• Tentang Kami
Jumat, Oktober 2, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home Sleman

Masyarakat Mulai Tinggalkan Membaca Buku

byredaksi
Oktober 1, 2026
in Sleman
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Masyarakat Mulai Tinggalkan Membaca Buku

Bedah buku Safeguarding Culture: Konsep dan Implementasinya dalam Dunia Pendidikan yang menghadirkan Albertus Harimurti, sebagai moderator dan Titik Kristiyani sebagai narasumber di Kampus III Universitas Sanata Dharma (USD) Paingan, belum lama ini. (IST)

0
SHARES
3
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

SLEMAN, POPULI.ID – Kepala Pusat Penerbitan dan Bookshop Universitas Sanata Dharma, Dominikus Sukristiono, Pr. menyoroti tantangan budaya membaca di tengah perkembangan zaman. Romo Kris menyampaikan bahwa masyarakat saat ini telah memasuki apa yang disebut sebagai post-literate society, bahkan berada dalam situasi yang dapat disebut sebagai anti-reading era.

“Situasi tersebut menjadi pengingat akan semakin pentingnya upaya untuk menghidupkan kembali budaya membaca. Buku tidak hanya menjadi sumber informasi, tetapi juga menjadi sarana untuk memperluas wawasan, membangun daya pikir kritis, dan memelihara rasa ingin tahu,” katanya dalam kegiatan SDUPRESS Book Fair 2026 dengan mengusung tema Inquisitive 2026: Unlock Your Next Chapter.

BERITA MENARIK LAINNYA

No Content Available

Semangat tersebut kemudian tercermin dalam tema Inquisitive 2026: Unlock Your Next Chapter. Membaca tidak sekadar berarti menyelesaikan satu buku atau satu bab, tetapi membuka kemungkinan untuk menemukan gagasan, pengalaman, dan perspektif baru. SDUPRESS Book Fair 2026 digelar Pusat Penerbit dan Bookshop Universitas Sanata Dharma (P2B). Kegiatan ini berlangsung di Ground Hall Kampus 3 Universitas Sanata Dharma, Paingan pada 28-30 September 2026.

Kegiatan ini menjadi ruang untuk mempertemukan pembaca dengan buku sekaligus menghidupkan kembali budaya membaca, bertanya, dan menemukan pengetahuan baru. Selain SDUPress, ada 14 penerbit anggota IKAPI dan APPTI yang mengikuti pameran buku ini.

Hadir dalam acara tersebut, Laurentia Sumarni yang mewakili Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) dan Wakil Rektor I sekaligus Pelaksana Harian Rektor Universitas Sanata Dharma, Prof. Ir. Sudi Mungkasi, Ph.D. Prof. Sudi turut mengajak peserta untuk melihat kembali makna membaca. Ketika seseorang membaca sebuah buku, pemahaman yang diperoleh akan berkembang seiring dengan semakin banyak bagian buku yang dibaca. Membaca menjadi proses untuk memperoleh gambaran yang semakin utuh sekaligus membuka next chapter dalam perjalanan pengetahuan seseorang.

Bedah Buku
Hari pertama Bookfair ini diadakan pula bedah buku Safeguarding Culture: Konsep dan Implementasinya dalam Dunia Pendidikan. Sesi ini menghadirkan Albertus Harimurti, sebagai moderator dan Titik Kristiyani sebagai narasumber.

Buku Safeguarding Culture lahir dari pengalaman para penulis ketika terlibat dalam Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi di lingkungan kampus Universitas Sanata Dharma. Buku ini membahas berbagai bentuk kekerasan sekaligus pentingnya membangun budaya perlindungan yang tidak berhenti pada kebijakan atau wacana, tetapi diinternalisasi dan dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.

Buku ini menyoroti persoalan penting di dalam menjamin rasa aman di lingkungan pendidikan. Lebih dari sekadar istilah, safeguarding diarahkan untuk menjadi sebuah budaya perlindungan. Budaya tersebut diharapkan dapat menciptakan ruang yang membuat setiap orang merasa aman untuk hidup, belajar, bekerja, dan berinteraksi di lingkungan pendidikan.(Wisnu Wardhana)

Tags: bookfairbukuUSD

Related Posts

No Content Available
Next Post
Transhome Terbakar

Transhome Terbakar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]

9 SMP Negeri Terbaik di Sleman Berdasar Data Terbaru Tahun 2026

Februari 9, 2026
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

Juni 18, 2025
Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

Juni 4, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

Juni 12, 2025
SMP Negeri 5 Yogyakarta

7 SMP Negeri Terbaik di Kota Yogyakarta Berdasarkan Ranking TKA-TKAD 2026

Mei 6, 2026

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.