SLEMAN, POPULI.ID – Bupati Sleman Harda Kiswaya menanggapi santai wacana pemerintah pusat yang berencana menaikkan gaji kepala daerah. Menurutnya, besaran gaji bukanlah alasan utama dirinya mengemban amanah sebagai orang nomor satu di Kabupaten Sleman.
Harda mengatakan, sejak awal menjabat sebagai aparatur sipil negara (ASN) hingga mengakhiri karier sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Sleman, ia sudah mengetahui besaran penghasilan yang diterima seorang bupati. Karena itu, persoalan gaji tidak pernah menjadi pertimbangannya.
“Bahwa saya tidak pernah berpikir. Karena sejak awal tahu, saya ASN Sleman, terakhir Sekda tahu gaji bupati itu berapa,” ujar Harda saat ditemui wartawan, Senin (3/8/2026).
Ia menegaskan, motivasinya menjadi Bupati Sleman adalah memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat dan membangun daerah, bukan mengejar keuntungan yang bersifat materi.
“Saya ke sini, aku ingin golek jariyah untuk membangun Sleman. Saya tidak cari yang sifatnya keduniawian,” tegasnya.
Meski demikian, Harda mengaku tetap bersyukur apabil[[a rencana kenaikan gaji kepala daerah benar-benar direalisasikan oleh pemerintah pusat. Menurutnya, kebijakan tersebut sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah pusat.
“Kalau nanya pribadi syukur saja. Karena yang paling tinggi nilainya jadi pimpinan daerah itu jariyahnya untuk manfaat pembangunan wilayah. Itu tidak ternilai dengan gaji,” jelasnya.
Harda menambahkan, fokus utamanya saat ini adalah bekerja sebaik mungkin demi kemajuan Kabupaten Sleman.
Baginya, manfaat yang dirasakan masyarakat dari hasil pembangunan merupakan penghargaan yang jauh lebih bernilai dibandingkan besaran gaji yang diterima. [populi.id/Hadid Pangestu]








![Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]](https://populi.id/wp-content/uploads/2026/02/smp-negeri-4-pakem-120x86.png)



