YOGYAKARTA, POPULI.ID – Pemerintah Kota Yogyakarta memastikan kebutuhan masyarakat terhadap hewan kurban bisa tetap terpenuhi menjelang Iduladha 2026. Meskipun harus bergantung dengan pasokan hewan kurban dari daerah lain.
Lantaran, saat ini ketersediaan stok hewan kurban di peternak lokal Kota Yogyakarta sangat minim. Sehingga perlu mendatangkan hewan kurban dari luar kota untuk memenuhi permintaan kebutuhan masyarakat yang akan menyelenggarakan ibadah kurban.
Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, mengatakan bahwa ketersediaan hewan kurban sapi di peternak lokal Kota Yogyakarta saat ini hanya 250 ekor. Jumlah tersebut dikatakan tidak mencukupi untuk memenuhi seluruh kebutuhan hewan kurban di Kota Yogyakarta.
Walaupun begitu pihaknya optimis bisa memenuhi kebutuhan dengan mengambil banyak hewan kurban dari daerah lain.
“Insya Allah kami bisa memenuhi semuanya. Kalau kebutuhan hewan lokal sendiri memang tidak cukup, jadi kami ambil banyak dari daerah lain, semisal Madura dan Bali,” katanya di sela peninjauan UD Segar Farm Pakuncen, Jumat (8/5/2026).
Meski didatangkan dari daerah lain, akan tetapi faktor kesehatan hewan tetap menjadi prioritas utama untuk memastikan kelayakan hewan kurban. Setiap hewan kurban yang memasuki wilayah Kota Yogyakarta wajib disertai surat keterangan kesehatan hewan (SKKH) dan sertifikat veteriner.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kota Yogyakarta, Sukidi, membenarkan bahwa sebagian besar hewan kurban untuk masyarakat Kota Yogyakarta harus mendatangkan dari luar daerah. Sebab, jumlah populasi hewan kurban di peternak Kota Yogyakarta hanya sedikit.
“Hanya di sini saja (UD Seger Farm Pakuncen), sekitar 200-an ekor. Untuk kambing lebih sedikit lagi. Jadi sebagian besar harus mendatangkan dari luar daerah,” ucapnya.
Dia menyebut berdasarkan data 2025, hewan kurban yang disembelih di rumah pemotongan hewan (RPH) wilayah Kota Yogyakarta mencapai 7.524 ekor. Sedangkan jumlah hewan kurban yang dipotong di luar RPH mencapai 7.952, sehingga total kebutuhan hewan kurban di Kota Yogyakarta mencapai 15.476 ekor.
“Tahun lalu ada 600 titik pemotongan hewan kurban di masyarakat. Untuk tahun ini diperkirakan berkurang menjadi 560-an titik. Karena mushala-mushala kecil yang kemarin menyelenggarakan pemotongan sendiri, sekarang bergabung dengan masjid kampung yang lebih besar,” ujarnya.
Lebih lanjut, Sukidi menyebut akan menerjunkan sebanyak 135 relawan untuk melakukan pemantauan hewan kurban selama gelaran Iduladha 2026. Fokus pemantauan akan meliputi pemeriksaan awal sebelum hewan disembelih (antemortem) dan setelah dipotong (postmortem).
“Jadi secara fisik diperiksa, nanti setelah disembelih juga diperiksa. Kalau ternyata waktu diperiksa fisiknya sehat, tapi setelah disembelih ada gejala penyakitnya, semisal ditemukan cacing hati. Maka, nanti tidak boleh dimanfaatkan,” tandasnya. (populi.id/Dewi Rukmini)












