SLEMAN, POPULI.ID – Daun pegagan (Centella asiatica) merupakan tanaman liar yang sering digunakan sebagai obat herbal. Sementara kencur (Kaempferia galanga) merupakan tanaman rempah yang sering digunakan untuk bahan minuman jamu.
Kombinasi dari dua tanaman tersebut ternyata berkhasiat untuk mengobati gangguan penglihatan akibat radang pada saraf mata.
Dr. Indra Tri Mahayana, Ph.D., Sp.M., FRSPH., dari Departemen Ilmu Kesehatan Mata FK-KMK UGM mengatakan bersama anggota tim peneliti tengah melakukan penelitian terkait khasiat dari kandungan senyawa dari kedua tanaman tersebut.
Penelitian tersebut berangkat dari potensi besar tanaman herbal lokal yang dipadukan dengan pembuktian ilmiah.
Menurutnya, kombinasi kencur hitam dan daun pegagan memiliki potensi sebagai terapi pendamping bagi penderita neuritis optik berdasarkan hasil penelitian sebelumnya.
“Kencur hitam merupakan salah satu tanaman herbal khas Yogyakarta yang memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi produk unggulan yang dapat menambah nilai ekonomi,” jelasnya dilansir dari laman UGM, Selasa (28/7/2026).
Selanjutnya, dr. Muhammad Taufiq Hidayat dari Departemen Ilmu Kesehatan Mata FK-KMK UGM memaparkan bahwa terapi utama neuritis optik akut selama ini masih berupa pemberian kortikosteroid dosis tinggi.
Namun demikian, penelitian ini terus dikembangkan untuk menemukan terapi pendamping yang mampu memberikan efek neuroprotektif.
“Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi kencur hitam dan daun pegagan berpotensi memberikan manfaat yang sebanding dengan vitamin B12 dalam membantu mempertahankan fungsi penglihatan pada pasien neuritis optik akut,” katanya.
Rika Fatimah P.L., S.T., M.Sc., Ph.D., selaku Founder, Konseptor, dan Tenaga Ahli Global Gotong Royong (G2R) Tetrapreneur sekaligus Dosen Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM, mengatakan pihaknya melakukan edukasi ke konsumen untuk mengkonsumsi produk-produk lokal yang dihasilkan UMKM.
Pasalnya, produk lokal dipandang memiliki karakteristik dan kapasitas produksi yang berbeda dengan industri bermodal besar, sehingga memerlukan ekosistem pasar yang mendukung pertumbuhan dan keberlanjutannya.
Melalui penelitian pemanfaatan potensi kedua tanaman ini, kata Rika, pengembangan produk herbal tidak hanya diarahkan sebagai inovasi kesehatan berbasis bukti ilmiah tetapi juga sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Pendekatan tersebut diharapkan mampu menciptakan rantai nilai yang memberikan manfaat bagi petani, UMKM, komunitas difabel, akademisi, pemerintah, hingga konsumen, sekaligus memperkuat posisi produk herbal lokal sebagai bagian dari pengembangan ekonomi kreatif dan wellness berbasis potensi daerah.
“Keberhasilan sebuah usaha tidak hanya ditentukan oleh besarnya omzet namun pada konsep rezeki melalui kemampuan membangun keunikan produk, menjaga kesejahteraan para pelaku usaha, serta menghadirkan inovasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.








![Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]](https://populi.id/wp-content/uploads/2026/02/smp-negeri-4-pakem-120x86.png)



