• Tentang Kami
Saturday, January 10, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home headline

Sleman Barat Jadi Kawasan Primadona Baru, Pemkab Targetkan Rp251 Miliar dari BPHTB

dinamika pembangunan di wilayah Sleman, khususnya Sleman Barat, diprediksi akan menjadi motor penggerak ekonomi lokal sekaligus mendorong peralihan lahan yang signifikan.

Gregorius BramantyobyGalih PriatmojoandGregorius Bramantyo
September 16, 2025
in headline, Sleman
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Sleman, Abu Bakar.

Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Sleman, Abu Bakar. [populi.id/Gregorius Bramantyo]

0
SHARES
22
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

SLEMAN, POPULI.ID – Pemerintah Kabupaten Sleman optimistis mampu mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui sektor Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).

Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Sleman, Abu Bakar, menyampaikan bahwa peralihan objek tanah masih menjadi penyumbang terbesar PAD Sleman, dengan target BPHTB tahun ini mencapai Rp251 miliar.

BERITA MENARIK LAINNYA

Kasus Dana Hibah Pariwisata Sleman Masuk Tipikor atau Sekadar Pelanggaran Pilkada?

Polresta Yogyakarta Bongkar Sindikat Love Scam Internasional di Jalan Gito-Gati, Sebulan Raup Milyaran

“Untuk poin BPHTB masih mendominasi. Kami punya target di BPHTB itu Rp251 miliar. Dengan perbaikan sistem yang sedang kami lakukan, Sleman masih akan menjadi primadona dalam hal peralihan objek tanah,” ujar Abu Bakar, Selasa (16/9/2025).

Ia menjelaskan, dinamika pembangunan di wilayah Sleman, khususnya Sleman Barat, diprediksi akan menjadi motor penggerak ekonomi lokal sekaligus mendorong peralihan lahan yang signifikan. Sejumlah proyek besar mulai digarap di wilayah ini. Di antaranya pembangunan markas Polda DIY, RSUP Dr Sardjito yang bertaraf internasional, dan kampus Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran yang rencananya akan menambah gedung di Sleman Barat.

“Alih fungsi lahan di Sleman Barat ini akan ikut signifikan. Itu artinya secara signifikan akan menggerakkan dan menaikkan juga nilai-nilai pasar untuk objek tanah itu sendiri,” jelasnya.

Sebelumnya, wilayah Sleman Utara dan Sleman Timur lebih dominan dalam peralihan tanah, namun kini tren mulai bergeser. Menurut Abu, Sleman Barat mulai dilirik para investor sebagai kawasan prospektif untuk pengembangan properti dan bisnis.

“Selama ini yang jadi primadona hanya Sleman Utara dan Sleman Timur. Tapi dengan perkembangan sekarang, Sleman Barat juga akan diincar para investor,” tambahnya.

Di sisi lain, Abu menyebut Kapanewon Depok tetap menjadi kawasan dengan kontribusi tertinggi terhadap PAD Sleman, khususnya dari sektor Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Sekitar 40 persen dari total PBB Kabupaten Sleman berasal dari wilayah ini.

“Depok itu luar biasa. Hotel, kampus, perumahan mewah, hingga sektor perbankan semua berpusat di sana. Kita tahu kalau Depok adalah 24 mercusuar-nya Sleman,” ucap Abu.

Ia menambahkan, peningkatan nilai tanah, alih fungsi lahan, dan berbagai kegiatan ekonomi yang terpusat di beberapa kawasan strategis Sleman diharapkan mampu menopang pencapaian target PAD. Serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.

Sementara itu, Kantor Wilayah Kementerian Hukum (Kanwil Kemenkum) DIY juga memfasilitasi penyusunan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kabupaten Sleman tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. Langkah ini dilakukan sebagai upaya untuk menyesuaikan regulasi yang ada dengan perkembangan terkini guna mendukung optimalisasi PAD dan peningkatan kualitas layanan publik.

Kepala Kanwil Kemenkum DIY, Agung Rektono Seto, menegaskan bahwa penyesuaian peraturan ini merupakan langkah strategis. Ia menjelaskan, proses fasilitasi ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah, akademisi, dan praktisi hukum. Guna memastikan bahwa raperda yang dihasilkan komprehensif dan berpihak pada kepentingan masyarakat.

“Dalam rangka optimalisasi PAD dan peningkatan kualitas layanan publik di Kabupaten Sleman, penyesuaian Perda yang ada sangat diperlukan. Regulasi yang tepat akan mendorong efisiensi dan efektivitas pengelolaan keuangan daerah,” ujar Agung.

Tags: Abu Bakaralih fungsi lahanpajakPendapatan Asli DaerahSleman

Related Posts

Kasus Dana Hibah Pariwisata Sleman Masuk Tipikor atau Sekadar Pelanggaran Pilkada?

Kasus Dana Hibah Pariwisata Sleman Masuk Tipikor atau Sekadar Pelanggaran Pilkada?

January 8, 2026
Jajaran Polresta Yogyakarta menghadirkan tersangka perusahaan love scamming dalam jumpa pers di Mapolresta Yogyakarta, Rabu (7/1/2026).

Polresta Yogyakarta Bongkar Sindikat Love Scam Internasional di Jalan Gito-Gati, Sebulan Raup Milyaran

January 7, 2026
Wahyu Agung, Ketua RW 33 Padukuhan Penen, Sariharjo, Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman, DIY saat dimintai keterangan terkait penggerebekan ruko di Jalan Gito-Gati akibat terlibat Scam Online, Selasa (6/1/2025).

Dinilai Bermasalah, Ruko di Sleman Terindikasi Scam Online Jaringan Internasional Izin Usahanya di Jawa Barat

January 6, 2026
Sebuah ruko di Jalan Gito-Gati, Sariharjo, Ngaglik, Sleman yang diduga menjadi lokasi scam online jaringan internasional yabg sebelumnya digerebek oleh kepolisian, Selasa (6/1/2025).

Ruko di Jalan Gito-Gati Sleman Digerebek Polisi, Diduga Terkait Scam Online Jaringan Internasional

January 6, 2026
Jumpa Pers kasus keracunan mahasiswa Aisyiyah Yogyakarta (Unisa) di RSJ Grhasia Yogyakarta, Senin (5/1/2025).

Keracunan Massal Mahasiswa UNISA Diduga Berasal dari Risol Mayo

January 5, 2026
Direktur RSJ Grhasia, dr Akhmad Akhadi, saat memberikan keterangan kepada awak media, Senin (5/1/2026).

Puluhan Mahasiswa UNISA Keracunan Pangan saat Kegiatan Studi di RSJ Grhasia

January 5, 2026
Next Post
Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa

Jaga Tren Penurunan Angka Kemiskinan, Pemkab Sleman Genjot Program Terpadu

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
Berikut 10 SMP unggulan di Bantul yang bisa dijadikan acuan sebelum mendaftar SPBM 2025.

Inilah 7 SMP Unggulan di Bantul yang Paling Diburu Jelang SPMB 2025

June 9, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo.

Penetapan UMK dan UMP DIY 2026 Berpotensi Mundur, Wali Kota Yogyakarta Berharap Ada Kenaikan

December 12, 2025

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.