• Tentang Kami
Jumat, September 11, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home Sleman

Laptop bagi Siswa SMP Tak Wajib, Disdik Sleman: Hanya Berlaku bagi Kelas Digital Pilihan

Kepala Disdik Sleman, Mustadi, menjelaskan kepemilikan laptop bukan syarat yang diwajibkan kepada seluruh siswa SMP.

byredaksi
Juli 28, 2026
in Sleman
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sleman Mustadi.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sleman Mustadi. [populi.id/Hadid Pangestu]

0
SHARES
11
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

SLEMAN, POPULI.ID – Ramainya informasi di media sosial yang menyebut siswa SMP di Kabupaten Sleman diwajibkan membawa atau memiliki laptop mendapat klarifikasi dari Dinas Pendidikan (Disdik) Sleman.

Disdik menegaskan tidak ada kewajiban bagi seluruh siswa SMP untuk memiliki laptop, melainkan hanya berupa imbauan bagi peserta yang secara sukarela memilih mengikuti kelas digital.

BERITA MENARIK LAINNYA

Sleman Siapkan Generasi Baru Dalang Lewat SEPADAN

Bupati Sleman Siap Temui Kemendikdasmen, Cari Solusi Keluarkan 4.278 Anak dari Status Tak Sekolah

Kepala Disdik Sleman, Mustadi, menjelaskan bahwa sekolah memang diperbolehkan menyelenggarakan kelas digital sebagai program pengembangan kompetensi teknologi informasi siswa. Namun, pelaksanaannya harus melalui tahapan yang jelas, mulai dari penyusunan kurikulum, komunikasi kepada komite sekolah dan orang tua, hingga persetujuan wali murid.

Menurutnya, kelas digital dibuka sebagai pilihan, bukan kewajiban bagi seluruh siswa. Biasanya hanya tersedia satu rombongan belajar (rombel) yang dapat dipilih oleh siswa sesuai minatnya.

“Tujuan kelas digital adalah meningkatkan kompetensi siswa sesuai kebutuhan perkembangan zaman. Karena pembelajarannya berbasis digital, peserta yang memilih kelas tersebut dihimbau memiliki laptop agar bisa belajar tidak hanya di sekolah, tetapi juga di rumah,” kata Mustadi saat dihubungi, Senin (27/7/2026).

Ia menegaskan, kepemilikan laptop bukan syarat yang diwajibkan kepada seluruh siswa SMP. Imbauan tersebut hanya ditujukan kepada peserta kelas digital agar proses pembelajaran lebih optimal.

Mustadi menilai polemik yang berkembang kemungkinan dipicu oleh kesalahpahaman dalam penyampaian informasi kepada orang tua.

“Yang sering terjadi adalah miskomunikasi. Seolah-olah semua siswa diwajibkan memiliki laptop, padahal tidak demikian. Yang memilih kelas digital saja yang dihimbau menyiapkan sarana pendukung,” ujarnya.

Ia juga membantah anggapan bahwa adanya kelas digital menciptakan pengelompokan siswa. Menurutnya, sekolah hanya memberikan alternatif pembelajaran dengan pilihan yang dapat diambil sesuai kesepakatan orang tua dan siswa.

Siswa yang tidak mengikuti kelas digital, lanjutnya, tetap memperoleh materi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) sesuai kurikulum. Bahkan, keputusan untuk tidak mengikuti kelas digital tidak akan memengaruhi nilai maupun hak siswa dalam mengikuti pembelajaran.

“Kalau tidak ikut kelas digital tidak apa-apa. Tetap mendapatkan pelajaran TIK seperti siswa lainnya dan tidak ada pengurangan nilai,” tegasnya.

Program kelas digital saat ini telah diterapkan di sejumlah SMP di Sleman, seperti SMP Negeri 3 Kalasan, SMP Negeri 4 Pakem, serta beberapa sekolah lain yang telah melalui kajian kurikulum.

Sementara itu, Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa mengaku telah meminta Dinas Pendidikan melakukan evaluasi menyusul munculnya informasi mengenai kewajiban membawa laptop tersebut.

Menurut Danang, pemerintah daerah akan menelusuri dasar aturan apabila memang terdapat sekolah yang mewajibkan siswa memiliki laptop.

“Kami akan evaluasi. Kalau memang diwajibkan, dasar hukumnya apa? Sampai saat ini saya belum mengetahui adanya aturan yang mewajibkan seluruh siswa memiliki laptop,” kata Danang.

Ia menilai kebijakan tersebut perlu mempertimbangkan kemampuan ekonomi masyarakat. Jangan sampai ada keluarga yang terbebani karena harus membeli perangkat demi memenuhi persyaratan sekolah.

“Belum tentu semua masyarakat mampu menyediakan laptop. Kalau pemerintah mewajibkan, apakah pemerintah juga sanggup menyediakannya? Kalau tidak, tentu kasihan masyarakat yang tidak mampu. Rasa keadilan harus kita tegakkan,” ujarnya.

Danang menegaskan pendidikan merupakan hak setiap warga negara dan harus dapat diakses tanpa menimbulkan beban tambahan yang memberatkan masyarakat. Karena itu, Pemkab Sleman akan memastikan tidak ada kebijakan yang bertentangan dengan prinsip pemerataan akses pendidikan. (populi.id/Hadid Pangestu)

Tags: dinas pendidikankelas digitallaptopMustadisiswa SMPSleman

Related Posts

Sleman Siapkan Generasi Baru Dalang Lewat SEPADAN

Sleman Siapkan Generasi Baru Dalang Lewat SEPADAN

September 10, 2026
Bupati Sleman Harda Kiswaya

Bupati Sleman Siap Temui Kemendikdasmen, Cari Solusi Keluarkan 4.278 Anak dari Status Tak Sekolah

Agustus 5, 2026
Bupati Sleman Harda Kiswaya

Tanggapi Isu Kenaikan Gaji Kepala Daerah, Bupati Sleman: Yang Saya Cari Amal Jariyah

Agustus 5, 2026
Anggota medis melakukan evakuasi jenazah pria lanjit usia yang tertemper di Timur Fly Over Janti, Caturtunggal, Depok, Sleman, DIY, Minggu (3/8/2026). (Polresta Sleman)

Lansia Pencari Rongsok Tewas Tertemper Kereta Api di Janti, KAI Ingatkan Hal Ini

Agustus 3, 2026
Polisi melakukan penyelidikan kekerasan jalanan di Jalan Laksda Adi Sucipto, Maguwoharjo, Sleman, DIY, Minggu (2/8/2026). (Polresta Sleman)

Pelajar Asal Tangerang Selatan Jadi Korban Tembakan Air Softgun di Sleman

Agustus 3, 2026
Polisi menunjukkan barang bukti pencurian motor di wilayah Tempel, Sleman, DIY, Senin (27/7/2026).

Residivis Curi Motor Tamu Salon di Tempel, Sempat Ubah Warna dan Rusak Nomor Rangka

Juli 28, 2026
Next Post
Ilustrasi kencur

Manfaat Kencur Hitam dan Daun Pegagan, Kurangi Radang Saraf Mata

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]

9 SMP Negeri Terbaik di Sleman Berdasar Data Terbaru Tahun 2026

Februari 9, 2026
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

Juni 18, 2025
Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

Juni 4, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

Juni 12, 2025
SMP Negeri 5 Yogyakarta

7 SMP Negeri Terbaik di Kota Yogyakarta Berdasarkan Ranking TKA-TKAD 2026

Mei 6, 2026

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.