YOGYAKARTA, POPULI.ID – Sastrawan sekaligus sosiolog Okky Madasari melontarkan kritik tajam terkait kondisi demokrasi Indonesia. Ia menilai bahwa cita-cita reformasi kini telah kandas akibat bangkitnya kembali praktik militerisme dalam berbagai ranah kehidupan sipil.
Dalam pemaparannya di acara diskusi “Terus Terang Goes to Campus” di Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, Okky menyoroti sedikitnya lima area strategis yang kini mulai didominasi oleh pengaruh militer, mulai dari struktur pemerintahan hingga sektor pendidikan dan kebudayaan.
Okky memberikan contoh nyata dalam politik pemerintahan dengan pengangkatan Letnan Kolonel Teddy Indra Wijaya sebagai Sekretaris Kabinet (Seskab). Menurutnya, hal ini menunjukkan adanya pengabaian terhadap batas-batas antara ranah militer dan sipil.
“Ketika kita melihat Seskab Teddy yang mungkin begitu lembut, kita lupa bahwa dia adalah seorang tentara aktif dan dia merupakan contoh nyata bagaimana ada militerisme di dalam politik pemerintahan kita,” ujar Okky dikutip dari kanal YouTube Mahfud MD Official, Sabtu (23/5/2026).
Selain itu, ia menyoroti fenomena pemberian pelatihan bergaya militer bagi kepala daerah dan anggota kabinet di Magelang yang menggunakan atribut loreng.
“Ada pendisiplinan dan penyeragaman cara berpikir dalam cara mengelola negara. Jadi semuanya ingin diajari cara-cara militer,” katanya.
Di sektor ekonomi, ia menyoroti banyaknya purnawirawan militer yang kini menduduki posisi strategis sebagai komisaris maupun eksekutif di Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Ia menilai keterlibatan ini telah merambah ke sektor-sektor ekonomi strategis lainnya.
Kekhawatiran Okky juga mencakup keterlibatan militer dalam pengelolaan pangan dan lingkungan, seperti keterlibatan tentara dalam penanaman komoditas pertanian hingga program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia mengkhawatirkan kehadiran militer di ranah ini justru akan memperburuk konflik agraria di masyarakat.
Okky menilai visi pendidikan nasional kini mulai berkiblat pada gaya asrama militer, seperti model SMA Taruna Nusantara, yang tercermin dalam program Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda.
“Ketika militerisme masuk dalam area lingkungan, maka konflik-konflik agraria akan semakin merepresi rakyat karena tentu saja militer akan berpihak pada pemodal,” ungkapnya.
Di sektor pendidikan, Okky mengkritik adanya kebijakan pelatihan fisik dan mental bagi penerima beasiswa LPDP oleh militer.
“Siap-siap ya nanti semua yang dapat beasiswa LPDP akan dilatih baris berbaris oleh tentara, akan dilatih untuk menulis paper oleh tentara, akan dilatih untuk berpikir bersikap oleh tentara, dan itu didukung langsung oleh Kementerian Pendidikan Tinggi,” lontarnya.
Okky juga menyoroti sektor kebudayaan dan narasi sejarah yang dianggapnya mulai diselewengkan. Ia mengkritik upaya memosisikan tokoh masa lalu yang seharusnya diadili menjadi pahlawan, serta dugaan penghapusan fakta-fakta sejarah kelam, termasuk tragedi pemerkosaan pada Mei 1998.
Berdasarkan fakta-fakta tersebut, Okky menyimpulkan bahwa supremasi sipil yang menjadi ruh reformasi kini telah melemah.
“Reformasi bagaimana saya mengatakan sudah mati karena saya percaya bahwa salah satu agenda utama reformasi adalah penegakan supremasi sipil sementara yang kita lihat sekarang adalah penegakan militerisme,” pungkasnya.











![Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]](https://populi.id/wp-content/uploads/2026/02/smp-negeri-4-pakem-120x86.png)