YOGYAKARTA, POPULI.ID – Pertemuan kreatif antara Metzdub dengan Sirin Farid Stevy berwujud single “Berani + Bahagia” masih berlanjut. Single yang dirilis via DoggyHouse Records pada 14 Februari 2026 lalu kembali mendapat dukungan penuh dari Tanda Tambah sebagai executive producer-nya, kali ini berupa video musik dan konser launching.
Sebelumnya pada 15 Mei 2026 diselenggarakan press conference Ranah Tambah serta menyaksikan pemutaran perdana “Berani + Bahagia” Music Video. Sutradara MV ini, Andy YKRUMK, berupaya membawa “semangat kolaborasi di lagu ke dalam tema visual dengan mengajak musisi dan seniman Yogyakarta untuk tampil menceritakan tentang arti kota Jogja bagi jiwa seni mereka”.
Terlihat ada deretan seniman Angki Purbandono, Uji Hahan & SIC, sutradara Ninndi Raras, musisi Fanny Soegi, Jiwe (The Kick), Heruwa (Shaggydog) serta Roby Talok (FSTVLST).
Hal tersebut sedikit banyak mencerminkan ekosistem seni Yogyakarta yang punya banyak talenta kreatif, yang saling berkelindan melintasi bidang dan berkongsi secara organik.
Dalam video musik itu juga terlihat penampilan dari Ndolalak Santi Rahayu, Suck Horns serta Angklung Rajawali Malioboro, menjadi semacam teaser para penampil yang akan berkolaborasi dengan Farid Stevy & Metzdub pada konser launching Berani + Bahagia.
Pada 23 Mei 2026 lalu digelarlah konser Berani + Bahagia di Asram Edupark. Sampai di parkiran Asram Edupark, kita akan diajak berjalan menyusuri labirin yang lumayan panjang menuju area stage.
Dengan ditemani penerangan yang minim di beberapa area, serasa berada di dalam hutan. Di sepanjang belokan ada signage yang diharapkan menjadi penyemangat untuk berani berjalan kaki menembus malam itu.
Setelah melewati deretan genset, disambut fringe stage kemudian area kuliner yang dipenuhi makanan mulai angkringan sampai kopi kekinian juga booth Tanda Tambah di mobil VW baru kemudian berakhir di ujung main stage.
Fringe stage terletak di samping karya instalasi bertema industrial dengan fokus ke DJ set yang bermain di sebuah gerobak turntable. Ada DJ PAWS yang membuka konser dengan berkolaborasi bersama grup Kerontjong Rajamala dari Solo, juga featuring MC BACILL. Karya instalasi partisipatoris karya Farid Stevy ini bebas untuk ditulisi kata-kata yang membuat berani tambah bahagia.
Beralih ke main stage dimana Khaemr memainkan psychedelic dengan electronic beat bersinergi dengan unit groove psychedelic funk, 3pairsoffoodzzz. Lanjut rombongan Cantabile Chorale yang tetiba menggelar paduan suara tanpa pengeras suara di depan stage layaknya membawa vibe choir jalanan ke area venue lapangan berumput. Dikerumuni penonton yang terkejut, mereka mempresentasikan beberapa cover lagu diantaranya dari Shaggydog & Sheila On 7. Sungguh penampilan yang berani!
Di panggung utama, Naughty Boy berkolaborasi dengan beberapa vokalis untuk menginterpretasi ulang lagu band mereka ala Naughty Boy. Ada Slinky Bones membawakan lagu baru The Melting Mind “In A Land”, dilanjut bersama Dhuta (The Skit) dengan repertoar “Kita di Luka Yang Sama”.
Kemudian Fanny Soegi naik panggung dengan “Dharma” disusul Heruwa bersama Metzdub yang menenteng gitar, menyajikan Dubyouth “Just Dub It”. Fanny Soegi kembali naik untuk duet “Jogja Lantai Dua” bersama Heruwa. Penampilan Naughty Boy ditutup dengan mengcover Shaggydog “Kembali Berdansa” beserta vokalis asli-nya.
Sang empu acara, Farid Stevy & Metzdub membuka set dengan “Orang Miskin Dilarang Mabuk” yang diambil dari album Kewer-Kewer-nya grup dangdut electronic besutan Kill The DJ, Libertaria. Farid mengajak Fanny Soegi, Slinky Bones, Heruwa, Kukuh Kudamai & Dhuta secara impromptu untuk melagukan NDX AKA “Terminal Giwangan”.
Farid Stevy & Metzdub bergantian cerita mengenai awal mula kolaborasi mereka bersama Tanda Tambah juga info tentang “Berani + Bahagia” MV besutan Andy YKRUMK yang sudah resmi dirilis via YouTube hari itu. Sementara itu potongan video klip diputar di screen background panggung yang dibentuk layaknya tanda tambah.
Tetiba grup Ndolalak Santi Rahayu mengokupasi panggung dengan tarian khas Purworejo mereka. Setelahnya stage dipenuhi oleh Roby Setiawan (FSTVLST), Suck Horns brass section, Angklung Rajawali Malioboro untuk mengiringi Farid Stevy dan Metzdub menyajikan “Berani + Bahagia” untuk pertama kalinya diatas panggung sekaligus menutup set mereka. Konser Berani + Bahagia ditutup oleh unit funkot Prontaxan yang membakar suasana malam itu menjadi lebih berani.
Dilihat dari deretan line up yang berasal tidak hanya dari satu genre saja, “layaknya tema single “Berani + Bahagia”, di konser ini kami ingin menghighlight tentang kebersamaan dan berani untuk berkolaborasi di ranah seni Jogja” ungkap Metzdub tentang pemilihan line up.
Suasana Jogja yang didukung dengan komunitas organik yang saling menopang, mampu memunculkan ruang-ruang pertemuan kolaborasi nan kreatif, diantaranya berupa konser Berani + Bahagia ini.










![Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]](https://populi.id/wp-content/uploads/2026/02/smp-negeri-4-pakem-120x86.png)