• Tentang Kami
Monday, April 20, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home headline

Kisah Danang Wahyu Wibowo Sulap Sampah Jadi Batako Pakai Tungku Jadul

alat tobong sampah djogja karya Danang Wahyu Wibowo ini mampu memusnahkan sampah 2 ton sehari dan menyulapnya menjadi batako yang bernilai ekonomi tinggi

Rahadian BagusbyGalih PriatmojoandRahadian Bagus
March 16, 2025
in headline, Sleman
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Danang Wahyu Wibowo dengan alat pengolah sampah inovasinya bernama Tobong Sampah Djogja

Danang Wahyu Wibowo dengan alat pengolah sampah inovasinya bernama Tobong Sampah Djogja. [populi.id/Rahadian Bagus]

0
SHARES
72
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

SLEMAN, POPULI.ID – Persoalan sampah yang melanda wilayah DIY terutama di Sleman sejak beberapa tahun terakhir menjadi kegelisahan tersendiri bagi Danang Wahyu Wibowo.

Sampah yang menumpuk dan berceceran di jalanan, termasuk di depan rumahnya, memantik kepedulian pengusaha konstruksi tersebut hingga berinovasi membuat alat pembakar sampah ramah lingkungan yang ia beri nama “Tobong Sampah Djogja”.

BERITA MENARIK LAINNYA

Warga Susukan 1 Tampil Kompak Ikuti Kirab Hari Jadi ke-78 Kalurahan Margokaton

Manajemen Absen, Mediasi Sengketa Pesangon PT MTG di Sleman Belum Temui Titik Terang

“Awalnya saya terinspirasi dari tobong bata, tungku pembakaran batu bata jaman dulu. Cara kerjanya hampir sama, makanya saya beri nama Tobong Sampah Djogja,” ujar Danang saat ditemui populi.id di workshopnya di Ngaglik, Sinduadi, Mlati, Sleman, Minggu (16/3/2024).

Tobong Sampah Djogja merupakan alat pembakaran sampah dengan sistem dua tahap. Bagian pertama adalah tungku pembakar berukuran 1,2 x 2 x 2 meter yang mampu membakar sampah hingga suhu 600 derajat Celsius.

Dindingnya terbuat dari bata tahan api, dengan dua ruang utama: ruang pembakaran yang dilengkapi burner untuk membakar sampah, dan ruang abu untuk menampung sisa pembakaran.

Bagian kedua adalah sistem pengolah asap, terdiri dari ruang berbentuk trapesium dan prisma.

“Asap dari pembakaran akan dikumpulkan di ruang trapesium, lalu masuk ke ruang prisma yang di dalamnya ada shower pengabutan air untuk mencuci asap. Harapannya, asap yang keluar sudah bersih, tidak bau, dan ramah lingkungan,” jelas Danang.

Daya tampung Tobong Sampah Djogja mencapai 250 kg per jam, sehingga dalam 8 jam kerja bisa memusnahkan hingga 2 ton sampah per hari.

“Ini cukup untuk menyelesaikan masalah sampah di tingkat dusun hanya dalam sehari,” kata lulusan Teknik Sipil Universitas Janabadra ini.

Tak hanya membakar sampah, alat ini juga menghasilkan abu yang bisa dimanfaatkan. Abu sisa pembakaran dicampur dengan semen dan pasir, kemudian dicetak menjadi bata interlock yang dapat digunakan untuk membangun tungku baru atau sebagai batako.

“Jadi alat ini tidak sekadar memusnahkan sampah, tapi juga membuka peluang usaha. Sampah bisa jadi bahan baku bisnis baru di masyarakat. Mengelola sampah adalah gerbang bisnis besar,” kata Danang.

Hingga kini, Tobong Sampah Djogja sudah diterapkan di beberapa tempat seperti SMP Negeri 10 Yogyakarta, SMA De Britto, Sekolah Al-Azhar, danDepo Sampah Tompeyan.

