumlah utang luar negeri, cadangan devisa, dan kekuatan industri dalam negeri juga turut mempengaruhi kondisi pelemahan nilai tukar rupiah ini.

Dosen FEB UGM Eddy Junarsin menjelaskan bahwa pelemahan rupiah merupakan hasil dari kombinasi berbagai faktor ekonomi dan nonekonomi.

Secara teknis, salah satu penyebabnya adalah menurunnya surplus neraca perdagangan dibandingkan periode sebelumnya.

Ia menjelaskan bahwa balance of trade Indonesia masih surplus, tetapi nilainya menurun, artinya ekspor tetap lebih besar daripada impor, meski selisihnya semakin kecil.

Di sisi global, kenaikan harga minyak dunia menjadi beban tambahan. Sebagai negara yang mengimpor minyak (net importer), Indonesia harus mengeluarkan biaya lebih besar yang merupakan faktor pendorong pelemahan rupiah.

Di saat yang sama, suku bunga acuan (policy rate) masih relatif tinggi di Amerika Serikat di mana Federal Reserve ragu untuk menurunkannya saat ini, dan ini menyebabkan banyak investor memilih memindahkan dananya karena dirasa menjadi safe haven.

“Arus modal asing di saat seperti ini tentu akan mengalir ke tempat yang lebih aman, dalam konteks pasar keuangan contohnya adalah Amerika Serikat,” kata Eddy, dilansir dari laman UGM, Selasa (5/5/2026).

Menurut Eddy, pelemahan rupiah ternyata juga dapat memberikan berbagai manfaat. Di pasar internasional, produk Indonesia menjadi lebih murah sehingga lebih kompetitif.

Hal itu bisa mendorong ekspor dan membuka lapangan kerja. Selain itu, biaya produksi di dalam negeri menjadi relatif lebih murah bagi investor asing untuk melakukan foreign direct investment (FDI). Namun, tidak semua sektor diuntungkan.

“Industri yang bergantung pada impor, seperti energi, pangan impor, serta mesin dan alat berat, justru akan terdampak karena biaya menjadi lebih mahal,” ungkapnya.

Tekanan terhadap nilai tukar rupiah bagi Eddy masih bersifat jangka pendek. Namun, kondisi ini tetap perlu diantisipasi dengan serius agar tidak berkembang menjadi gejolak yang lebih besar di pasar keuangan.

Eddy menjelaskan bahwa jika tekanan ini tidak dikelola dengan baik, maka dapat memicu destabilizing speculation, yaitu kondisi ketika pelaku pasar bertindak berlebihan karena kepanikan, sehingga justru memperparah pelemahan rupiah itu sendiri.

“Tekanan rupiah saat ini bersifat jangka pendek. Namun jika tidak dikelola dengan baik, akan menyebabkan destabilizing speculation,” ujarnya.

Dalam situasi ini, Bank Indonesia menghadapi dilema kebijakan yang tidak mudah. Di satu sisi, penurunan suku bunga acuan (policy rate) dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan membuka peluang tercapainya lapangan kerja penuh.

Namun, langkah tersebut juga berisiko meningkatkan inflasi karena jumlah uang yang beredar semakin besar. Sebaliknya, jika suku bunga dinaikkan, inflasi dapat lebih terkendali, tetapi pertumbuhan ekonomi berpotensi melambat dan tingkat pengangguran meningkat.

“Kalau terus menurunkan policy rate, pertumbuhan ekonomi diharapkan lebih tinggi, namun bahayanya inflasi dapat melonjak. Sebaliknya, jika menaikkan policy rate, inflasi lebih terkendali, namun pertumbuhan ekonomi terhambat,” jelasnya.

Karena itu, kebijakan moneter perlu dijalankan secara bertahap dan hati-hati, dengan tetap menjaga keseimbangan antara stabilitas harga dan pertumbuhan ekonomi.

Intervensi di pasar valuta asing juga dinilai perlu dilakukan secara terbatas (strelized). “Jika dilakukan terlalu agresif untuk menahan pelemahan rupiah, justru dapat menimbulkan dampak jangka panjang yang merugikan, seperti tergerusnya cadangan devisa dan menurunnya kepercayaan pasar,” katanya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Bank Indonesia tidak dapat bekerja sendiri dalam menjaga stabilitas ekonomi. Dukungan kebijakan fiskal dari pemerintah menjadi faktor penting, terutama dalam menjaga keseimbangan anggaran, memberikan insentif yang tepat bagi dunia usaha, serta mengelola utang negara secara efisien.

