• Tentang Kami
Thursday, August 6, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home Sleman

Bupati Sleman Siap Temui Kemendikdasmen, Cari Solusi Keluarkan 4.278 Anak dari Status Tak Sekolah

Harda Kiswaya menilai persoalan anak tidak sekolah harus segera ditangani melalui langkah konkret

byredaksi
August 5, 2026
in Sleman
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Bupati Sleman Harda Kiswaya

Bupati Sleman Harda Kiswaya. [populi.id/Hadid Pangestu]

0
SHARES
2
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

SLEMAN, POPULI.ID – Bupati Sleman Harda Kiswaya akan menemui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk membahas upaya memperluas akses pendidikan bagi ribuan anak yang belum bersekolah di Kabupaten Sleman.

Langkah tersebut ditempuh setelah terungkap sebanyak 4.278 anak di Sleman tercatat tidak sekolah.

BERITA MENARIK LAINNYA

Bupati Sleman Pastikan Anggaran Penanganan Kekeringan Masih Cukup

Tanggapi Isu Kenaikan Gaji Kepala Daerah, Bupati Sleman: Yang Saya Cari Amal Jariyah

“Nek bupati kudu sowan pusat (Kemendikdasmen) saya lakukan untuk itu. 28-32 wes ra iso, kenyataanya masih ada ada 4000 yang gak sekolah, piye kui?,” kata Harda saat menghadiri peluncuran aplikasi GANDHENG ATS berbasis Early Warning System (EWS), Rabu (5/8/2026).

Harda menilai persoalan anak tidak sekolah harus segera ditangani melalui langkah konkret, tidak hanya mengandalkan inovasi berbasis teknologi. Menurutnya, aplikasi yang diluncurkan harus mampu menjadi instrumen untuk mengembalikan anak-anak ke bangku pendidikan.

“Harapannya aplikasi ini tidak hanya sekadar aplikasi, tapi tujuannya bagaimana 4.278 anak yang tidak sekolah itu bisa kembali sekolah. Saya kaget kok banyak banget,” kata Harda.

Ia menegaskan akan berkoordinasi langsung dengan Kemendikdasmen untuk membuka peluang agar lebih banyak anak dapat mengakses pendidikan.

Selain itu, Harda meminta Dinas Pendidikan Sleman menyiapkan target yang jelas beserta langkah nyata yang dapat dimasukkan dalam anggaran perubahan. Menurutnya, pelaksana teknis juga tidak boleh terlalu kaku dalam menerapkan aturan apabila masih terdapat ruang untuk memperluas akses pendidikan.

Salah satu opsi yang diusulkan yakni menambah jumlah siswa di setiap rombongan belajar (rombel), selama kualitas pembelajaran tetap terjaga.

“Jangan berpikir kalau ada aturan lalu dianggap harga mati. Misalnya setiap kelas ditambah dua anak saja, itu sudah lumayan,” ujarnya.

Meski demikian, ia menegaskan kualitas pembelajaran tetap harus menjadi perhatian, termasuk kemampuan guru dalam mengajar.

“Kalau memang ada aturan kita hormati, tapi kualitas guru juga harus diperhatikan. Kalau dibilang rombel 28 tidak bisa ditambah sama sekali, saya tidak bisa menerima. Kalau tidak bisa diajak berdiskusi, mending pulang saja,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Sleman Mustadi menjelaskan data 4.278 anak tidak sekolah berasal dari hasil verifikasi dan validasi (verval) Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kemendikdasmen. Jumlah tersebut menjadi yang tertinggi di Daerah Istimewa Yogyakarta untuk seluruh rentang usia wajib belajar.

Menurut Mustadi, aplikasi GANDHENG ATS dikembangkan untuk memperkuat kolaborasi antarorganisasi perangkat daerah (OPD) dalam mendeteksi penyebab anak tidak sekolah sehingga penanganannya dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran.

“Melalui GANDHENG ATS ini kolaborasi kita harapkan semakin baik. Regulasinya juga kita perkuat dengan Keputusan Bupati melalui layanan rujukan terpadu. Jadi ketika ada permasalahan dari bawah, harapannya bisa langsung ditangkap oleh OPD terkait,” kata Mustadi.

Ia mencontohkan, apabila penyebab seorang anak putus sekolah adalah faktor ekonomi, maka sistem peringatan dini akan langsung mengarahkan penanganan kepada instansi terkait, seperti Dinas Sosial.

“Kalau ternyata dia putus sekolah karena faktor ekonomi, berarti early warning system di Dinas Sosial seharusnya sudah berbunyi,” jelasnya. (populi.id/Hadid Pangestu)

Tags: Anak Tidak SekolahBupati SlemanDinas Pendidikan Slemanharda kiswayaKemendikdasmenSleman

Related Posts

Bupati Sleman, Harda Kiswaya.

Bupati Sleman Pastikan Anggaran Penanganan Kekeringan Masih Cukup

August 5, 2026
Bupati Sleman Harda Kiswaya

Tanggapi Isu Kenaikan Gaji Kepala Daerah, Bupati Sleman: Yang Saya Cari Amal Jariyah

August 5, 2026
Anggota medis melakukan evakuasi jenazah pria lanjit usia yang tertemper di Timur Fly Over Janti, Caturtunggal, Depok, Sleman, DIY, Minggu (3/8/2026). (Polresta Sleman)

Lansia Pencari Rongsok Tewas Tertemper Kereta Api di Janti, KAI Ingatkan Hal Ini

August 3, 2026
Polisi melakukan penyelidikan kekerasan jalanan di Jalan Laksda Adi Sucipto, Maguwoharjo, Sleman, DIY, Minggu (2/8/2026). (Polresta Sleman)

Pelajar Asal Tangerang Selatan Jadi Korban Tembakan Air Softgun di Sleman

August 3, 2026
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sleman Mustadi.

Laptop bagi Siswa SMP Tak Wajib, Disdik Sleman: Hanya Berlaku bagi Kelas Digital Pilihan

July 28, 2026
Polisi menunjukkan barang bukti pencurian motor di wilayah Tempel, Sleman, DIY, Senin (27/7/2026).

Residivis Curi Motor Tamu Salon di Tempel, Sempat Ubah Warna dan Rusak Nomor Rangka

July 28, 2026
Next Post
Kepala Seksi Pengendalian Operasional Satpol PP Kota Yogyakarta, Yudho Bangun Pamungkas, menunjukkan plang portabel milik oknum fotografer di Jalan Malioboro yang disita dan diamankan ke Kantor Satpol PP Kota Yogyakarta, Selasa (4/8/2026).

Satpol PP Kota Yogyakarta Amankan 7 Plang Milik Oknum Fotografer di Jalan Malioboro

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]

9 SMP Negeri Terbaik di Sleman Berdasar Data Terbaru Tahun 2026

February 9, 2026
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
SMP Negeri 5 Yogyakarta

7 SMP Negeri Terbaik di Kota Yogyakarta Berdasarkan Ranking TKA-TKAD 2026

May 6, 2026

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.