JAKARTA, POPULI.ID – Isu naturalisasi pemain keturunan untuk memperkuat Timnas Indonesia kembali menjadi perbincangan hangat di kalangan pencinta sepak bola tanah air. Kali ini, sorotan tajam mengarah kepada Laurin Ulrich, gelandang muda berbakat yang saat ini berkarier di Jerman bersama VfB Stuttgart dan tengah dipinjamkan ke FC Magdeburg.
Kabar mengenai potensi bergabungnya Ulrich ke skuad Garuda pertama kali mencuat melalui unggahan Staf Khusus Menteri Hukum RI, Noor Korompot, di akun Instagram pribadinya, @noorkorompotalks. Dalam unggahan tersebut, Noor Korompot secara khusus menyebut Ulrich sebagai salah satu talenta yang masuk dalam radar naturalisasi untuk tahun 2026.
“Nama Laurin Ulrich adalah pemain muda berbakat, yang digadang-gadang jadi pemain naturalisasi untuk Timnas Indonesia di 2026 ini,” tulis Noor Korompot.
Noor Korompot cukup tahu banyak tentang informasi naturalisasi Timnas Indonesia karena perpindahan kewarganegaraan harus melalui Kementerian Hukum (Kemenkum) RI. Dia pula yang mengabarkan bahwa setelah Luke Vickery dan Mitchell Baker, Timnas Indonesia bakal menaturalisasi dua pemain keturunan lagi.
Dua pemain diaspora itu disebut satu berasal dari Jerman dan satu dari Belanda. Ulrich memenuhi kriteria itu karena lahir di Jerman.
“Laurin itu memiliki garis keturunan Indonesia dari kakeknya asal Surabaya, Jawa Timur. Saat ini Laurin aktif sebagai gelandang di klub FC Magdeburg,” ungkap Noor Korompot.
Profil dan Garis Keturunan Surabaya
Laurin Ulrich lahir di Heidenheim, Jerman, pada 31 Januari 2005. Meski besar dan berkembang dalam sistem sepak bola Jerman, pemain berusia 21 tahun ini memiliki keterikatan batin yang kuat dengan Indonesia melalui garis keturunan sang kakek yang berasal dari Surabaya, Jawa Timur. Faktor keturunan ini menjadikannya memenuhi syarat administratif untuk menjalani proses perpindahan kewarganegaraan guna membela Timnas Indonesia.
Sebagai produk asli akademi VfB Stuttgart, Ulrich dikenal sebagai salah satu talenta terbaik Jerman di generasinya. Stuttgart bahkan dikabarkan sempat berupaya keras mempertahankan sang pemain ketika beberapa klub besar Jerman mulai melirik bakatnya di usia muda.
Reputasinya pun semakin mentereng setelah sempat dipercaya mengenakan ban kapten saat memperkuat Timnas Jerman U-17, serta mencatatkan penampilan di berbagai level umur mulai dari U-16 hingga U-20.
Performa Menjanjikan di Liga Jerman
Catatan performa Laurin Ulrich di lapangan menunjukkan konsistensi yang luar biasa sebagai pemain muda. Selama musim 2025/2026, ia dipinjamkan ke FC Magdeburg untuk berkompetisi di 2.Bundesliga atau kasta kedua Liga Jerman demi mendapatkan menit bermain yang lebih kompetitif.
Sepanjang musim tersebut, Ulrich tercatat tampil dalam 33 pertandingan di liga serta tiga laga di ajang DFB-Pokal, yang membuktikan bahwa ia bukan sekadar pemain pelengkap di skuadnya. Dari total penampilannya, ia berhasil membukukan tiga gol dan tiga assist dengan total menit bermain melampaui angka 2.600 menit.
Performa impresifnya ini juga tercermin dari rating rata-rata permainan yang konsisten di atas 7,0, menjadikannya salah satu gelandang kreatif dengan visi bermain di atas rata-rata serta kemampuan dribel yang baik dalam membongkar pertahanan lawan.
Dengan nilai pasar yang mencapai 3,5 juta euro atau sekitar Rp65 miliar menurut data Transfermarkt, Ulrich diprediksi akan menjadi aset jangka panjang jika berhasil dinaturalisasi. Gaya mainnya yang fleksibel sebagai gelandang tengah, gelandang serang, maupun box-to-box disebut-sebut menjadikannya sosok ideal untuk menjadi penerus atau tandem Thom Haye di lini tengah Timnas Indonesia.








![Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]](https://populi.id/wp-content/uploads/2026/02/smp-negeri-4-pakem-120x86.png)



