SLEMAN, POPULI.ID – Seorang pria berinisial S (47), warga Karangmojo, Gunungkidul, ditemukan tewas di rumahnya di wilayah Topadan, Margoagung, Seyegan, Sleman, Jumat (15/5/2026) pagi. Korban ditemukan dengan luka sayatan di bagian leher.
Kasi Humas Polresta Sleman, Iptu Argo Anggoro, menjelaskan kejadian tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 07.10 WIB.
Menurut keterangan saksi, pada Kamis malam (14/5/2026) sekitar pukul 21.00 WIB, korban sempat bertemu seorang warga berinisial U (59). Saat itu korban mengaku sulit tidur lantaran mengalami sakit asam lambung.
Keesokan paginya sekitar pukul 06.45 WIB, ibu korban berinisial J (65) melihat adanya bercak darah di kamar korban. Ia kemudian memanggil Ketua RT setempat dan melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Seyegan.
Petugas kepolisian bersama Tim INAFIS dan tenaga medis lalu mendatangi lokasi guna melakukan pemeriksaan di tempat kejadian perkara (TKP).
Di lokasi, petugas menemukan korban sudah tewas dengan luka sayatan di leher serta sebilah pisau berada di samping tubuh korban.
Selanjutnya jenazah dievakuasi ke RS Bhayangkara Yogyakarta untuk penanganan lebih lanjut.
Argo mengatakan, hasil penyelidikan sementara tidak menemukan sidik jari pada pisau yang berada di TKP. Selain itu, petugas juga menemukan surat pesan yang diduga ditulis oleh korban.
“Pihak keluarga menerangkan bahwa sebelumnya korban pernah berpamitan karena merasa sudah tidak kuat menahan sakit asam lambung,” ujarnya.
Keluarga korban diketahui menolak dilakukan autopsi. Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, polisi menduga korban meninggal dunia akibat bunuh diri yang dipengaruhi kondisi sakit yang dialaminya.
Polisi pun mengimbau masyarakat agar tidak mengambil keputusan mengakhiri hidup ketika menghadapi persoalan maupun penyakit.
Masyarakat diminta lebih peduli terhadap lingkungan sekitar dan segera mencari bantuan apabila mengetahui ada warga yang mengalami depresi atau menunjukkan tanda-tanda ingin mengakhiri hidup. (populi.id/Hadid Pangestu)