Dengan harga Rp 50 juta per unit, alat ini dinilai terjangkau dan bermanfaat untuk komunitas, sekolah, maupun kampung yang ingin mandiri mengelola sampahnya.

Sebagai pribadi yang hobi memilah sampah, Danang merasa miris dengan kebiasaan masyarakat dan pemerintah yang selama ini hanya mengandalkan sistem kumpul-angkut-buang.

“Sampah ini kan dulunya barang berharga, wadah makanan, pembungkus. Harusnya dihormati, jangan disia-siakan. Kalau dipilah sejak rumah tangga, pasti tidak akan jadi masalah seperti sekarang,” tegasnya.

Menurut Danang, pengelolaan sampah adalah tanggung jawab bersama. “Sampah itu bom waktu, kalau terus dibiarkan. Tapi kalau kita serius, sebenarnya bisa dikelola. Masalahnya, tidak semua orang mau belajar lika-liku sampah. Padahal, kalau dikumpulkan dan dipilah, ada nilainya,” tutupnya.

Dengan Tobong Sampah Djogja, Danang membuktikan bahwa inovasi lokal bisa menjadi solusi nyata untuk krisis sampah, sekaligus membuka mata masyarakat bahwa dari sampah pun bisa lahir peluang bisnis.

Tags: batakoDanang Wahyu WibowoMlatisampahSlemantobong sampah djogja

Related Posts

Warga Susukan 1 Tampil Kompak Ikuti Kirab Hari Jadi ke-78 Kalurahan Margokaton

Warga Susukan 1 Tampil Kompak Ikuti Kirab Hari Jadi ke-78 Kalurahan Margokaton

April 20, 2026
Mediasi tripartit sengketa pesangon PT Mataram Tunghal Garment (MTG) di Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Sleman, Jumat (17/4/2026). (Hadid Pangestu)

Manajemen Absen, Mediasi Sengketa Pesangon PT MTG di Sleman Belum Temui Titik Terang

April 17, 2026
Wakil Ketua DPRD Sleman Hasto Karyantoro berdialog bersama Dinas Lingkungan Hidup Sleman dipandu Dina Trinil serta Ciblek Vertigo di Bank Sampah Sawo Kecik Condongcatur

Punya Potensi Ekonomi Besar, Pemkab Sleman Siapkan Subsidi bagi Pengelola Bank Sampah

April 16, 2026
Wakil Ketua DPRD Sleman Hasto Karyantoro berdialog bersama Ketua Tim Kerja dari Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman Supriyanto dipandu Aditya dan Anis di Studio Alam Desa Wisata Gamplong

Desa Wisata di Sleman Tumbuh, UMKM Ikut Terdongkrak

April 16, 2026
Wakil Ketua DPRD Sleman Hasto Karyantoro berdialog bersama Kepala Dinas Koperasi dan UKM Sutiasih dipandu Dina Trinil dan Angger Sukisno dalam acara Jejak Layanan Ekonomi yang berlangsung di Warung Kopi Merapi

Penguatan UMKM Sleman Terus Digenjot, Warung Kopi Merapi Jadi Contoh Sukses

April 16, 2026
Bupati Sleman Harda Kiswaya.

Bupati Sleman Kritik Kinerja OPD, Siap Terapkan Sanksi Pemotongan TPP

April 15, 2026
Next Post
Kantor DIsnakertrans Bantul

Posko Disnakertrans Bantul Terima Tiga Aduan terkait THR

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
Berikut 10 SMP unggulan di Bantul yang bisa dijadikan acuan sebelum mendaftar SPBM 2025.

Inilah 7 SMP Unggulan di Bantul yang Paling Diburu Jelang SPMB 2025

June 9, 2025
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo.

Penetapan UMK dan UMP DIY 2026 Berpotensi Mundur, Wali Kota Yogyakarta Berharap Ada Kenaikan

December 12, 2025

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.