YOGYAKARTA, POPULI.ID – Jajaran Polresta Yogyakarta masih memburu sejumlah pelaku yang terlibat dalam pembacokan hingga menewaskan seorang pelajar berinisial AA (17) di Jalan Yos Sudarso, Kotabaru, Kota Yogyakarta. Total ada empat orang yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Polresta Yogyakarta.
Dari empat DPO itu, tiga orang merupakan pelaku yang terlibat dalam aksi keji tersebut. Sedangkan satu orang DPO berinisial SR diduga menjadi otak kaburnya para pelaku.
Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta, AKP Riski Adrian, menyampaikan berdasarkan keterangan dari tiga pelaku yang sudah ditangkap. SR lah yang memberikan fasilitas kepada tiga tersangka untuk kabur ke Kecamatan Cilacap Selatan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.
“Yang bersangkutan (SR) ini menyiapkan rumah di sana (untuk sembunyi). Karena yang kenal pemilik rumah dan turut membantu menyembunyikan pelaku adalah satu orang itu. Saat ini masih kami buron. Akan kami butu sehingga kasus ini bisa terang benderang sampai ke akar-akarnya,” jelas Adrian.
Dengan demikian, ada empat orang yang kini sedang diburu polisi. Andrian menyebut pihaknya sudah mengantongi ciri-ciri, identitas, dan alamat dari empat pelaku yang sedang diburu tersebut. Termasuk orang yang membantu para pelaku melarikan diri.
Lebih lanjut, Adrian menuturkan bahwa tiga tersangka yang sudah ditangkap tidak mengetahui atau mengenal kelompok geng yang ada di Cilacap. Sebab, SR lah yang menjadi penghubung dan menyewakan mobil serta mengantar para pelaku bersembunyi di rumah sarang gangster tersebut.
“Mungkin nanti kalau kami sudah melakukan penangkapan atau yang bersangkutan menyerahkan diri, baru bisa digali hubungan yang bersangkutan dengan kelompok di Cilacap,” ujarnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, polisi berhasil mengamankan tiga pelaku penganiayaan yang menewaskan korban pelajar di depan SMAN 3 Yogyakarta. Tiga pelaku tersebut diamankan di sebuah rumah daerah Kabupaten Cilacap yang menjadi tempat berkumpulnya anggota geng-geng motor dari berbagai daerah.
Tiga pelaku yang sudah diamankan itu adalah L alias Lupek (18), warga Gondokusuman. Dia berperan sebagai fighter atau eksekutor yang melakukan kekerasan langsung kepada korban menggunakan senjata tajam celurit. Sehingga korban mengalami luka fatal di bagian dada.
Tersangka kedua berinsial MY alias Ucup (18), warga Mlati, Kabupaten Sleman, berperan sebagai fighter yang siap menyerang korban tetapi langsung kabur karena dihadang warga. Saat kejadian, dia membonceng sepeda motor matic yang dikendarai FRL (masih DPO).
Terakhir tersangka yang berhasil diamankan adalah seorang anak berkonflik dengan hukum atau di bawah umur berinisial F (17), yang berperan sebagai joki sepeda motor. Tiga tersangka itu merupakan anggota geng Vozter. (populi.id/Dewi Rukmini)












![Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]](https://populi.id/wp-content/uploads/2026/02/smp-negeri-4-pakem-120x86.png)