Kepercayaan Publik dan Investor

Di tengah kondisi pelemahan nilai tukar rupiah, Eddy menyarankan investor individu perlu lebih berhati-hati dalam menentukan strategi investasi. Instrumen pendapatan tetap jangka panjang dinilai kurang menguntungkan dalam situasi nilai tukar yang berfluktuasi. Meskipun menawarkan imbal hasil (return) yang terlihat menarik, pelemahan rupiah dapat mengurangi keuntungan riil yang diperoleh.

Sebaliknya, saham di sektor yang bersifat defensif dinilai lebih tahan terhadap tekanan ekonomi. Selain itu, aset digital seperti kripto mulai menunjukkan tren peningkatan minat, meskipun tetap memiliki risiko yang tinggi dan perlu disikapi dengan bijak.

Karena itu, diversifikasi investasi juga menjadi strategi penting dalam mengelola risiko. Dengan menyebar investasi ke berbagai jenis aset, termasuk aset global, investor dapat memperbaiki keseimbangan antara risiko dan imbal hasil.

“Strategi ini menjadi semakin relevan di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih berlangsung,” terangnya.

Di sisi lain, risiko terhadap perekonomian nasional perlu disikapi secara serius oleh seluruh pemangku kebijakan. Pemerintah diharapkan mampu mengkomunikasikan kebijakan secara jelas dan konsisten untuk menjaga kepercayaan publik dan investor. Selain itu, kepastian hukum, keadilan, serta stabilitas politik dan keamanan juga menjadi faktor penting dalam menciptakan iklim ekonomi yang kondusif.

“Pemerintah perlu mengkomunikasikan berbagai kebijakan dengan baik. Kepastian dan keadilan hukum perlu dijaga dan ditunjukkan. Kebebasan berinovasi dan insentif berusaha perlu ditingkatkan,” pungkasnya.

Tags: depresiasiEddy JunarsinInvestorkepercayaan publiknilai tukar Rupiahpasar keuanganUGM

Related Posts

Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih memaparkan masalah yang ada di wilayahnya dalam kegiatan Rakordal DIY, Kamis (30/4/2026)

Bupati Gunungkidul Ungkap Alasan Investor Abaikan AMDAL: Lebih Murah Bayar Denda

May 1, 2026
Ilustrasi pemilu.

Rapat RUU Pemilu Dilakukan Tertutup, Akademisi UGM: Rugikan Publik

April 28, 2026
Jumpa Pers kasus pencurian demung slendro di gedung Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada (UGM), Selasa (28/4/2026).

Residivis Curi 7 Bilah Demung Slendro di FIB UGM, Dijual ke Rosok Rp1,8 Juta

April 28, 2026
Petugas melakukan olah tempat kejadian perkara hilangnya 7 bilah gamelan di Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Gadjah Mada (UGM).

7 Bilah Gamelan Hilang di FIB UGM, Polisi Selidiki Pelaku Pencurian

April 17, 2026
Tangkapan layar mantan wapres Jusuf Kalla saat ceramah di Masjid Kampus UGM yang belakangan dituding melakukan penistaan agama

Fakta dan Kronologi Polemik ‘Mati Syahid’ Jusuf Kalla: Dari Mimbar UGM ke Jalur Hukum

April 14, 2026
Ilustrasi Aparatur Sipil Negara atau ASN

Akademisi UGM Sebut Kebijakan WFH untuk ASN Berpotensi Kurangi Produktivitas

April 11, 2026
Next Post
Garis polisi terpasang di pagar Daycare Little Aresha, Kelurahan Sorosutan, Kemantren Umbulharjo, Kota Yogyakarta, usai digerebek jajaran Polresta Yogyakarta, Sabtu (25/4/2026).

Polisi Tetapkan Pemilik Yayasan Little Aresha Sebagai Tersangka

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
Berikut 10 SMP unggulan di Bantul yang bisa dijadikan acuan sebelum mendaftar SPBM 2025.

Inilah 7 SMP Unggulan di Bantul yang Paling Diburu Jelang SPMB 2025

June 9, 2025
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo.

Penetapan UMK dan UMP DIY 2026 Berpotensi Mundur, Wali Kota Yogyakarta Berharap Ada Kenaikan

December 12, 2025

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.