YOGYAKARTA, POPULI.ID – Menjelang perayaan Iduladha 2026 di Kota Yogyakarta mulai bermunculan lapak penjual hewan kurban dadakan.
Salah satu lapak penjual hewan kurban dadakan yakni JMD Farm yang berada di Jalan Pramuka, Kelurahan Pandeyan, Kemantren Umbulharjo, Kota Yogyakarta.
Uniknya lapak tersebut berada di dalam kompleks Makam Trah Pudjaningsihan HB II. Mereka menggunakan lahan kosong dekat sumur yang berada di bagian depan kompleks makam, tepatnya dekat pintu masuk makam.
Terpal warna oranye dan biru dipasang di lokasi untuk melindungi hewan ternak dari panas sinar matahari dan guyuran hujan. Kandang dari kayu dan bambu-bambu disusun untuk meletakkan domba-domba yang dijajakan.
Di lokasi itu ada seratusan domba yang dipamerkan untuk hewan kurban. Tak hanya diletakkan di dalam, beberapa domba juga diletakkan di sepanjang tembok luar makam. Domba-domba diikat menggunakan tali di papan bambu yang telah disediakan.
Pemilik JMD Farm, Bambang, mengatakan sudah lebih 20 tahun membuka lapak hewan kurban dadakan di lokasi tersebut setiap mendekati Hari Raya Iduladha.
Dia mengaku bisa membuka lapak jualan hewan kurban di kompleks makam itu setelah mendapatkan izin dari ahli waris.
“Kebetulan simbah (nenek atau kakek) saya juru kunci di sini. Terus tanya ke ahli waris boleh tidak jualan kambing di sini setiap tahun, ternyata boleh yang penting dibersihkan lagi seperti semula,” ungkap bambang kepada Populi.id, Minggu (17/5/2026).
Oleh karena itu, setiap tahun dia membuka lapak dadakan di sana. Meski begitu, pada hari-hari biasa Bambang juga beternak kambing untuk usaha aqiqahan dan tasyakuran. Kambing miliknya ia ternak di kandang kelompok yang berada di kampung belakang makam tersebut.
Adapun pada tahun ini, lapak jualan kambing atau domba milik Bambang mulai beroperasi sejak Jumat pekan lalu. Kali ini, dia menyediakan sebanyak 120-an domba untuk hewan kurban. Domba-domba tersebut sebagian besar didatangkan dari daerah Wonosobo dan Temanggung, serta ada yang hasil ternak sendiri.
“Kalau tahun lalu kami bisa menjual domba 170 ekor. Untuk tahun ini target kami bisa jual 150 ekor. Tapi sementara baru menyediakan 120-an ekor,” katanya.
Menurutnya, saat ini permintaan hewan kurban kambing atau domba masih landai. Sebab, Hari Raya Iduladha masih kurang 15 hari. Kendati demikian, dia menyebut sudah menjual sekitar 40 kambing.
“Pembelinya sekitar DIY saja, paling banyak dari Kota Yogyakarta. Rata-rata pembelinya sudah berkeluarga, biasanya kalau mendekati akhir-akhir baru yang beli dari sekolahan,” tuturnya.
Terkait harga, Bambang menyebut dagangan hewan kambing kurban miliknya bisa dipinang mulai Rp2-5,5 juta per ekor. Dikatakan, harga kambing saat ini telah mengalami kenaikan cukup signifikan dibanding hari biasa.
“Kalau hari biasa, Rp3 juta bisa dapat kambing yang sudah besar, tapi saat ini cuma dapat yang sedengan (standar),” ujarnya.
Di antara ratusan kambing tersebut, ada satu jenis yang menarik perhatian. Tak lain kambing domba jenis Texel yang merupakan hasil persilangan dari Australia. Bambang mengaku memiliki kambing domba Texel itu sebanyak 5 ekor dengan harga paling tinggi Rp5,5 juta.
“Texel itu kambing pedaging. Jenis kambingnya tidak ada tanduk dan ukurannya besar. Kambing itu tidak kuat panas, jadi harus ditaruh di tempat yang sejuk,” ucapnya.
Meskipun hampir sebagian kambing didatangkan dari luar daerah, namun Bambang memastikan semua kambing dalam kondisi sehat. Sebab, dari peternak asalnya kambing-kambing tersebut sudah dilengkapi surat keterangan kesehatan hewan (SKKH).
Dia menuturkan tidak ada perlakuan khusus untuk kambing-kambing tersebut. Hanya dia memberikan makanan tambahan dari campuran kulit kedelai, beren, dan garam, agar daging kambing tidak susut saat disembelih.
“Kami tidak khawatir ada prnyakit zoonosis, karena dari sananya sudah diperiksa kesehatannya. Misal dari sana ada yang sakit, kami tidak mau beli,” tegas dia.
Untuk rumput selalu diberikan saat pagi dan sore hari. Kalau di sini total ada enam petugas, dua orang tukang ngarit (cari rumput), dua orang mengurus kambing, dan dua orang jaga malam,” tandasnya. (populi.id/Dewi Rukmini)












