• Tentang Kami
Friday, January 16, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home headline

Angkat Martabat Petani, Pemkab Sleman Siapkan Distribusi Pupuk Lebih Mudah

Tak hanya soal pupuk, DPRD Sleman juga baru saja mengesahkan Peraturan Daerah (Perda) tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Kelompok Tani.

byGalih Priatmojo
July 10, 2025
in headline, Sleman
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Acara talkshow Srawung Sleman bertajuk Mengangkat Martabat Petani Sleman

Acara talkshow Srawung Sleman bertajuk Mengangkat Martabat Petani Sleman. [Youtube/Pemkab Sleman]

0
SHARES
7
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

SLEMAN, POPULI.ID – Pemerintah Kabupaten Sleman terus memperkuat komitmennya dalam mengangkat martabat petani melalui berbagai terobosan kebijakan. Di antara tantangan krusial yang masih dihadapi petani adalah persoalan distribusi pupuk bersubsidi yang berbelit dan tak merata.

Sarijo, petani dari Padukuhan Jogokerten, Kalurahan Trimulyo, Kecamatan Sleman, menuturkan bahwa kelangkaan pupuk masih menjadi momok utama setiap musim tanam.

BERITA MENARIK LAINNYA

DPUPKP Kulon Progo Pastikan Pembangunan Ruas Jalan Prangkokan-Ngori Terlaksana Sesuai Kontrak

Pemkab Sleman Perkuat Jaring Pengaman Sosial, Bantu Ijazah Tertahan hingga Biayai Kuliah

“Kalau sudah tanam padi, pasti yang dikhawatirkan pupuknya. Kadang langka, kadang telat datang,” ungkapnya dalam talkshow Srawung Sleman bertema “Mengangkat Martabat Petani Sleman”, Selasa (1/7/2025).

Namun, menurut Wakil Ketua Komisi C DPRD Sleman, Shodiqul Qiyar, kelangkaan pupuk sebenarnya bukan karena kekurangan stok, melainkan karena distribusinya yang terlalu kompleks dan terkunci oleh aturan teknis, termasuk keharusan memiliki Kartu Tani.

“Masalahnya bukan di pupuknya, tapi di sistem distribusinya. Kartu Tani itu hanya dimiliki pemilik lahan, sementara banyak petani penggarap tidak punya,” jelas Qiyar.

Akibatnya, para petani penggarap yang menyewa lahan menjadi sulit mengakses pupuk bersubsidi karena tak tercatat secara resmi sebagai penerima.

Menjawab persoalan ini, Pemkab Sleman tengah menyiapkan skema distribusi baru yang lebih ramah petani. Pupuk bersubsidi nantinya akan disalurkan langsung oleh Pupuk Indonesia ke koperasi “Desa Merah Putih” yang tersebar di 86 kalurahan, melalui koordinasi dengan Gapoktan.

Kabar baiknya, sistem ini juga memungkinkan pembelian pupuk hanya dengan KTP, tanpa harus menggunakan Kartu Tani.

“Inilah terobosan baru agar petani tidak lagi kesulitan mendapatkan pupuk,” tegas Qiyar.

Tak hanya soal pupuk, DPRD Sleman juga baru saja mengesahkan Peraturan Daerah (Perda) tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Kelompok Tani.

Anggota Komisi C, Bondan Triyana, mengatakan perda ini akan menjadi payung hukum penting dalam menjaga dan meningkatkan kesejahteraan petani.

“Perda ini akan memperkuat program-program pertanian yang lebih terarah, baik untuk peningkatan produksi maupun pendapatan petani,” ujarnya.

Perda ini juga mencakup dukungan bagi pengembangan komoditas pangan, hortikultura, perkebunan, hingga pengelolaan lahan pekarangan yang banyak digarap oleh Kelompok Wanita Tani (KWT).

