YOGYAKARTA, POPULI.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) bersiap memperluas pelaksanaan program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) dalam pemberian vaksin Human Papillomavirus (HPV). Mulai Agustus 2026 mendatang, penerima vaksin HPV di Kota Yogyakarta tidak hanya anak perempuan, namun juga menyasar anak laki-laki usia 11 tahun atau Kelas 5 SD/MI sederajat.
Hal itu disampaikan Kepala Seksi Pencegahan Pengendalian Penyakit Menular dan Imunisasi (P3MI) Dinkes Kota Yogyakarta, Endang Sri Rahayu, saat ditemui di Balaikota pada Kamis (30/7/2026).
Endang menyampaikan, kebijakan itu mengacu pada regulasi terbaru di mana Indonesia menunjuk tiga provinsi sebagai wilayah percontohan pemberian vaksin HPV bagi anak laki-laki. Tiga provinsi itu antara lain DKI Jakarta, DIY, dan Bali.
“Langkah itu untuk mempercepat eliminasi kanker serviks secara global, sekaligus menekan potensi penyebaran virus HPV di masyarakat,” ucap Endang, Kamis (30/7/2026).
Dia menjelaskan, HPV adalah virus menular yang menyerang permukaan kulit dan selaput lendir, serta berpotensi menyebabkan penyakit paling mematikan kedua di dunia yakni kanker serviks pada perempuan. Infeksi HPV kerap ditandai dengan munculnya kutil di berbagai area tubuh, seperti lengan, tangan, kaki, mulut, maupun alat kelamin.
Endang memaparkan, pemberian vaksin HPV di Kota Yogyakarta pertama kali dimulai pada 2022. Saat itu, vaksin HPV diberikan sebanyak dua dosis untuk anak perempuan Kelas 5 dan 6 SD dengan jeda setahun. Kemudian pada 2024, pemerintah memperbarui pemberian vaksin HPV untuk anak perempuan Kelas 5 SD hanya satu dosis dengan efektivitas sama seperti pemberian dua dosis.
“Perkembangan terbaru pada pelaksanaan program BIAS kali ini adalah pemberian satu dosis vaksin HPV untuk anak laki-laki,” katanya.
Dengan demikian, Pemkot Yogyakarta mencatat total sasaran BIAS HPV pada tahun ini mencapai 3.146 anak. Jumlah tersebut merupakan gabungan anak laki-laki dan perempuan berdasarkan pendataan Puskesmas di wilayah SD masing-masing.
Secara rinci, target penerima vaksin HPV tersebut meliputi siswa laki-laki dan perempuan Kelas 5 SD/MI sederajat, siswa perempuan Kelas 6 SD/MI sederajat yang belum pernah menerima vaksin HPV (penundaan dosis), serta anak usia 11 tahun di jalur sekolah nonformal semisal Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA), hingga homeschooling.
“Pelaksanaan BIAS HPV dijadwalkan mulai Agustus 2026 sesuai kesepakatan antara Puskesmas dan pihak sekolah. Jika pada Agustus 2026 masih ada anak yang belum divaksin misal karena sakit atau sedang berada di luar kota. Maka akan diterapkan mekanisme penyisiran (sweeping) yang dapat diperluas hingga September 2026,” papar dia.
Menurut Endang, pemberian vaksin HPV terhadap anak laki-laki dinilai sangat krusial. Sebab, selain berpotensi menjadi carrier (pembawa) yang dapat menularkan virus kepada pasangan di masa depan. Infeksi HPV pada laki-laki juga dapat memicu berbagai penyakit ganas lain semisal kanker orofaring, kanker penis, dan kanker anus.
“Vaksin HPV adalah bentuk pencegahan, bukan obat, sehingga efektif diberikan saat anak dalam kondisi sehat. Pemberian vaksin pada usia anak-anak dipilih karena membentuk respons imun yang jauh lebih kuat dibandingkan usia remaja akhir atau dewasa,” tutur dia.
Lebih lanjut, Endang menuturkan bahwa seluruh biaya pemberian vaksin HPV untuk siswa SD tersebut ditanggung penuh oleh pemerintah alias gratis. Dikatakan, biaya mandiri vaksin HPV di fasilitas kesehatan swasta terbilang cukul tinggi kisaran Rp900 ribu sampai Rp1 juta per dosis.
“Terkait mekanisme persetujuan (consent), program ini bersifat imbauan nasional (mandatory). Sekolah akan membagikan surat pemberitahuan kepada orang tua murid sebelum hari pelaksanaan. Apabila tidak ada keberatan tertulis yang disampaikan, orang tua dianggap menyetujui keikutsertaan anaknya dalam program imunisasi ini,” terang dia.
Guna mendukung kelancaran program tersebut, Pemkot Yogyakarta menginstruksikan seluruh Puskesmas untuk memperkuat sosialisasi kepada masyarakat sebelum pelaksanaan BIAS HPV pada Agustus 2026.Pada tahun sebelumnya, cakupan vaksinasi HPV untuk siswa perempuan di Kota Yogyakarta berhasil mencapai angka sekitar 98 persen. Sementara cakupan pada anak laki-laki mencapai 90 persen.
“Kami berharap, semakin tinggi cakupan vaksinasi, semakin kuat pula kekebalan kelompok yang terbentuk,” tandasnya. (populi.id/Dewi Rukmini)








![Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]](https://populi.id/wp-content/uploads/2026/02/smp-negeri-4-pakem-120x86.png)



