SLEMAN, POPULI.ID – Bupati Sleman Harda Kiswaya mengingatkan suporter PSS Sleman agar mengutamakan keselamatan saat melakukan perjalanan untuk mendukung tim kesayangannya. Ia meminta keberangkatan suporter ke luar daerah dilakukan secara terorganisasi dengan menggunakan bus guna meminimalkan risiko selama perjalanan.
Imbauan tersebut kembali disampaikan menyusul kecelakaan yang menimpa rombongan suporter PSS Sleman di Tol Madiun KM 616, Minggu (18/10/2026). Peristiwa tersebut mengakibatkan empat suporter meninggal dunia dan sejumlah lainnya mengalami luka-luka, termasuk dalam kondisi kritis.
Harda mengungkapkan, sebelumnya ia telah meminta agar suporter yang hendak bertandang ke Surabaya melakukan perjalanan secara terkoordinasi. Namun, masih ada sebagian suporter yang memilih berangkat secara mandiri.
“Saya sudah minta supaya menjalankan kebijakan rombongan terkoordinir dengan bus, tapi ya masih ada yang nekat sendiri 1-2 rombongan,” ujar Harda saat diwawancarai wartawan, Senin (19/10/2026).
Selain mendorong perjalanan yang terorganisasi, Harda juga mengingatkan suporter agar berhati-hati di jalan dan tidak mengonsumsi minuman beralkohol maupun minuman sejenis yang berpotensi membahayakan keselamatan.
Di tengah penanganan korban kecelakaan tersebut, Pemkab Sleman juga menyatakan kesiapannya untuk menanggung biaya pengobatan suporter yang masih dirawat hingga pemulangan jenazah korban meninggal dunia.
Harda mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Sosial untuk membantu penanganan para korban. Hingga kini, ia mengaku belum mengetahui secara pasti jumlah suporter yang masih menjalani perawatan. “Semua biaya yang timbul, kita berusaha untuk selesaikan,” katanya.
Dukung Tim Kebanggaan
Kecintaan Iyan Fathur Ar-Rozaq terhadap PSS Sleman membuatnya tetap berangkat ke Surabaya untuk mendukung tim kebanggaannya, meski sempat tidak mendapat izin dari kedua orang tuanya. Namun, perjalanan untuk menyaksikan laga tandang tersebut berakhir duka setelah Iyan menjadi salah satu korban meninggal dunia dalam kecelakaan rombongan suporter di Tol Madiun ruas KM 616, Minggu (18/10/2026).
Ayah Iyan, Anjar Riyanto, mengungkapkan putranya merupakan suporter setia PSS Sleman. Kecintaan Iyan terhadap klub berjuluk Super Elang Jawa itu sudah tumbuh sejak duduk di bangku sekolah dasar.
Menurut Anjar, Iyan memiliki keinginan kuat untuk mendukung PSS Sleman secara langsung, termasuk ketika tim kesayangannya bertanding di luar kandang atau away. Anjar mengaku sempat tidak mengizinkan putranya berangkat ke Surabaya. Namun, Iyan terus berusaha meyakinkan orang tuanya hingga akhirnya mendapatkan izin.
“Saya sebenarnya juga tak mengizinkan (berangkat) tapi (Iyan) ngejar terus, yaudah akhirnya saya izinkan. Dia mandiri, bener-bener nggak minta,” kata Anjar saat ditemui usai pemakaman, Senin (19/10/2026).
Meski dikenal mandiri, Iyan sempat meminta uang saku kepada ayahnya untuk berangkat mendukung PSS Sleman. Anjar tidak menyangka permintaan tersebut menjadi salah satu kenangan terakhirnya bersama sang anak.
Anjar juga mengenang pengalaman Iyan ketika berusaha mendapatkan tiket pertandingan. Saat tiket yang dicari bersama komunitasnya seharga Rp250 ribu sudah habis, Iyan akhirnya memperoleh tiket giveaway.
Kesempatan tersebut membuat Iyan sangat senang. Dia kemudian berangkat sendiri untuk menyaksikan pertandingan tim kebanggaannya.
Kabar Duka
Namun, kabar kecelakaan rombongan suporter PSS Sleman mengubah kebahagiaan itu menjadi duka bagi keluarga. Anjar menuturkan, sebelum mengetahui kepastian kematian putranya, dia lebih dahulu mendapat informasi mengenai kecelakaan yang melibatkan rombongan suporter. Dia kemudian menghubungi pihak travel untuk memastikan apakah Iyan berada dalam rombongan tersebut.
Kepastian mengenai kondisi Iyan akhirnya diterima ketika anggota keluarga hendak menuju lokasi untuk menjemputnya. Di tengah perjalanan, keluarga mendapat kabar bahwa Iyan telah meninggal dunia.
Kehilangan tersebut menjadi pukulan berat bagi Anjar. Dia mengenang Iyan bukan hanya sebagai suporter setia PSS Sleman, melainkan juga sosok yang selama ini menjadi penopang dan penyemangatnya, terutama ketika sedang sakit.
“Iyan itu bagi saya penopang saya. Saya waktu sakit semangat harus kuat menghadapi kenyataan seperti ini, saya nggak tahu, mudah-mudahan kuat. Saya biasanya minum obat hari ini saya nggak minum obat,” tuturnya.
Kini, kecintaan Iyan terhadap PSS Sleman menjadi salah satu kenangan yang melekat bagi keluarga. Anjar berusaha menerima kepergian anak keduanya tersebut setelah kecelakaan yang merenggut nyawa putranya. (Hadid Pangestu)








![Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]](https://populi.id/wp-content/uploads/2026/02/smp-negeri-4-pakem-120x86.png)



