SLEMAN, POPULI.ID – Kebakaran yang berulang kali terjadi di sebuah tempat pemotongan ayam di wilayah Kasuran, Mriyan, Margomulyo, Seyegan, Sleman, diduga dipicu oleh kebocoran gas metana dari septic tank yang berada di lokasi tersebut.
Kasi Humas Polresta Sleman Iptu Argo Anggoro mengatakan, laporan kebakaran diterima Polsek Seyegan pada Minggu (24/5/2026) sekitar pukul 01.00 WIB.
Lokasi kejadian diketahui merupakan rumah pemotongan ayam milik AYM (60), warga Mriyan X, Margomulyo, Seyegan.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, kebakaran telah terjadi beberapa kali dalam dua hari terakhir. Pada Jumat (22/5/2026), api membakar bagian pintu kamar mandi dan sebuah handuk.
Kemudian pada Sabtu (23/5/2026), kebakaran kembali terjadi dan menghanguskan kursi ruang tamu, sebagian kasur kamar, serta kain yang berada di kamar mandi.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Kapolsek Seyegan AKP Pujiono bersama anggota piket fungsi, Tim Identifikasi Polresta Sleman, dan Tim Gegana Polda DIY langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan penyelidikan di lokasi.
Argo menjelaskan, hasil pemeriksaan Tim Gegana Polda DIY menunjukkan kebakaran dipicu oleh kebocoran gas metana dari septic tank yang sistem pembuangan gasnya tidak memenuhi standar keselamatan.
“Berdasarkan hasil pemeriksaan Tim Gegana Polda DIY, kebakaran dipicu adanya kebocoran gas metana dari septic tank yang saluran pembuangan gasnya tidak sesuai standar, sehingga gas masuk ke dalam rumah dan memicu kebakaran,” ujar Argo, Minggu (24/5/2026).
Ia menambahkan, septic tank tersebut digunakan untuk menampung limbah rumah tangga sekaligus limbah dari aktivitas pemotongan ayam.
Tim Gegana kemudian merekomendasikan agar septic tank segera dibongkar dan dilakukan penggantian pipa pembuangan gas sesuai standar keamanan.
“Tim Gegana menyarankan agar septic tank segera dibongkar dan dilakukan penggantian pipa pembuangan sesuai standar keamanan, mengingat septic tank tersebut digunakan untuk limbah rumah tangga sekaligus limbah pemotongan ayam,” katanya.
Setelah dilakukan pemeriksaan lanjutan hingga pukul 12.00 WIB, petugas memastikan tidak ditemukan lagi kebocoran gas metana di lokasi kejadian.
Polresta Sleman pun menghimbau masyarakat untuk memastikan instalasi septic tank dan saluran pembuangan gas dibangun sesuai standar keselamatan guna mencegah risiko kebakaran maupun ledakan.
“Kami menghimbau masyarakat agar lebih memperhatikan standar keamanan instalasi septic tank dan saluran pembuangan gas guna mencegah terjadinya kebakaran maupun ledakan yang dapat membahayakan keselamatan jiwa dan harta benda,” tutup Argo. (populi.id/Hadid Pangestu)











![Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]](https://populi.id/wp-content/uploads/2026/02/smp-negeri-4-pakem-120x86.png)