YOGYAKARTA, POPULI.ID – Pelaksanaan Sensus Ekonomi di Kota Yogyakarta telah mencapai 20,15 persen dari target pendataan. Sejumlah pejabat dan pimpinan instansi di wilayah DIY juga telah mengikuti proses pendataan yang dilakukan oleh petugas.
Kepala BPS Kota Yogyakarta, Joko Prayitno, mengatakan pendataan telah dilakukan terhadap sejumlah tokoh penting, mulai dari Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, hingga Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo.
“Hampir semua pejabat atau pimpinan memberikan jawaban dengan baik. Kemarin mulai Ngarsa Dalem, Pak Wali, Pak Wakil Wali Kota, Pak Kajati, dan Pak Wakil Gubernur semuanya sudah memberikan jawaban sensus,” ujar Joko saat ditemui pada Rabu (1/7/2026).
Menurutnya, capaian sementara sebesar 20,15 persen tersebut masih sesuai dengan target yang telah ditetapkan. BPS menargetkan proses pendataan selesai dalam waktu 2,5 bulan dengan capaian harian yang terus dipantau.
Joko mengungkapkan, sejak sensus ekonomi dimulai, petugas di lapangan belum menemukan adanya penolakan dari masyarakat. Untuk mempermudah proses pendataan, petugas terlebih dahulu memberikan penjelasan terkait tujuan sensus dan item pertanyaan yang diajukan.
“Dengan literasi statistik yang kami sampaikan, alhamdulillah masyarakat Yogyakarta yang tingkat pendidikannya cukup tinggi bisa menerima dan memahami pentingnya sensus ini,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa sebagian pertanyaan dalam sensus menyangkut kondisi ekonomi keluarga sehingga bagi sebagian warga hal tersebut mungkin terasa baru. Namun hingga saat ini masyarakat dinilai tetap kooperatif dalam memberikan jawaban.
“Karena dalam sensus ini pendataan juga mencakup ekonomi keluarga, mungkin ada yang merasa baru pertama kali ditanya. Tetapi sejauh ini aman dan masyarakat bisa menjawab dengan baik,” tambahnya.
Joko menegaskan bahwa sensus ekonomi merupakan agenda nasional yang diselenggarakan secara berkala setiap 10 tahun sekali. Karena itu, masyarakat tidak perlu ragu menerima kedatangan petugas sensus dan memberikan informasi yang dibutuhkan.
Selain menggali kondisi ekonomi masyarakat, petugas juga mendata aktivitas usaha yang dijalankan warga. Pendataan dilakukan berdasarkan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) untuk memetakan perkembangan sektor ekonomi terkini.
Dari hasil pendataan sementara, BPS menemukan adanya pergeseran aktivitas usaha masyarakat dari sektor konvensional menuju sektor berbasis digital. Fenomena tersebut menjadi salah satu aspek penting yang ingin dipotret dalam sensus ekonomi tahun ini.
“Sekarang banyak masyarakat yang beralih ke sektor digital dan memanfaatkan teknologi, misalnya berjualan secara online. Sepuluh tahun lalu aktivitas seperti itu belum banyak ditemukan, sehingga perlu kami data secara lebih rinci,” jelasnya.
Untuk memastikan tidak ada aktivitas ekonomi yang terlewat, petugas sensus juga menerapkan metode probing atau pendalaman pertanyaan saat melakukan wawancara dengan responden. (populi.id/Hadid Pangestu)
![Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Yogyakarta Joko Prayitno saat diwawancarai, Rabu (1/7/2026). [populi.id/Hadid Pangestu]](https://populi.id/wp-content/uploads/2026/07/Joko-Prayitno-750x435.png)







![Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]](https://populi.id/wp-content/uploads/2026/02/smp-negeri-4-pakem-120x86.png)



