SLEMAN, POPULI.ID – Gelaran Prambanan Jazz Festival (PJF) 2026 di kawasan Candi Prambanan, Kabupaten Sleman, berlangsung meriah pada Sabtu (4/7/2026). Puluhan ribu orang mulai dari anak muda hingga dewasa membanjiri kawasan Taman Wisata Candi Prambanan mulai sore hingga malam hari.
Berbagai musisi nasional dan internasional mulai dari Gigi, Kahitna, Kunto Aji, Yovie and Nuno, Margie Segers, Karimata, Letto, White Shoes and The Couples Company, Societeit The Harmonie, Joey Alexander, hingga Niki menguncang panggung Day 2 PJF 2026.
Antusiasme para pecinta musik terhadap festival ikonik tahunan itu sangat membludak. Bahkan tiket Presale Day 2 PJF 2026 telah ludes terjual jauh hari sebelum gelaran itu dimulai. Sedangkan tiket pada Day 3 diketahui masih tersedia dengan jumlah terbatas.
Gelaran PJF 2026 diproyeksikan bisa menyedot lebih dari 85 ribu pengunjung. Target tersebut diketahui lebih tinggi dibanding capaian PJF 2025 lalu yang mampu menarik 76 ribu pengunjung. Tak sekadar menampilkan musik, gelaran PJF juga mampu memberikan dampak positif terhadap pelaku UMKM dan jasa akomodasi hotel di sekitar Candi Prambanan.
Founder Prambanan Jazz Festival, Anas Alimi, mengungkapkan rasa haru dan bahagia atas dampak masif yang dihasilkan dalam gelaran PJF tahun ini. Diaa mengaku menerima banyak pesan langsung atau Direct Message (DM) dari para pemilik penginapan lokal di sekitar Candi Prambanan.
“Saya terharu banyak DM masuk, bukan dari hotel-hotel bintang lima, tapi dari penginapan dan homestay sekitar yang semuanya sold out. Beberapa restoran dan rumah makan yang tempatnya jauh di Turi bahkan melaporkan full booked sampai hari Minggu,” ujar Anas.
Anas menambahkan bahwa esensi dari PJF bukan sekadar menyajikan hiburan musik. Melainkan bisa berdampak dan menghidupkan ekosistem di sekelilingnya.
“Artinya, Prambanan Jazz sudah bisa diterima dan pastinya tidak hanya membawa kebahagiaan (joy) untuk yang menonton, tapi juga bagi seluruh ekosistem di sekitarnya,” paparnya.
Direktur Komersial Injourney Destination Management, Gistang Richard Panutur, menjelaskan bahwa music tourism saat ini menjadi salah satu sektor yang paling diminati masyarakat sekaligus memperkuat pilar pariwisata nasional. Oleh karena itu, dia optimis target 85 ribu pengunjung selama tiga hari gelaran PJF 2026 bisa tercapai.
“Dampak dari kegiatan itu tidak hanya dirasakan oleh penyelenggara atau kami sebagai pengelola destinasi. Melainkan melampaui itu; dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat secara sosial dan ekonomi, terutama terhadap ekonomi pariwisata,” kata Gistang.
Menurutnya, kehadiran ribuan wisatawan dan penonton PJF yang menghabiskan waktu rata-rata tiga sampai empat malam di Sleman diyakini bakal memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan asli daerah (PAD).
Kendati demikian, pihak Injourney tak menampik ada tantangan besar yang harus diantisipasi selama festival berlangsung. Di antaranya mulai dari menjaga keseimbangan nilai konservasi dan budaya yang direpresentasikan oleh Candi Prambanan, serta keselarasan konsep festival dengan destinasi tersebut. Selain itu, manajemen pengunjung juga menjadi PR serius agar PJF berjalan aman, nyaman, dan memberikan pengalaman menyenangkan.
“Di Candi Prambanan, kami sangat peduli terhadap dampak lingkungan. Kami sudah mengelola sekitar 4 ton sampah per hari dan terus berupaya meminimalisir dampak lingkungan dari setiap acara yang diselenggarakan,” tandasnya. (populi.id/Dewi Rukmini)








![Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]](https://populi.id/wp-content/uploads/2026/02/smp-negeri-4-pakem-120x86.png)



