• Tentang Kami
Sabtu, November 7, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home Kota Yogyakarta

Rawat Bangunan Bersejarah, 10 Pelestari WBCB Terima Penghargaan dari Pemkot Jogja

byredaksi
November 7, 2026
in Kota Yogyakarta
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Rawat Bangunan Bersejarah, 10 Pelestari WBCB Terima Penghargaan dari Pemkot Jogja

Sebanyak 10 pelestari bangunan warisan budaya cagar budaya (WBCB) mendapatkan penghargaan dari Pemkot Jogja di Taman Budaya Embung Giwangan, Jumat (6/11/2026). (Dewi Rukmini)

0
SHARES
2
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

JOGJA, POPULI.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta memberikan penghargaan pelestarian Warisan Budaya dan Cagar Budaya (WBCB) dalam acara Festival Jogja Kota (Festa) di Taman Budaya Embung Giwangan, Kota Jogja, pada Jumat (6/11/2026). Total ada sebanyak 10 orang yang mendapatkan apresiasi karena telah merawat WBCB di Kota Jogja.

Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo, menekankan pentingnya peran serta masyarakat dalam menjaga kelestarian warisan budaya di tengah dinamika perkotaan. Menurut dia, kepedulian warga dalam merawat bangunan bersejarah secara konsisten merupakan fondasi kuat bagi identitas Kota Jogja sebagai Kota Budaya.

BERITA MENARIK LAINNYA

Kisah Azizah, Bocah 6 Tahun Rawat Ayah yang Sakit dan Bantu Cari Rongsok

Tabrakan Bus dan Motor di Kotagede, Satu Pengendara Tewas di Tempat

​”Jadi kan merawat cagar budaya itu juga tidak mudah. Harapan saya, dengan pemerintah memberikan penghargaan, mereka sendiri semangatlah bahwa ternyata kegiatan yang seolah-olah sifatnya pribadi itu diperhatikan oleh pihak pemerintah,” ucap Hasto usai acara.

​Ia menambahkan, semangat memiliki atau rasa rumangsa handarbeni di kalangan masyarakat pelestari harus terus didorong dan diapresiasi. Pasalnya, bangunan warisan budaya dan cagar budaya (WBCB) di Kota Yogyakarta sebagian besar berada di tangan perseorangan maupun komunitas.

​Hasto menyebut, sebagian besar bangunan cagar budaya di wilayah Kota Yogyakarta kini berada dalam kondisi yang produktif dan termanfaatkan dengan baik oleh pemiliknya. Kendati demikian, pemerintah tetap mencatat ada sejumlah kawasan yang masih memerlukan perhatian agar potensi pemanfaatannya bisa lebih maksimal, seperti di kawasan Kotagede.

​”Kalau saya lihat, hampir 80-90 persen itu kondisinya produktif, dalam arti rumah-rumah atau tempat-tempat itu bermanfaat. Cuman perlu juga kami mengecek di tempat-tempat tertentu yang belum optimal, seperti di wilayah Kotagede itu kan banyak juga rumah-rumah yang perlu dioptimalkan fungsi dan manfaatnya,” paparnya.

​Hasto mencontohkan, bangunan-bangunan bernilai sejarah di Kotagede tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal semata, tetapi juga memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi daya tarik atau destinasi wisata alternatif.

Oleh karena itu, Pemkot Jogja akan terus berkomitmen memberikan dukungan serta partisipasi aktif bersama masyarakat dalam menjaga kelestarian warisan leluhur tersebut.

Kepala Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta, Yetti  Martanti, menuturkan bahwa ada 10 orang atau kelompok masyarakat penerima penghargaan tersebut. Dia menjelaskan, pemilihan penerima penghargaan itu didasarkan pada sejumlah kriteria khusus, terutama bangunan cagar budaya yang memiliki fungsi kemanfaatan bagi publik.

