• Tentang Kami
Friday, June 5, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home headline

Kisah Azizah, Bocah 6 Tahun Rawat Ayah yang Sakit dan Bantu Cari Rongsok

Azizah juga sering ikut ayahnya mencari rongsok untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. 

byredaksi
April 20, 2026
in headline, Kota Yogyakarta
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Kisah Azizah, Bocah 6 Tahun Rawat Ayah yang Sakit dan Bantu Cari Rongsok
0
SHARES
10
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

YOGYAKARTA, POPULI.ID – Azizah Chandrasari tampak aktif bermain bersama anak-anak sebayanya di Rumah Singgah Bumi Damai, Kelurahan Purbayan, Kemantren Kotagede, Kota Yogyakarta pada Minggu (19/4/2026).

Di balik tawa ceria bocah berusia 6 tahun itu ternyata menyimpan cerita pilu yang menyayat hati.

BERITA MENARIK LAINNYA

Rayakan HUT ke-79, Pemkot Yogyakarta Bakal Bagikan 50 Becak Listrik

Unik! Penjual Hewan Kurban Dadakan di Yogyakarta, Buka Lapak di Kompleks Makam

Bagaimana tidak? Di usianya yang masih sangat belia, seharusnya diisi dengan aktivitas bermain dan belajar.

Namun tidak dengan Azizah. Di atas pundak kecilnya, Azizah sudah memikul beban untuk mengurus pekerjaan rumah dan merawat ayahnya yang sedang sakit.

Azizah juga sering ikut ayahnya mencari rongsok untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Sebelum pindah ke Yayasan Rumah Singgah Bumi Damai, Azizah bersama adik dan ayahnya tinggal di rumah indekos di Kampung Mrican, Kelurahan Giwangan, Kemantren Umbulharjo, Kota Yogyakarta.

Rumah berukuran 3×3 meter tepat di pinggir Sungai Gajah Wong itu menjadi saksi bisu perjuangan Azizah mengurus ayahnya yang sakit.

Hermanto (51), ayah Azizah, memiliki sakit berupa benjolan di kepala bagian depan. Benjolan yang semakin membesar beberapa tahun terakhir itu mulai terasa sakit sejak satu tahun lalu.

Namun, rasa sakit semakin parah dan tak bisa ditahan sejak tiga bulan terakhir. Akibatnya, Hermanto tidak bisa beraktivitas seperti biasa ketika rasa sakit kambuh.

Dia pun tak bisa mengantarkan Azizah berangkat sekolah ke TK di daerah Tegalsari, Jomblangan, Bantul.

“Kalau sakitnya kambuh, saya tidak bisa apa-apa. Harus tidur sejam sampai dua jam supaya tidak terasa sakit. Kadang anak saya Azizah mijitin kepala agar tidak sakit. Dia juga bantuin mencuci pakaian, harusnya kan tidak karena masih kecil. Tapi bagaimana lagi, kalau sakitnya kambuh saya tidak bisa apa-apa,” ungkap Hermanto kepada Populi.id, Minggu (19/4/2026).

Dia membenarkan, hampir setiap hari Azizah dan adiknya, Agip Pranata (5), membantu mencari rongsok dengan bersepeda.

Biasanya pada pagi hari sekitar pukul 06.00 WIB, Hermanto mengantar Azizah ke sekolah dan menjemput pada pukul 11.00 WIB.

Lalu pada sore hari sekitar pukul 15.00 WIB sampai 17.00 WIB, Azizah dan adiknya mencari rongsok bersama ayahnya.

Setiap tiga hari sekali, hasil rongsok tersebut dijual ke pengepul. Kadang Hermanto mendapatkan Rp120-150 ribu dari hasil menjual rongsokan.

Hasil tersebut akan disisihkan Rp40 ribu dan dikumpulkan untuk membayar biaya kos Rp400 ribu per bulan. Sisanya digunakan untuk keperluan sehari-hari.

