POPULI.ID – Persiapan Timnas Indonesia menjelang gelaran Piala AFF 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 24 Juli hingga 26 Agustus 2026 memasuki tahap krusial. Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, kini tengah memimpin langsung pemusatan latihan atau training camp (TC) tahap pertama di Bali yang dimulai sejak 5 hingga 11 Juli 2026 guna menyaring talenta terbaik untuk mengisi skuad final.
Dalam persiapan ini, John Herdman menerapkan standar seleksi yang sangat tinggi. Berdasarkan keterangan Ketua Badan Tim Nasional (BTN), Sumardji, tim pelatih awalnya mendaftarkan sekitar 55 nama pemain, yang kini telah mengerucut menjadi 46 pemain dalam daftar wider squad. Nantinya, melalui proses seleksi di Bali ini, jumlah tersebut akan dipangkas kembali hingga tersisa 23 sampai 26 pemain yang akan didaftarkan secara resmi untuk turnamen.
Sejauh ini, Persija Jakarta tercatat sebagai klub penyumbang pemain terbanyak dengan melepas enam pilar utamanya, yakni Rizky Ridho, Jordi Amat, Rayhan Hannan, Dony Tri Pamungkas, Shayne Pattynama, dan Mauro Zijlstra. Selain itu, sejumlah nama langganan seperti Arkhan Fikri (Arema FC), Nadeo Argawinata (Borneo FC), dan Rizky Eka Pratama (PSM Makassar) juga dipastikan ikut memperebutkan tempat di skuad inti.
Pengamat sepak bola nasional, Ronny Pangemanan atau Bung Ropan, menyoroti ketegasan John Herdman dalam memilih pemain. Menurutnya, Herdman tidak ingin sekadar berpartisipasi, melainkan mengincar trofi juara setelah Indonesia enam kali hanya puas menjadi runner-up.
“John Herdman sudah mengatakan hanya yang terbaik kualitas pemain yang dia akan pakai dari sejumlah pemain yang ada. Mau 55 mengerucut turun ke bawah, tidak masalah, karena nanti akan disaring dan dilihat,” ujar Bung Ropan di kanal YouTube pribadinya, dikutip Senin (6/7/2026).
Lebih lanjut, Bung Ropan menilai bahwa kehadiran pemain diaspora yang kini merumput di kompetisi domestik seperti Sandy Walsh dan Ragnar Oratmangoen Bersama Persib Bandung memberikan keuntungan besar bagi kedalaman skuad. Ia meyakini kualitas kedua pemain tersebut sudah teruji di level internasional sehingga mereka kemungkinan besar tidak perlu melalui proses seleksi yang meragukan.
“Kalau mereka berdua berada dalam skuad, saya yakin kita bisa juara karena sudah ada gabungan dengan Thom Haye dengan Eliano Reijnders, Shayne Pattynama, Jordi Amat, semua jadi satu,” katanya.
Meski skuad saat ini terlihat kuat, Indonesia diprediksi tidak akan diperkuat sejumlah pilar utama yang bermain di Eropa seperti Jay Idzes, Calvin Verdonk, dan Kevin Diks. Hal ini dikarenakan Piala AFF tidak masuk dalam kalender resmi FIFA, sehingga klub-klub Eropa lebih memilih untuk menahan pemain mereka demi persiapan pramusim liga masing-masing.
Di sisi lain, publik juga menantikan kepastian bergabungnya dua pemain muda yang tengah menjalani proses naturalisasi, Luke Vickery dan Mitchell Baker. Bung Ropan mencatat bahwa status keduanya kini telah disetujui oleh DPR RI dan tinggal menunggu Keputusan Presiden (Keppres) serta pengambilan sumpah WNI.
“Sekarang tinggal menunggu mungkin presiden sudah teken Keppres, sebentar lagi ambil sumpah. Setelah ambil sumpah dan pengurusan ahli federasi, baru mereka bisa layak tampil,” jelasnya.
Indonesia sendiri tergabung di Grup A bersama Kamboja, Timor Leste, Singapura, dan juara bertahan Vietnam. Dengan seleksi ketat di Bali dan amunisi pemain yang ada, Bung Ropan menekankan pentingnya menjadi juara grup untuk memuluskan jalan menuju final dan mengakhiri penantian panjang trofi Piala AFF bagi publik sepak bola tanah air.
“Saya pikir kita harus juara grup. Entah siapapun yang akan lawan kita, mau Malaysia atau Thailand, tidak peduli bahwa yang penting kita harus bisa menuju ke final dan sesuai dengan target,” tandasnya.








![Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]](https://populi.id/wp-content/uploads/2026/02/smp-negeri-4-pakem-120x86.png)



