YOGYAKARTA, POPULI.ID – Aksi tawuran antarpelajar terjadi di Simpang Mandala Krida, Jalan Andong, Kota Yogyakarta, pada Selasa (5/5/2026) pagi. Aksi tersebut sempat terekam kamera warga dan viral di media sosial.
Berdasarkan video yang beredar, terlihat gerombolan anak sekolah berlarian dan berteriak di simpang empat barat Mandala Krida Kota Yogyakarta. Teriakan mereka ditujukan untuk pelajar yang menggendarai sepeda motor berboncengan sambil mengayun-ayunkan ikat pinggang.
Ketika pengendara itu melarikan diri, mereka kembali berkerumun dan berteriak menuju arah barat, seolah siap menerkam lawan. Aksi tersebut berhasil diredam ketika pihak kepolisian datang ke lokasi.
Seorang pedagang angkringan di sekitar Mandala Krida, Yuli (55), memaparkan kronologi tawuran yang terjadi sekitar pukul 10.00 WIB. Kejadian itu bermula ketika ada rombongan pelajar datang menggunakan sepeda motor dari arah selatan.
“Jumlahnya banyak sekitar 25 orang. Mereka pakai seragam yang dicorat-coret, kemungkinan habis kelulusan,” ungkapnya, Selasa (5/5/2026).
Dikatakan, rombongan pelajar itu melakukan pelemparan dan mengayun-ayunkan ikat pinggang saat melintas di Simpang Mandala Krida. Pada saat bersamaan, di lokasi ada siswa sekolah swasta yang sedang istirahat dan duduk-duduk di pinggir jalan.
Aksi dari rombongan pelajar itu memicu keributan. Puluhan siswa berteriak dan berlarian mengejar para pelajar pengendara sepeda motor. Hingga ada yang jatuh dan dikeroyok massa.
“Dari situ terus dikeroyok dan ada yang jatuh. Kayaknya ada satu sepeda motor yang rusak. Terus tadi ada polisi yang datang. Motor dan orangnya dibawa ke kantor polisi,” ujarnya.
Sebagai warga, Yuli merasa aksi tawuran pelajar itu sangat meresahkan. Karena bisa mendatangkan dampak buruk bagi warga, terutama pengguna jalan yang tak bersalah. Sehingga dia berharap kejadian itu tak berulang.
Pantauan Populi.id sekitar pukul 12.00 WIB, petugas kepolisian dan TNI tampak berkumpul melakukan pengamanan di sekitar lokasi. Petugas juga memberi arahan kepada siswa yang pulang sekolah untuk segera pulang ke rumah dan tidak mampir ke tempat lain. (populi.id/Dewi Rukmini)












