• Tentang Kami
Senin, Agustus 31, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home headline

Benarkah Pertamax Bermasalah? Ini Kesaksian Pemudik Setelah Tempuh Ratusan Kilometer

Sebelumnya kencang beredar isu mengenai adanya oplosan pertamax. Kabar tersebut pun sempat menimbulkan keresahan para pengguna pertamax

byGalih Priatmojo
April 1, 2025
in headline, Nasional
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Seumlah kendaraan antre mengisi bahan bakar pertamax di SPBU Ambarketawang, Gamping, Sleman, Sabtu (29/3/2025).

Seumlah kendaraan antre mengisi bahan bakar pertamax di SPBU Ambarketawang, Gamping, Sleman, Sabtu (29/3/2025).. [populi.id/rahadian bagus]

0
SHARES
18
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

YOGYAKARTA, POPULI.ID – Di tengah isu yang beredar mengenai kualitas Pertamax, sejumlah pemudik yang menggunakan bahan bakar ini justru merasakan manfaatnya dalam perjalanan panjang. Mereka menilai Pertamax lebih irit, tarikannya lebih enteng, serta membuat mesin lebih awet. 

Arifian seorang pemudik asal Jawa Barat yang mudik ke Yogyakarta. Pengguna Honda CRV tersebut sudah terbiasa menggunakan Pertamax untuk bahan bakarnya. 

BERITA MENARIK LAINNYA

Gubernur DIY Sri Sultan HB X Lantik Sembilan Pejabat Eselon II di Lingkungan Pemda DIY

Pakuwon Mall Bantah Pemasangan Pagar Terkait Isu Antisipasi Kerusuhan

“Biasa pakai pertamax mas jadi ngga mau mencoba yang lain,” ungkapnya, Sabtu (29/3/2025).

Disinggung mengenai isu pertamax oplosan beberapa waktu lalu, Fian mengaku tak terlalu risau. Menurutnya tak ada masalah berarti di kendaraannya.

“karena sudah terbiasa jadi ngga terlalu risau. Insya Allah percaya dengan Pertamax,” katanya.

Terkait kelebihan Pertamax, Fian menyebut performa kendaraan terutama di mesin bagus. 

Apalagi menurut montir bengkel langganannya, penggunaan pertamax membuat mesin kendaraannya tak mudah kotor.

“Kalau menurut montir saya mesinnya tidak gampang kotor, akselerasinya juga lebih bagus,” jelasnya. 

Hal senada juga diungkapkan Ardy, pemudik asal Gading Playen yang mudik ke Lombok dengan kendaraan pribadi. Menurutnya, konsumsi bahan bakar lebih hemat ketika menggunakan Pertamax. Meski hanya saat lebaran dia pulang ke Lombok namun dia selalu menggunakan Pertamax daripada Pertalite. Meski harganya sedikit lebih mahal dibanding Pertalite namun menurutnya bukan persoalan. 

“Pakai Pertalite habis Rp 1 juta, tapi kalau pakai Pertamax kurang dari itu, lebih irit. Tarikannya enak, nggak ngeden kalau di tanjakan, pokoknya enak buat perjalanan jauh,” katanya. 

Herry, pemudik dari Bekasi Timur ke Patuk, Gunungkidul, juga mengandalkan Pertamax dalam perjalanannya. Performa mobil penumpang yang ia gunakan untuk mudik jadi lebih bagus. 

“Selalu pakai Pertamax, lebih irit, tarikannya enak, mobil bisa lebih dipacu, mesin lebih awet, dan lebih bersih,” ungkapnya.

Sementara itu, Bambang, yang mudik dari Cilacap ke Patuk, memilih Pertamax untuk kendaraannya yang sudah tua. Karena mesinnya lebih awet dan mampu menempuh perjalanan jarak jauh lebih nyaman. 