“Kadang saya juga mikir, kalau anak  ditinggal di rumah bagaimana. Karena rumah kosnya pinggir sungai yang tiba-tiba bisa banjir. Kalau banjir kan bisa sampai depan tangga pintu, jadi tidak tenang juga kalau mau ditinggal. Kadang dia yang mau ikut sendiri,” katanya.

Warga asal Sumatera itu mengaku sudah lama berpisah dengan istrinya. Mantan istri Hermanto dikatakan telah pergi meninggalkan anak-anaknya saat Azizah berusia 2 tahun 3 bulan dan Agip 5 bulanan. Sejak itu, Hermanto menjadi ayah tunggal bagi kedua buah hatinya.

Sementara itu, Azizah mengaku sangat senang kini tinggal di Yayasan Rumah Singgah Bumi Damai. Bocah TK itu merasa semangat sebentar lagi bisa duduk di bangku sekolah dasar (SD) dan memiliki banyak teman.

“Mau (tinggal di sini). Mau (masuk SD). Senang sekolah di sini karena banyak temannya,” ucap Azizah penuh semangat. (populi.id/Dewi Rukmini)

Tags: AzizahKota YogyakartaKotagederongsokRumah Singgah Bumi Damai

Related Posts

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo mengkampanyekan naik becak listrik di kawasan Malioboro, Jumat (18/7/2025)

Rayakan HUT ke-79, Pemkot Yogyakarta Bakal Bagikan 50 Becak Listrik

May 31, 2026
Unik! Penjual Hewan Kurban Dadakan di Yogyakarta, Buka Lapak di Kompleks Makam

Unik! Penjual Hewan Kurban Dadakan di Yogyakarta, Buka Lapak di Kompleks Makam

May 17, 2026
Aktivitas perajin tahu di tempat produksi tahu Bu Sum, Kelurahan Gedongkiwo, Kemantren Mantrijeron, Kota Yogyakarta, Rabu (13/5/2026).

Harga Kedelai Melonjak Imbas Nilai Tukar Rupiah Lemah, Perajin Tahu di Yogyakarta Lakukan Strategi Ini

May 13, 2026
Wakil Wali Kota Yogyakarta, Waean Harmawan, dan jajarannya saat memantau stok hewan kurban di UD Seger Farm Pakuncen, Kota Yogyakarta, Jumat (8/5/2026).

Pemkot Yogyakarta Pastikan Ketersediaan Hewan Kurban Aman Meski Bergantung Pasokan dari Luar Daerah

May 10, 2026
hewan pengerat tikus menjadi satu di antara yang menyebabkan penyebaran penyakit hantavirus. Saat ini penyakit tersebut telah memasuki wilayah Kota Yogyakarta

Kasus Hantavirus Pernah Muncul di Kota Yogyakarta, Dinkes Imbau Masyarakat Jangan Panik dan Jaga PHBS

May 10, 2026
Para siswa SMA Negeri 3 Yogyakarta berpose di depan sekolah. SMA Negeri 3 Yogyakarta masuk jajaran SMA Negeri terbaik di Kota Yogyakarta

7 SMA Negeri Terbaik di Kota Yogyakarta Berdasarkan Nilai TKAD 2026

May 8, 2026
Next Post
Polisi saat mendatangi lokasi kejadian kecelakaan di Jalan Kaliurang km 16,5, Umbulmartani, Ngemplak, Sleman, DIY, Minggun (19/4/2026). (Polresta Sleman)

Hendak Solat Subuh, Pejalan Kaki Tewas Ditabrak Mobil Misterius di Jalan Kaliurang

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]

9 SMP Negeri Terbaik di Sleman Berdasar Data Terbaru Tahun 2026

February 9, 2026
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
Berikut 10 SMP unggulan di Bantul yang bisa dijadikan acuan sebelum mendaftar SPBM 2025.

Inilah 7 SMP Unggulan di Bantul yang Paling Diburu Jelang SPMB 2025

June 9, 2025

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.