Timnas Indonesia akan melakoni laga kedua fase grup ASEAN Championship atau Piala AFF 2026 dengan kepercayaan diri tinggi setelah melibas Kamboja dengan skor telak 5-1.
Meski peluang kemenangan skuad Garuda cukip besar, pengamat sepak bola Mohamad Kusnaeni mengingatkan agar tim asuhan John Herdman tidak terjebak dalam rasa sombong dan tetap waspada terhadap potensi kejutan dari Timor Leste.
Secara kualitas, jurang pemisah antara kedua tim terlihat cukup lebar. Timor Leste datang ke turnamen ini dengan skuad yang didominasi pemain muda di bawah usia 23 tahun sebagai persiapan menuju SEA Games. Hasil minor di laga sebelumnya, yakni kekalahan 0-7 dari Vietnam dan 0-2 dari Singapura, semakin mempertegas posisi mereka sebagai tim non-unggulan.
“Ini pertandingan yang kalau dalam bahasa sepak bolanya tinggal ngitung berapa gol gitu ya. Ini bukan bermaksud sombong, tapi memang kekuatan Indonesia saat ini di atas Timor Leste,” ujar Kusnaeni dalam sebuah diskusi di kanal YouTube Blind Spot by Bung Kusnaeni, dikutip Kamis (30/7/2026).
Kendati menang besar atas Kamboja, Kusnaeni mencatat sejumlah poin evaluasi penting, terutama mengenai ketenangan pemain. Statistik menunjukkan Indonesia melakukan 13 pelanggaran saat melawan Kamboja, yang dianggap sebagai indikasi kurangnya ketenangan saat menghadapi serangan balik cepat lawan.
Kusnaeni menekankan bahwa aspek ini harus segera diperbaiki sebelum menghadapi lawan yang lebih tangguh.
“Pemain kita kadang-kadang tidak tenang ketika menghadapi serangan balik cepat dari lawan. Ini salah satu elemen yang harus diperbaiki oleh Coach Herdman,” tuturnya.
Ia juga menyoroti lini pertahanan yang belum benar-benar teruji karena minimnya ancaman serius dari Kamboja pada laga perdana.
Gladi Resik Menuju Vietnam
Pertandingan melawan Timor Leste dipandang sebagai momentum krusial untuk meningkatkan level permainan sebelum partai menentukan melawan Vietnam. Kusnaeni menyarankan agar tim kepelatihan melakukan simulasi strategi dan rotasi pemain secara bijak tanpa merombak skuat secara drastis demi menjaga kekompakan.
“Lawan Timor Leste kita harus naikin lagi levelnya sampai ke level 80 persen, sampai nanti melawan Vietnam sudah di atas 90 persen,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa sektor pertahanan perlu dimatangkan lagi. Sementara beberapa opsi di lini depan seperti Ragnar Oratmangoen atau Marselino Ferdinan bisa disimpan atau dicoba sebagai senjata rahasia untuk mengelabui analis lawan.
Menanti Ketajaman Mitchell Baker dan Sihir Thom Haye
Sorotan publik dipastikan kembali tertuju pada striker debutan Mitchell Baker yang langsung mencetak hattrick ke gawang Kamboja. Kehadiran Baker dianggap memberikan warna baru bagi lini depan Indonesia karena karakteristiknya sebagai target man yang kuat dalam penguasaan bola dan duel udara.
Selain itu, peran Thom Haye di lini tengah dinilai sangat vital.
“Kelasnya Thom Haye itu memang di atas, jauh di atas pemain-pemain yang lain. Cara dia memindah-mindahkan bola, cara dia menyuplai early crossing,” ucap Kusnaeni.
Kualitas bola atas dari Haye diprediksi akan menjadi ancaman serius bagi lini belakang Timor Leste yang juga memiliki kelemahan dalam mengantisipasi umpan-umpan lambung.
Dengan materi pemain yang mumpuni, Indonesia diharapkan mampu mengamankan tiga poin penuh sekaligus mematangkan performa tim demi ambisi mengakhiri kutukan enam kali gagal di final dan merengkuh gelar juara Piala AFF untuk pertama kalinya.







![Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]](https://populi.id/wp-content/uploads/2026/02/smp-negeri-4-pakem-120x86.png)



