• Tentang Kami
Thursday, May 28, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home Gunungkidul

Dari Perbukitan Gersang, Petani Klayar Menjadi Jawara Bawang Merah Gunungkidul

Keberhasilan petani bawang merah di Klayar menjadi bukti bahwa perubahan besar bisa dimulai dari desa kecil.

Rahadian BagusbyRahadian Bagus
June 16, 2025
in Gunungkidul, headline
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Panen raya bawang merah di Klayar, Kedungpoh,Nglipar, Gunung Kidul

Panen raya bawang merah di Klayar, Kedungpoh,Nglipar, Gunung Kidul

0
SHARES
30
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

GUNUNGKIDUL, POPULI.ID – Siapa sangka, di balik perbukitan kering Nglipar, tersembunyi kisah sukses para petani ulet yang kini menjadi pionir budidaya bawang merah di Gunungkidul.

Di Klayar, Kedungpoh, Nglipar, Gunungkidul, sejumlah petani berhasil mengubah lahan tandus menjadi sentra produksi bawang merah yang menjanjikan.

BERITA MENARIK LAINNYA

DPD RI DIY Apresiasi Gerakan Reresik Kali Code, Dorong Kesadaran Lingkungan Masyarakat

Pria di Seyegan Tewas dengan Luka Sayat pada Leher, Sempat Pamit Tak Kuat

Puryono, warga RT 05/RW 06, adalah satu di antara petani sukses yang telah menekuni budidaya bawang merah selama empat tahun terakhir.

Berbekal tekad dan eksperimen kecil, kini ia menjadi inspirasi bagi petani lain.

“Dulu saya coba tanam satu kuintal bibit. Hasilnya luar biasa, bisa panen sampai sepuluh kali lipat,” ujarnya saat ditemui usai panen raya, Senin (16/6/2025).

Dengan masa tanam hanya 70 hari, varietas bawang merah tajuk yang dipilih Puryono kini menghasilkan keuntungan berlipat.

Harga jual yang stabil di kisaran Rp40.000 hingga Rp50.000 per kilogram membuat petani mampu meraup hasil yang jauh lebih tinggi dibandingkan tanaman sebelumnya seperti jagung dan ubi.

Kini, Puryono bahkan mampu menanam hingga empat kuintal bibit dalam satu musim.

“Setahun bisa panen tiga kali. Pendapatan jadi jauh lebih baik,” tambahnya.

Kesuksesan ini bukan milik Puryono semata. Padukuhan Klayar kini memiliki sekitar 5 hektare lahan yang difokuskan untuk budidaya bawang merah, dikelola secara gotong royong oleh tiga kelompok tani: Ngudi Makmur 1, 2, dan 3.

Dari RT 1 hingga RT 6, petani bahu-membahu membuktikan bahwa keterbatasan bukan halangan untuk berinovasi.

Kesuksesan petani Klayar menarik perhatian Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI.

Wakil Ketua DPD RI, Gusti Kanjeng Ratu Hemas, bersama tiga anggota DPD RI DIY lainnya, R.A. Yashinta Sekarwangi Mega, Ahmad Syauqi Soeratno, dan Hilmy Muhammad datang langsung untuk mengikuti panen raya bawang merah sekaligus berdialog dengan masyarakat.

“Gunungkidul menunjukkan ketangguhan luar biasa. Panen bawang merah ini bukan hanya soal hasil, tapi juga simbol keberhasilan membangun ketahanan pangan dari wilayah perbukitan,” ujar GKR Hemas didampingi Staf Ahli DPD RI RM Gustilantika Marrel Suryokusumo.

Dalam kunjungannya, para senator berdiskusi dengan pemerintah daerah serta kelompok tani mengenai strategi ketahanan pangan yang inklusif dan berkelanjutan.

Mereka menyoroti pentingnya akses air, regenerasi petani, dan penggunaan pupuk organik sebagai kunci keberhasilan pertanian masa depan.

Panen raya ini juga dihadiri oleh sejumlah pejabat daerah, termasuk Wakil Bupati Gunungkidul Joko Parwoto yang menyampaikan apresiasi atas perhatian DPD RI.

“Sektor pertanian adalah pilar utama ketahanan pangan Gunungkidul. Terima kasih atas dukungan nyata kepada petani kami,” tuturnya.

Dalam forum aspirasi, Ketua Kelompok Tani Tejo menyampaikan kebutuhan dukungan pemerintah untuk pemanfaatan lahan tidur milik perhutani.

Sementara perwakilan PKK mengusulkan pelatihan keterampilan olahan hasil pertanian bagi perempuan.

DPD RI berkomitmen menindaklanjuti berbagai masukan tersebut melalui forum nasional, termasuk rapat paripurna dan dialog dengan kementerian terkait.

 

Tags: Ahmad Syauqi Soeratnobawang merahDPD RIGKR HemasGunungkidulGusti Kanjeng Ratu HemasHilmy MuhammadpetaniYashinta Sekarwangi Mega

Related Posts

Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) DPD RI Ahmad Syauqi Soeratno saat melakukan pemantauan dalam di bantaran Kali Code, Mergangsan, Kota Yoguakarta, DIY, bersama Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) dan Pejabat Pemerintah Kota Yogyakarta, Minggu (24/5/2026).

DPD RI DIY Apresiasi Gerakan Reresik Kali Code, Dorong Kesadaran Lingkungan Masyarakat

May 24, 2026
polisi mengamankan lokasi kejadian ditemukanya pria bunuh diri di sebuah rumah di Margoagung, Seyegan, Sleman, DIY, Jumat (15/5/2026). (Polresta Sleman)

Pria di Seyegan Tewas dengan Luka Sayat pada Leher, Sempat Pamit Tak Kuat

May 15, 2026
Ilustrasi

Fakta dan Kronologi Gadis Disabilitas di Gunungkidul Jadi Korban Pemerkosaan: Berawal dari Iming-Iming Karaoke

May 12, 2026
Pebalap Veda Ega Pratama saat melakukan sesi latihan jelang Moto3 seri Prancis 2026

Veda Ega Pratama Tembus 11 Besar di Sesi Latihan Moto3 Le Mans

May 9, 2026
10 SMA Terbaik di Gunungkidul Berdasarkan Nilai TKA 2026

10 SMA Terbaik di Gunungkidul Berdasarkan Nilai TKA 2026

May 6, 2026
Wakil Ketua DPRD Sleman Hasto Karyantoro berdialog bersama DP3 Sleman ditemani Dina Trinil dan Angger Sukisno di Pasar Lelang Cabai dan Sayur PPHPM Sleman

Pasar Lelang Cabai di Sleman Perkuat Posisi Tawar Petani, Jadi Rujukan Standarisasi Harga di Jawa

April 14, 2026
Next Post
Bupati Sleman, Harda Kiswaya, saat memberikan arahan kepada seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Ruang Rapat Lantai 3 Sekretariat Daerah Sleman, Selasa (27/5/2025).

Transmigran Asal Sleman Terancam Kehilangan Lahan di Konawe, Pemkab Beri Bantuan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
Berikut 10 SMP unggulan di Bantul yang bisa dijadikan acuan sebelum mendaftar SPBM 2025.

Inilah 7 SMP Unggulan di Bantul yang Paling Diburu Jelang SPMB 2025

June 9, 2025
Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]

9 SMP Negeri Terbaik di Sleman Berdasar Data Terbaru Tahun 2026

February 9, 2026

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.