• Tentang Kami
Sunday, August 31, 2025
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • HOME
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • HOME
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home Cendekia

Jawa Dilanda Fenomena Bediding, Ini Kata Dosen UMS

Fenomena bediding yang kita rasakan saat ini biasa terjadi di musim kemarau pada bulan Juli hingga September

byGalih Priatmojo
July 19, 2025
in Cendekia, headline
Reading Time: 2 mins read
A A
0
ilustrasi bediding

ilustrasi bediding. [vecteezy]

0
SHARES
2
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

JATENG, POPULI.ID – Fenomena suhu dingin atau yang sering disebut bediding kini sedang melanda Pulau Jawa dan sekitarnya. Dosen Fakultas Geografi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Yuli Priyana mengungkapkan bahwa ini adalah fenomena yang biasa terjadi di setiap tahun.

“Fenomena bediding yang kita rasakan saat ini biasa terjadi di musim kemarau pada bulan Juli hingga September,” ungkapnya dikutip dari laman UMS, Sabtu (19/7/2025).

BERITA MENARIK LAINNYA

Gelombang Tinggi Hantam Kawasan Pesisir DIY, Diprediksi Terjadi hingga 9 Agustus

Fenomena Bediding Melanda Jogja, BMKG Jelaskan Penyebab Suhu Dingin Tak Biasa

Prakirawan BMKG Stasiun Klimatologi (Stalkim) Jawa Timur Linda Firotul mengatakan fenomena bediding ini terjadi karena dipicu oleh Angin Timuran dari Australia.

“Angin Monsun/Muson tercipta karena musim dingin di Australia. Angin dingin ini bergerak ke arah Indonesia terutama di Pulau Jawa bagian selatan, terutama di wilayah Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Jawa, Bali,” sambung Yuli.

Pada bulan Juli-September,  posisi matahari cenderung menyinari bumi bagian utara yang menyebabkan wilayah bumi bagian utara akan mengalami musim panas dengan suhu yang lebih tinggi.

Sebaliknya dengan belahan bumi selatan yang akan mengalami musim dingin dengan suhu yang lebih rendah seperti yang terjadi di Australia lantaran kurang paparan sinar matahari.

“Australia saat ini sedang mengalami musim dingin. Suhu yang lebih rendah menyebabkan tekanan udara di Australia menjadi tinggi, berbeda dengan wilayah Indonesia yang memiliki suhu yang tinggi dengan tekanan udaranya lebih rendah,” ungkapnya.

Yuli menerangkan, angin bergerak dari tekanan tinggi menuju tekanan rendah. Akibatnya, udara dari Australia bergerak menuju wilayah dengan tekanan rendah melewati wilayah Indonesia. Inilah sebabnya fenomena bediding banyak dirasakan pada wilayah Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Jawa dan Bali.

Faktor lain yang menyebabkan bediding di pagi hari adalah keberadaan awan. Saat matahari terik di musim kemarau, langit nampak cerah tanpa adanya awan. Akibatnya, radiasi matahari langsung jatuh bumi.

Sedangkan saat malam hari, karena minimnya awan, panas yang tersimpan di bumi cepat lepas ke atmosfer yang mengakibatkan udara malam menjadi lebih dingin. Bahkan hingga pagi hari, udara dingin masih terasa.

Banyak warganet yang mengaitkan fenomena bediding dengan fenomena aphelion. Tetapi dosen UMS itu menyebut bahwa fenomena bediding dan aphelion tidak berkaitan karena aphelion tidak memberikan dampak yang signifikan pada perubahan suhu ini.

“Fenomena bumi menjauh dari bumi atau yang sering disebut dengan aphelion, tidak memiliki dampak signifikan pada fenomena bediding ini,” ungkap Yuli.

Perubahan perbedaan suhu di musim kemarau ini membawa dampak bagi kesehatan masyarakat. Udara dingin menyebabkan daya tahan tubuh menurun sehingga lebih rentan terserang penyakit.

“Manusia memiliki beragam mikroorganisme yang berperan menjaga keseimbangan, namun efektivitasnya tetap bergantung pada daya tahan tubuh. Jika daya tahan tubuh melemah maka tubuh akan mudah sakit,” tambahnya.

Sebagai penutup, ia memberikan saran kepada masyarakat untuk tetap menjaga daya tahan tubuh. “Menghadapi fenomena bediding ini, dianjurkan untuk menggunakan pakaian hangat, menjaga pola makan dan mengkonsumsi minuman yang hangat,” pungkasnya.

Tags: bedidingBMKGcuacaUMSYuli Priyana

Related Posts

Nelayan Gunungkidul Diminta Waspadai Gelombang Tinggi Selama Tiga Hari ke Depan

Gelombang Tinggi Hantam Kawasan Pesisir DIY, Diprediksi Terjadi hingga 9 Agustus

August 6, 2025
Fenomena Bediding Melanda Jogja, BMKG Jelaskan Penyebab Suhu Dingin Tak Biasa

Fenomena Bediding Melanda Jogja, BMKG Jelaskan Penyebab Suhu Dingin Tak Biasa

July 11, 2025
Ilustrasi hujan

BMKG Peringatkan Potensi Hujan Ekstrem, Pergerakan Cuaca Bergeser ke Timur Indonesia

July 7, 2025
Ilustrasi hujan

Tiga Kabupaten di Jateng Berstatus Waspada Curah Hujan Tinggi

June 11, 2025
Ilustrasi sawah atau pertanian di DIY

Kemarau Basah Berdampak Positif pada Sektor Pertanian, DKPP Bantul Minta Jangan Ada Lahan Nganggur

May 26, 2025
Guru Besar Ilmu Manajemen Universitas Muhammadiyah Surakarta Anton Agus Setyawan

Ngeri-ngeri Sedap Danantara

May 6, 2025
Next Post
“Kitab Sijjin & Illiyyin” Guncang Bioskop Nasional: Horor Lokal Naik Kelas, Bikin Detak Jantung Meroket

"Kitab Sijjin & Illiyyin" Guncang Bioskop Nasional: Horor Lokal Naik Kelas, Bikin Detak Jantung Meroket

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
Berikut 10 SMP unggulan di Bantul yang bisa dijadikan acuan sebelum mendaftar SPBM 2025.

Inilah 7 SMP Unggulan di Bantul yang Paling Diburu Jelang SPMB 2025

June 9, 2025
Sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI asyik berjoget usai sidang tahunan MPR RI (tangkapan layer : YT/TVParlemen)

Joget di Atas Luka Rakyat, Tarian di Tengah Kubangan Derita Bangsa

August 18, 2025
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
Para ojol dari berbagai aplikasi menggelar aksi di kawasan Titik Nol Kilometer bertajuk Kebangkitan Transportasi Online, Selasa (20/5/2025).

Aksi Ojol Turun ke Jalan Direspons, Sekda DIY Sambut Aspirasi Soal Regulasi dan Kesejahteraan

May 21, 2025

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.