“Meski mobil saya hanya Carry Bagong tetapi sekarang lebih irit, tarikannya lebih enteng. Saya juga punya bengkel, jadi saya bisa lihat sendiri kalau pakai Pertamax itu mesin lebih bersih, lebih kering, dan nggak ada kerak. Jadi biaya servis juga lebih ringan,” jelasnya. 

Hendra, seorang pemudik asal Paliyan yang mudik ke Pekalongan dengan sepeda motor, pun merasakan perbedaan konsumsi bahan bakar berdasarkan jalur yang ditempuh. Tak hanya ketika mudik, dia juga menggunakan Pertamax untuk keseharian. 

“Kalau ke Pekalongan naik motor itu saya habis Rp 100 ribu. Tapi kalau pulangnya hanya Rp 80 ribu karena dari Jogja ke Pekalongan itu jalannya nanjak terus, sedangkan dari Pekalongan ke Jogja lebih banyak turunan, jadi lebih irit,” ujarnya.  

Ia menambahkan bahwa Pertamax memberikan performa lebih baik dibandingkan Pertalite. Dari sisi mesin perawatannya lebih mudah dan murah karena biasanya hanya servis ringan. 

“Senangnya pakai Pertamax itu kalau jarak jauh justru lebih irit meskipun harganya lebih mahal. Selain itu tarikannya lebih enak, lebih enteng, dan mesin juga lebih awet,” tambahnya.  

Tags: GunungkidulmudikoplosanpertamaxpertaminaYogyakarta

Related Posts

Gubernur DIY, Sri Sultan HB X, melantik sembilan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di Bangsal Kepatihan, kompleks Kantor Gubernur DIY, pada Rabu (5/8/2026).

Gubernur DIY Sri Sultan HB X Lantik Sembilan Pejabat Eselon II di Lingkungan Pemda DIY

Agustus 5, 2026
Sejumlah titik sekitar Pakuwon Mall dilakukan pemasangan pagar, Senin (3/7/2026).

Pakuwon Mall Bantah Pemasangan Pagar Terkait Isu Antisipasi Kerusuhan

Agustus 5, 2026
Pengolahan sampah perolisis memanfaatkan minyak jelantah di Bank Sampah Berlian, Tompeyan, Kota Yogyakarta, Minggu (26/7/2026).

Bank Sampah Berlian Kembangkan Inovasi Ubah Sampah Residu dan Minyak Jelantah Jadi Bahan Bakar

Juli 27, 2026
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) DIY Kusno Wibowo.

Proyek PSEL DIY Masih Matangkan Persiapan, Pembangunan Ditargetkan Dimulai Akhir 2026

Juli 27, 2026
Wamen UMKM, Helvi Moraza, saat menghadiri perjanjian kerja sama Kementerian UMKM dan Aprindo untuk menghapus biaya listing fee produk usaha mikro masuk ke ritel modern, di Teras Malioboro 1 Kota Yogyakarta, Jumat (17/7/2026) malam.

Dobrak Akses Pasar, Kementerian UMKM Bebaskan Listing Fee Ritel Modern untuk Usaha Mikro

Juli 19, 2026
Sejumlah penumpang mengantre di gate tiket setelah menggunakan layanan KAI Bandara YIA PSO, belum lama ini.

Tren Meningkat, KAI Bandara YIA PSO Layani 865.187 Penumpang Selama Januari-Juni 2026

Juli 19, 2026
Next Post
Mohan Burger satu diantara spot kuliner di kawasan Taman Embung Langensari, Yogyakarta

4 Spot Kulineran di Taman Embung Langensari

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]

9 SMP Negeri Terbaik di Sleman Berdasar Data Terbaru Tahun 2026

Februari 9, 2026
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

Juni 18, 2025
Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

Juni 4, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

Juni 12, 2025
SMP Negeri 5 Yogyakarta

7 SMP Negeri Terbaik di Kota Yogyakarta Berdasarkan Ranking TKA-TKAD 2026

Mei 6, 2026

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.