BANTUL, POPULI.ID – Kabupaten Bantul mencatatkan rentetan insiden intoleransi beragama, konflik pendirian rumah ibadah, hingga diskriminasi sosial yang berulang dalam satu dekade terakhir.
Peristiwa terbaru berupa pembubaran paksa ibadah jemaat Gereja Misi Sejahtera (GMS) di Sewon pada Minggu (24/5/2026) memperpanjang daftar tantangan terhadap harmoni sosial dan kebebasan beragama di wilayah tersebut.
Berikut adalah deretan fakta dan kasus yang mencatat adanya ganjalan dalam kerukunan umat beragama di Bantul:
1. Pembubaran Ibadah GMS di Sewon (Mei 2026)
Insiden terbaru menimpa jemaat Gereja Misi Sejahtera (GMS) di Padukuhan Glugo, Kalurahan Panggungharjo, Sewon. Sekitar 25 orang dari Laskar Forum Jihad Islam (FJI) mendatangi lokasi pada Minggu (24/5/2026) pagi dan mendesak ibadah dibubarkan dengan alasan belum memiliki izin resmi dan adanya penolakan warga. Staf Khusus Menteri Agama, Gugun Gumilar, mengecam aksi ini dan meminta kepolisian bertindak tegas.
2. Pencabutan IMB Gereja Pantekosta Sedayu (2019)
Pemerintah Kabupaten Bantul pernah mencabut Izin Mendirikan Bangunan (IMB) GPdI Immanuel Sedayu pada Juli 2019, meski izin tersebut baru diterbitkan pada Januari di tahun yang sama. Bupati Bantul saat itu, Suharsono, beralasan bangunan tersebut tidak memenuhi syarat karena menyatu dengan rumah tinggal.
3. Penolakan Warga Katolik Menetap di Pleret (2019)
Seorang pelukis bernama Slamet Jumiarto mengalami penolakan saat akan mengontrak rumah di Dusun Karet, Pleret, hanya karena ia beragama Katolik. Penolakan ini didasari aturan lokal tahun 2015 yang melarang warga non-Muslim tinggal di wilayah tersebut. Aturan ini akhirnya dicabut setelah melalui mediasi ketat.
4. Penghentian Upacara Piodalan di Mangir (2019)
Upacara Piodalan (ritual Hindu-Budha) di Mangir, Sendangsari, Pajangan pernah dihentikan warga pada November 2019 karena masalah miskomunikasi terkait izin kegiatan yang melibatkan banyak orang dari luar daerah. Insiden ini dipicu oleh miskomunikasi warga yang menganggap sanggar pamujan (tempat doa keluarga) milik seorang warga sebagai pura yang membutuhkan izin resmi.
Pihak pemerintah desa akhirnya mengklarifikasi bahwa tidak ada masalah agama yang tersisa dan insiden tersebut murni karena kesalahpahaman prosedur administratif.
5. Penolakan Baksos Gereja Santo Paulus Pringgolayan (2018)
Pada Januari 2018, acara bakti sosial berupa pembagian sembako dan pemeriksaan kesehatan gratis yang digelar oleh Gereja Katolik Santo Paulus Pringgolayan di Banguntapan terpaksa dibatalkan. Pembatalan ini terjadi setelah adanya keberatan dan aksi dari ormas FJI. Mereka menyatakan dalam mediasi bahwa pihaknya tidak menolak baksos, namun membatasi keterlibatan warga tertentu.
6. Penolakan Camat Katolik di Pajangan (2017)
Pelantikan Yulius Suharta sebagai Camat Pajangan pada akhir 2016 memicu aksi protes dari sejumlah warga yang menolak dipimpin oleh seorang non-Muslim. Penolakan ini bahkan mendapat dukungan dari enam fraksi di DPRD Bantul. Perwakilan warga menyatakan bahwa penunjukan tersebut “tidak sesuai dengan psikologis masyarakat” yang mayoritas Muslim. Yulius Suharta akhirnya dipindah tugas menjadi Camat Bambanglipuro dalam pelantikan pada Maret 2018.
7. Perusakan Kompleks Gua Maria Semanggi (2016)
Kompleks Gua Maria Semanggi di Bangunjiwo, Kasihan, menjadi sasaran perusakan oleh sekelompok orang tidak dikenal pada Juni 2016. Kerusakan terlihat pada anak tangga batu yang pecah dan kaki patung Bunda Maria yang retak, diduga akibat benturan benda tajam atau bekas roda sepeda motor trail yang naik hingga ke area tangga. Pengelola kompleks mengaku terkejut melihat kerusakan tersebut pada Senin pagi setelah kejadian yang diduga berlangsung Minggu malam.
8. Upaya Pembakaran Gereja Baptis Indonesia Saman (2015)
Pada Juli 2015, terjadi upaya pembakaran di depan pintu Gereja Baptis Indonesia (GBI) Saman, Sewon, oleh tiga orang tidak dikenal. Beruntung, api yang membakar ban bekas di depan pintu gereja berhasil dipadamkan oleh warga sekitar yang mayoritas Muslim sebelum merembet ke seluruh bangunan. Polisi hingga sepekan setelah kejadian masih belum bisa menetapkan tersangka meskipun telah memeriksa sejumlah saksi.

![Cuplikan aksi pembubaran paksa ibadah jemaat GMS di Sewon, Bantul, Minggu (24/5/2026). [Dok Instagram davidherson_official]](https://populi.id/wp-content/uploads/2026/05/aksi-pembubaran-paksa-jemaat-GMS-di-Sewon-120x86.png)







![Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]](https://populi.id/wp-content/uploads/2026/02/smp-negeri-4-pakem-120x86.png)