SLEMAN, POPULI.ID – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sleman Ani Martanti mengapresiasi inovasi yang dilakukan warga Kaliurang Timur, Pakem, Sleman. Inovasi tersebut kini bisa menjadi alternatif mata pencaharian yang fleksibel bagi masyarakat di kawasan wisata.
Dalam bincang-bincang Jejak Lingkungan yang dihadiri pula Plt Panewu Pakem, Y. Purnama Kristiawan dan Dukuh Kaliurang Timur, Anggara Daniawan Selasa (25/8/2026) di Taman Cengkrama Kaliurang, Ani mengaku siap selalu mengawal aspirasi masyarakat Kaliurang Timur melalui penyaluran bantuan sarana prasarana peternakan, pelatihan, hingga pendampingan teknis dari dinas terkait.
”Di kawasan wisata, roda ekonomi tidak selalu di atas. Ketika penginapan sepi, masyarakat harus punya opsi pendapatan alternatif tanpa harus pergi merantau. Melalui Kelompok Wanita Tani (KWT), pengolahan sampah organik menjadi pakan ternak ini terbukti nyata. Ke depan, kami mendorong agar Kaliurang Timur bisa menjadi sentra peternakan ayam Elba dan model pengolahan sampah mandiri ini dapat direplikasi oleh kalurahan lain di Sleman,” tegas Ani.
Plt Panewu Pakem, Y. Purnama Kristiawan juga mengapresiasi inovasi berbasis akar rumput. Purnama menegaskan bahwa peran pemerintah adalah memfasilitasi dan mendukung program yang diinisiasi langsung oleh warga di tingkat padukuhan.
”Pemerintah sifatnya mendampingi dan mendukung inovasi yang lahir langsung dari gagasan warga. Mengubah cara pandang masyarakat terhadap sampah memang membutuhkan waktu dan proses edukasi yang tidak instan. Namun, ketika masyarakat melihat ada potensi ekonomi dan kebersihan lingkungan yang terjaga, gotong royong itu terbangun secara alami,” ungkapnya.
Warga Kaliurang Timur melakukan inovasi dengan mengelola sampah warga. Sampah dari warga dikumpulkan dan diaolah. Ada yang menjadi pakan ayam ada juga yang menjadi media tumbuh maggot.
Skema pengolahan sampah itu tidak hanya berdampak pada kebersihan lingkungan dan pendapatan kas warga. Kelompok masyarakat setempat juga bekerja sama dengan Posyandu dan PKK Kalurahan untuk mengalokasikan satu kandang ayam khusus penanganan stunting.
Kandang tersebut menghasilkan rata-rata lima butir telur per hari dengan kisaran harga Rp2.500 per butir. Seluruh hasil telur di kandang itu dibagikan secara gratis kepada anak-anak yang mengalami stunting.
Saat ini program hibah peternakan ayam Elba mulai dikembangkan ke tiga RW di Kaliurang Timur. Angga berharap model pengelolaan sampah berbasis rumah tangga itu dapat diaplikasikan lebih luas.
”Sekarang kami perbesar sampahnya agar masyarakat bisa mengelola sampah dengan hibah ayam Elba ke tiga RW. Sehingga, masing-masing RW bisa mengelola sampahnya lewat kelompok-kelompok kecil. Jika sampah organik selesai di tingkat rumah tangga, pemerintah nantinya hanya perlu memproses residu seperti sampah plastik,” tuturnya.
Plt Panewu Pakem, Y. Purnama Kristiawan, mengapresiasi inovasi berbasis akar rumput itu. Purnama menegaskan bahwa peran pemerintah adalah memfasilitasi dan mendukung program yang diinisiasi langsung oleh warga di tingkat padukuhan.
”Pemerintah sifatnya mendampingi dan mendukung inovasi yang lahir langsung dari gagasan warga. Mengubah cara pandang masyarakat terhadap sampah memang membutuhkan waktu dan proses edukasi yang tidak instan. Namun, ketika masyarakat melihat ada potensi ekonomi dan kebersihan lingkungan yang terjaga, gotong royong itu terbangun secara alami,” ungkapnya. (Dewi Rukmini)







![Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]](https://populi.id/wp-content/uploads/2026/02/smp-negeri-4-pakem-120x86.png)