“Dengan penghasilan yang meningkat dan produktivitas yang naik, kita harapkan petani di Sleman bisa makin sejahtera,” lanjut Bondan.

Kepala Bidang Hortikultura Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (DP3) Sleman, Eko Sugianto Ngadirin, memaparkan tiga pilar utama dalam perda tersebut: konsistensi anggaran, penguatan kelembagaan tani, dan sinergi lintas perangkat daerah serta stakeholder.

“Perda ini memudahkan kami dalam membangun kolaborasi, baik dengan legislatif, maupun sektor swasta yang peduli pertanian,” kata Eko.

Ia mencontohkan kolaborasi yang telah dilakukan dalam pengembangan demplot pupuk hayati cair. Langkah ini bagian dari dorongan menuju pertanian sehat, mengurangi ketergantungan petani terhadap pupuk kimia.

“Kami ingin pertanian Sleman bergerak ke arah yang lebih ramah lingkungan. Itu juga sudah dituangkan dalam Surat Edaran Bupati tentang Budidaya Tanaman Sehat,” jelasnya.

Dalam edaran itu, petani didorong mengurangi penggunaan pupuk kimia hingga 50 persen, dengan mengombinasikan pupuk organik atau hayati demi hasil pertanian yang lebih sehat dan aman bagi masyarakat.

Tags: DPRD SlemanKomisi CpetaniPupukShodiqul QiyarSrawung Sleman

Related Posts

DPUPKP Kulon Progo Pastikan Pembangunan Ruas Jalan Prangkokan-Ngori Terlaksana Sesuai Kontrak

DPUPKP Kulon Progo Pastikan Pembangunan Ruas Jalan Prangkokan-Ngori Terlaksana Sesuai Kontrak

December 13, 2025
Wakil Ketua Komisi C DPRD Sleman Shodiqul Qiyar bersama anggota Komisi C DPRD Sleman Indra Bangsawan dan Kabid dari Dinsos Sarastomo Ari tampil sebagai narasumber di acara Kelas Pembangunan.

Pemkab Sleman Perkuat Jaring Pengaman Sosial, Bantu Ijazah Tertahan hingga Biayai Kuliah

December 13, 2025
Kegiatan Seminar Kebangsaan dalam rangka peringatan Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak sekaligus Hari Hak Asasi Manusia Internasional di Pendopo DPRD Sleman, Sabtu (6/12/2025).

Kasus Kekerasan Masih Tinggi, DPRD Sleman Serukan Sinergi Perlindungan Perempuan dan Anak

December 6, 2025
Sekretaris Komisi C DPRD Sleman Shodiqul Qiyar

Mengenal Shodiqul Qiyar: Menapaki Jalan Panjang dari Tukang Pasang Gipsum hingga Kursi Dewan

November 28, 2025
Ilustrasi beras. [vecteezy/Suwinai Sukanant]

Pemerintah Stop Impor Beras, Pakar Dedah Dampaknya Bagi Petani hingga Konsumen

November 18, 2025
Bupati Gunungkidul Endah Subekti memberikan secara simbolis Bantuan Tunai Langsung kepada petani tembakau

Pemkab Gunungkidul Salurkan BLT Senilai Rp783 Juta kepada Petani hingga Buruh Tani Tembakau

November 12, 2025
Next Post
PSIM Tambah Kekuatan! Dua Pemain Muda Perkuat Lini Belakang Jelang BRI Super League

PSIM Tambah Kekuatan! Dua Pemain Muda Perkuat Lini Belakang Jelang BRI Super League

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
Berikut 10 SMP unggulan di Bantul yang bisa dijadikan acuan sebelum mendaftar SPBM 2025.

Inilah 7 SMP Unggulan di Bantul yang Paling Diburu Jelang SPMB 2025

June 9, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo.

Penetapan UMK dan UMP DIY 2026 Berpotensi Mundur, Wali Kota Yogyakarta Berharap Ada Kenaikan

December 12, 2025

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.