• Tentang Kami
Sunday, January 11, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home headline

Pemda DIY Perketat Pengawasan Dapur Program MBG Usai Rangkaian Kasus Keracunan

Ia menyebut setiap dapur SPPG juga wajib lolos Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL) dan memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) sebelum diizinkan mendistribusikan makanan kepada siswa.

Gregorius BramantyobyredaksiandGregorius Bramantyo
October 20, 2025
in headline, Kota Yogyakarta
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Sejumlah paket MBG yang terletak di ruang depan SMP 3 Berbah sebelum dibagikan ke siswa. Sebelumnya ratusan siswa setempat diduga keracunan usai mengonsumsi MBG.

Sejumlah paket MBG yang terletak di ruang depan SMP 3 Berbah sebelum dibagikan ke siswa, Rabu (27/8/2025). Sebelumnya ratusan siswa setempat diduga keracunan usai mengonsumsi MBG. [populi.id/Gregorius Bramantyo]

0
SHARES
7
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

YOGYAKARTA, POPULI.ID – Pemda DIY mulai memperketat pengawasan terhadap dapur-dapur penyedia makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) buntut sejumlah insiden keracunan makanan di beberapa wilayah, termasuk Kota Yogyakarta, Sleman, Kulon Progo, dan Gunungkidul.

Melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) DIY, penguatan sistem higienis dan sanitasi menjadi prioritas di seluruh dapur yang dikelola oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Salah satu langkahnya adalah percepatan pelatihan bagi para penjamah makanan.

BERITA MENARIK LAINNYA

Satu Warga Kota Yogyakarta Positif Super Flu Pada September 2025, Dinkes Pastikan Sudah Sembuh

Evaluasi Program MBG, Ahli Gizi UGM: Penyedia Makan Serahkan ke Sekolah

Hingga saat ini, pelatihan tersebut telah menjangkau sekitar 80 persen dari total sasaran. Namun jumlah peserta terus berubah seiring bertambahnya SPPG baru.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes DIY, Akhmad Akhadi, menjelaskan tanggung jawab utama dinasnya dalam hal ini adalah koordinasi dan fasilitasi pelatihan, bukan pelaksanaan teknis langsung.

“Pelatihan kami adakan di Bapelkes (Balai Pelatihan Kesehatan) DIY. Metodenya ada dua, langsung dan pembelajaran mandiri berbasis sistem,” jelasnya, Senin (20/10/2025).

Dari data per 19 Oktober 2025, Kabupaten Sleman menjadi wilayah dengan peserta pelatihan terbanyak, yakni 2.683 orang telah dilatih dan 757 belum. Disusul oleh Bantul dengan 1.884 dilatih dan 224 belum, Gunungkidul sebanyak 1.504 dilatih dan 213 belum, serta Kulon Progo dengan 1.118 dilatih dan 30 belum.

Akhmad menegaskan pelatihan saja tidaklah cukup. Ia menekankan pentingnya pengawasan langsung untuk memastikan bahwa praktik kebersihan benar-benar diterapkan di lapangan.

“Kunci utamanya justru di implementasinya. Karena itu, kami bersama dinas pendidikan akan melakukan inspeksi mendadak tanpa pemberitahuan,” ujarnya.

Ia menyebut setiap dapur SPPG juga wajib lolos Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL) dan memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) sebelum diizinkan mendistribusikan makanan kepada siswa. Langkah ini bertujuan untuk menjamin bahwa makanan yang disediakan tidak hanya bergizi, tapi juga aman dikonsumsi.

Akhmad menambahkan pengawasan akan menyasar berbagai aspek teknis, Mulai dari penggunaan masker dan sarung tangan oleh penjamah makanan, hingga kebiasaan mencuci tangan dan kebersihan alat makan seperti ompreng.

“Kami ingin pastikan bahwa standar operasional benar-benar dijalankan, bukan hanya formalitas pelatihan atau sertifikat,” tambahnya.

Tak hanya pengawasan teknis, Pemda DIY juga mewajibkan pelaporan rutin dari masing-masing SPPG. Sekretaris Pemda DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, mengatakan setiap koordinator SPPG harus menyampaikan laporan mingguan kepada Ketua Satgas MBG. Langkah ini dimaksudkan untuk meningkatkan akuntabilitas serta mencegah insiden terulang.

“Setiap minggu harus ada laporan dari SPPG. Ini bagian dari upaya monitoring berkala,” ungkapnya.

Upaya ini dilakukan setelah terjadi sejumlah kasus keracunan makanan di lingkungan sekolah yang mendapatkan menu MBG. Yang terbaru, 426 siswa SMA Negeri 1 Yogyakarta mengalami gejala keracunan usai menyantap menu MBG. Sebelumnya, kasus serupa juga terjadi di Kulon Progo dengan 497 kasus pada Juli, Sleman dengan 393 kasus, dan Gunungkidul dengan 19 kasus.

Tags: Akhmad AkhadiDinas KesehataninspeksikeracunanMakan Bergizi GratisNi Made Dwipanti IndrayantiSPPG

Related Posts

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Yogyakarta, Lana Unwanah memberikan keterangan terkait kasus super flu di Kota Yogyakarta, Jumat (9/1/2026)

Satu Warga Kota Yogyakarta Positif Super Flu Pada September 2025, Dinkes Pastikan Sudah Sembuh

January 9, 2026
Ilustrasi MBG

Evaluasi Program MBG, Ahli Gizi UGM: Penyedia Makan Serahkan ke Sekolah

January 8, 2026
Jumpa Pers kasus keracunan mahasiswa Aisyiyah Yogyakarta (Unisa) di RSJ Grhasia Yogyakarta, Senin (5/1/2025).

Keracunan Massal Mahasiswa UNISA Diduga Berasal dari Risol Mayo

January 5, 2026
Direktur RSJ Grhasia, dr Akhmad Akhadi, saat memberikan keterangan kepada awak media, Senin (5/1/2026).

Puluhan Mahasiswa UNISA Keracunan Pangan saat Kegiatan Studi di RSJ Grhasia

January 5, 2026
Ilustrasi makan bergizi gratis atau MBG

Masuk Libur Sekolah, MBG Diprioritaskan untuk Balita hingga Ibu Hamil

December 26, 2025
Ilustrasi upah minimum di Yogyakarta

Upah Minimum di DIY Naik, Ini Rinciannya

December 24, 2025
Next Post
suasana Depo Purawisata, Keparakan Mergangsan, Kota Yogyakarta, DIY, Rabu (10/9/2025). (Hadid Pangestu)

Pemkot Yogyakarta Perkuat Pengelolaan Sampah Mandiri Jelang Penutupan TPST Piyungan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
Berikut 10 SMP unggulan di Bantul yang bisa dijadikan acuan sebelum mendaftar SPBM 2025.

Inilah 7 SMP Unggulan di Bantul yang Paling Diburu Jelang SPMB 2025

June 9, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo.

Penetapan UMK dan UMP DIY 2026 Berpotensi Mundur, Wali Kota Yogyakarta Berharap Ada Kenaikan

December 12, 2025

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.