• Tentang Kami
Monday, July 27, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home News Nasional

Wamendikdasmen Ungkap Faktor Musabab SD di DIY Kekurangan Murid

Fajar Riza Ul Haq menyoroti fenomena berkurangnya jumlah peserta didik di sejumlah sekolah dasar (SD) negeri di DIY

byredaksi
July 27, 2026
in Nasional
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq. (Istimewa)

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq. (Istimewa)

0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

BANTUL, POPULI.ID – Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq menyoroti fenomena berkurangnya jumlah peserta didik di sejumlah sekolah dasar (SD) negeri di DIY, termasuk di Kota Yogyakarta dan Kabupaten Sleman.

Menurutnya, kondisi tersebut tidak hanya terjadi di DIY, tetapi juga dialami berbagai daerah di Indonesia.

BERITA MENARIK LAINNYA

354 Calon Jemaah Haji Kloter Pertama Asal DIY Mulai Diberangkatkan dari Embarkasi YIA

Wilayah Selatan DIY Berpotensi Terjadi Gempa Besar, BMKG: Perlu Penguatan Sistem Peringatan Dini

Hal itu disampaikan Fajar Riza Ul Haq pada Jumat (24/7/2026). Ia menjelaskan, penurunan jumlah murid dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya perubahan demografi yang menyebabkan jumlah anak usia SD terus menurun.

“Memang jumlah usia anak di SD semakin menurun karena faktor demografi,” ujarnya.

Selain faktor demografi, Fajar menyebut adanya perubahan preferensi orang tua dalam memilih sekolah bagi anak-anak mereka. Saat ini, banyak orang tua lebih memilih menyekolahkan anak ke sekolah swasta yang dinilai memiliki kualitas pendidikan lebih baik, meski harus membayar biaya pendidikan.

Di sisi lain, sekolah berbasis keagamaan juga semakin diminati. Menurutnya, banyak orang tua meyakini pendidikan keagamaan dapat menjadi bekal untuk menghadapi persoalan kenakalan remaja.

“Ada tren orang tua memasukkan anak ke sekolah-sekolah keagamaan, termasuk pesantren. Mereka merasa itu menjadi salah satu cara menghadapi persoalan kenakalan remaja. Karena itu, jumlah siswa di pesantren berbasis boarding juga meningkat,” katanya.

Menghadapi kondisi tersebut, Fajar menilai pemerintah daerah dapat mengambil langkah regrouping atau penggabungan sekolah.

Menurutnya, kebijakan tersebut akan membuat penyelenggaraan pendidikan menjadi lebih efektif dibanding mempertahankan sekolah dengan jumlah siswa yang sangat sedikit.

“Beberapa daerah sudah memiliki inisiatif melakukan merger sekolah atau regrouping. Saya kira itu lebih sehat, karena beban operasional sekolah dengan lima murid dan 50 murid pada dasarnya hampir sama,” jelasnya.

Ia menambahkan, regrouping juga dapat mendukung redistribusi guru sehingga pemerataan tenaga pendidik di berbagai sekolah menjadi lebih baik.

Dalam kesempatan yang sama, Fajar turut menanggapi viralnya video seorang anak yang memberikan uang kepada gurunya karena mengetahui gaji sang guru sangat kecil.

Ia mengatakan pemerintah melalui Presiden telah menginstruksikan percepatan pelaksanaan Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) agar kesejahteraan guru meningkat.

“Tahun lalu ada lebih dari 800 ribu guru mengikuti PPG. Konsekuensinya, tidak akan ada lagi guru yang bergaji Rp200 ribu atau Rp300 ribu. Setelah mengikuti PPG, mereka akan menerima tunjangan profesi guru sebesar Rp2 juta per bulan, di luar kemungkinan tambahan dari yayasan,” ujarnya.

Fajar menduga, apabila masih ditemukan guru dengan gaji yang sangat rendah, kemungkinan yang bersangkutan belum mengikuti PPG atau belum menerima tunjangan profesi guru maupun tunjangan tambahan dari pemerintah daerah.

“Kami tentu prihatin dan bersimpati. Namun kami perlu mengecek kembali data dan kronologi kasusnya agar bisa diketahui penyebab sebenarnya,” pungkasnya. (populi.id/Hadid Pangestu)

Tags: DIYFajar Riza Ul Haqkekurangan muridWakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah

Related Posts

Calon jemaah haji asal DIY mulai diberangkatkan ke Tanah Suci lewat Embarkasi Bandara YIA, Kulon Progo, Selasa (21/4/2026).

354 Calon Jemaah Haji Kloter Pertama Asal DIY Mulai Diberangkatkan dari Embarkasi YIA

April 22, 2026
Ilustrasi gempa

Wilayah Selatan DIY Berpotensi Terjadi Gempa Besar, BMKG: Perlu Penguatan Sistem Peringatan Dini

April 21, 2026
Satu di antara kamar yang disediakan di D'Girijati Resort & Beach Club

D’Girijati Resort & Beach Club Tambah Fasilitas Kelas Dunia Sambut Antusiasme Wisatawan ke DIY

February 15, 2026
Ilustrasi uang

Biaya Hidup di DIY Tertinggi Kedua di Indonesia, Pakar UMY: Penetapan Upah Perlu Dievaluasi

January 29, 2026
Sejumlah stand dan wahana pasar malam Rocket Chicken di Godean ambruk usai diterpa hujan dan angin kencang, Senin (12/1/2026).

Puluhan Stand Pasar Malam di Sleman Roboh Dihatam Hujan dan Angin Kencang

January 12, 2026
Ilustrasi pertumbuhan ekonomi

DIY Alami Delapan Kali Inflasi Sepanjang 2025, BPS: Masih Dalam Target Nasional

January 6, 2026
Next Post
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) DIY Kusno Wibowo.

Proyek PSEL DIY Masih Matangkan Persiapan, Pembangunan Ditargetkan Dimulai Akhir 2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]

9 SMP Negeri Terbaik di Sleman Berdasar Data Terbaru Tahun 2026

February 9, 2026
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
SMP Negeri 5 Yogyakarta

7 SMP Negeri Terbaik di Kota Yogyakarta Berdasarkan Ranking TKA-TKAD 2026

May 6, 2026

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.