• Tentang Kami
Selasa, September 15, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home Kota Yogyakarta

Kepedulian Terhadap Lingkungan Harus Menjadi Budaya

byredaksi
September 15, 2026
in Kota Yogyakarta
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Kepedulian Terhadap Lingkungan Harus Menjadi Budaya

Kevikepan Jogja Timur dan Jogja Barat menggelar webinar dan sosialisasi bertajuk Hamemayu Bumi Mataram: Merawat Keutuhan Ciptaan, Menghidupi Iman, Senin (14/9/2026) malam.(IST)

0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

YOGYAKARTA, POPULI.ID = Romo Marcellinus Tanto, Pr, Vikep Yogyakarta Timur menegaskan bahwa gerakan ekologis di paroki perlu memperhatikan bukan hanya tindakan-tindakan konkret, tetapi juga upaya edukasi untuk membangun kesadaran publik. Berbagai program lingkungan yang sudah dilakukan merupakan langkah penting. Namun, Gereja juga perlu terus mengusahakan pendidikan dan pembentukan kesadaran agar kepedulian terhadap lingkungan tidak berhenti pada kegiatan tertentu, melainkan menjadi budaya bersama.

“Tidak ada kata terlambat. Kalau selama ini belum bisa diupayakan, mari kita mulai dan kita buat semampu kita, dalam lingkup yang kecil dan sederhana,” kata Romo Tanto dalam webinar dan sosialisasi bertajuk Hamemayu Bumi Mataram: Merawat Keutuhan Ciptaan, Menghidupi Iman, Senin (14/9/2026) malam.

BERITA MENARIK LAINNYA

No Content Available

Dalam webinar ini Kevikepan Yogyakarta Timur dan Yogyakarta Barat mendorong penguatan Gerakan Paroki Hijau. Kegiatan ini menjadi bagian dari gerakan bersama Ubah Sisa Menjadi Sumber Hidup untuk mengembangkan keterlibatan Gereja dalam persoalan ekologis dan sosial di Jogja.

Romo Tanto juga mengingatkan pentingnya membangun kerja sama dengan berbagai jejaring yang telah dimiliki Gereja. Persoalan ekologis, menurut dia, tidak dapat dikerjakan sendirian. Karena itu, paroki perlu membuka ruang kolaborasi dengan komunitas, lembaga, dan berbagai pihak yang memiliki perhatian terhadap lingkungan hidup.

Gerakan Ubah Sisa Menjadi Sumber Hidup selanjutnya diarahkan pada pemetaan berbagai inisiatif ekologis yang telah berjalan di paroki-paroki, pengenalan persoalan lingkungan yang paling relevan di setiap wilayah, serta pengembangan bentuk keterlibatan konkret Gereja. Dengan demikian, Paroki Hijau diharapkan tumbuh bukan sekadar sebagai program tambahan, tetapi sebagai gerakan yang membangun kesadaran, tindakan, dan jejaring untuk merawat rumah bersama dimulai dari hal-hal kecil, sederhana, dan sesuai dengan kemampuan masing-masing paroki.

Sementara Romo Martinus Joko Lelono, Pr mengatakan, gerakan ekologis Gereja perlu diawali dengan kemampuan untuk melihat kenyataan. Gereja perlu membaca situasi pengelolaan lingkungan di Jogja sebagai bagian dari upaya menemukan ruang keterlibatan Gereja dalam berbagai persoalan sosial. “Keterlibatan Gereja tidak cukup berhenti pada kegiatan internal, tetapi perlu berangkat dari persoalan nyata yang dihadapi masyarakat. Karena itu, gerakan Paroki Hijau diharapkan menjadi ruang bagi Gereja untuk belajar, berjejaring, dan mengambil bagian dalam menjawab persoalan ekologis di lingkungan sekitarnya,” kata Romo Joko.

Webinar menghadirkan Albertus Aryanto Nugroho dari Tim Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) Kabupaten Sleman dan Agustinus Irawan (AG Irawan), pegiat lingkungan dan Forum Komunitas Sungai Sleman (FKSS). Keduanya memberikan perspektif mengenai kondisi ekologis Jogja, persoalan pengelolaan lingkungan, serta pengalaman gerakan masyarakat dalam merawat sungai dan lingkungan.(*)

Tags: kevikepanparoki hijauwebinar

Related Posts

No Content Available
Next Post
Pelaku Pemerkosaan Alumni Ponpes Diduga Melarikan Diri

Pelaku Pemerkosaan Alumni Ponpes Diduga Melarikan Diri

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]

9 SMP Negeri Terbaik di Sleman Berdasar Data Terbaru Tahun 2026

Februari 9, 2026
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

Juni 18, 2025
Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

Juni 4, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

Juni 12, 2025
SMP Negeri 5 Yogyakarta

7 SMP Negeri Terbaik di Kota Yogyakarta Berdasarkan Ranking TKA-TKAD 2026

Mei 6, 2026

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.