“Ada 10 penerima dan kebetulan khusus (pelestari) warisan budaya dan cagar budaya yang memang punya fungsi publik. Jadi memang ada fungsi publik yang kemudian bisa diakses masyarakat. Entah itu fungsi untuk soaial, budaya, maupun ruang publik yang bisa bermanfaat untuk masyarakat,” jelas Yetti.

Dia membeberkan, sebagian besar penerima apresiasi pelestari itu telah merawat bangunan warisan budaya dan cagar budaya yang menyentuh langsung kepentingan masyarakat, sehingga masih digunakan hingga kini. Di antaranya ada bangunan WBCB terkait pemanfaatan sumber air di Situs Candi Donotirto Kota Jogja, fasilitas tempat penitipan anak (TPA), Menara Jam Ngejaman Malioboro yang bersejarah sebagai penanda waktu, hingga bangunan bernilai sejarah yang dioptimalkan sebagai homestay (penginapan).

​Yetti mengakui bahwa merawat bangunan cagar budaya bukanlah hal yang mudah, terlebih bagi pemilik atau pengelola pribadi karena terikat oleh berbagai ketentuan pelestarian yang ketat. Dia mencatat, saat ini ada sekitar 200 bangunan yang telah ditetapkan sebagai cagar budaya di Kota Jogja.

“Sebenarnya ada 200-an lebih bangunan cagar budaya yang sudah ditetapkan di Kota Jogja. Tapi memang kami harus mengoptimalkan perawatannya, tidak hanya melibatkan pemerintah namun juga pemilik maupun pengelola bangunan. Itu tidak mudah karena yang sudah ditetapkan biasanya ada ketentuan-letentuan dalam merawat. Oleh karena itu, kami harus hadir, minimal memberikan arahan atau konsultasi yang melibatkan banyak ahli. Kemudian, kami bisa fasilitasi itu,” pungkasnya. (Dewi Rukmini)

 

Tags: cagar budayaembung giwanganKotagede

Related Posts

Kisah Azizah, Bocah 6 Tahun Rawat Ayah yang Sakit dan Bantu Cari Rongsok

Kisah Azizah, Bocah 6 Tahun Rawat Ayah yang Sakit dan Bantu Cari Rongsok

April 20, 2026
Bus yang terlibat dalam kecelakaan lalu lintas di Jalan Rejowinangun, Kemantren Kotagede, Kota Yogyakarta, pada Minggu (12/4/2026) malam.

Tabrakan Bus dan Motor di Kotagede, Satu Pengendara Tewas di Tempat

April 13, 2026
Gerakan Anak Cinta Masjid Tanamkan Nilai Bakti ke Orang Tua Lewat Program Pro-Bahagia

Gerakan Anak Cinta Masjid Tanamkan Nilai Bakti ke Orang Tua Lewat Program Pro-Bahagia

Maret 16, 2026
Kipo, kudapan tradisional khas Kotagede yang berbentuk mungil, Sabtu (28/2/2026).

Menyicip Kipo, Kudapan Khas Kotagede yang Konon Favorit Raja Mataram Islam

Maret 1, 2026
Seorang warga menunjukkan makam penulis Buku Iqro, KH As'ad Humam, di Makam Selokraman, Kelurahan Purbayan, Kemantren Kotagede, Kota Yogyakarta, DIY, pada Kamis (26/2/2026).

Menziarahi KH As’ad Humam, Bapak Iqra yang Dikenal Sederhana

Februari 27, 2026
duo Ruzan & Vita merilis single terbaru bertajuk Rayuanmu

Sambut Valentine, Ruzan & Vita Rilis MV Vibe Kenangan Romantis di Masa Remaja

Februari 2, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]

9 SMP Negeri Terbaik di Sleman Berdasar Data Terbaru Tahun 2026

Februari 9, 2026
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

Juni 18, 2025
Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

Juni 4, 2025
SMP Negeri 5 Yogyakarta

7 SMP Negeri Terbaik di Kota Yogyakarta Berdasarkan Ranking TKA-TKAD 2026

Mei 6, 2026
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

Juni 12, 2025

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.