• Tentang Kami
Wednesday, August 12, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home headline

Cerita Wali Kota Yogyakarta Ditanya Hal Tak Terduga Saat Ikuti Sensus Ekonomi 2026

Hasto menuturkan, data mikro yang terkumpul dalam Sensus Ekonomi 2026 akan sangat bermanfaat untuk Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta.

byredaksi
June 26, 2026
in headline, Kota Yogyakarta
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, didampingi Kepala BPS Kota Yogyakarta, Joko Prayitno, saat didatangi petugas Sensus Ekonomi 2026, belum lama ini.

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, didampingi Kepala BPS Kota Yogyakarta, Joko Prayitno, saat didatangi petugas Sensus Ekonomi 2026, belum lama ini.

0
SHARES
6
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

YOGYAKARTA, POPULI.ID – Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, tak luput dari pendataan Sensus Ekonomi 2026 yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Yogyakarta.

Orang nomor satu di Kota Yogyakarta itu menerima kedatangan petugas Sensus Ekonomi 2026 di Rumah Dinas Wali Kota pada Selasa (23/6/2026).

BERITA MENARIK LAINNYA

Gubernur DIY Sri Sultan HB X Lantik Sembilan Pejabat Eselon II di Lingkungan Pemda DIY

Pakuwon Mall Bantah Pemasangan Pagar Terkait Isu Antisipasi Kerusuhan

Hasto mengatakan telah membeberkan semua data yang diminta oleh petugas Sensus Ekonomi 2026, mulai dari hal umum hingga data yang bersifat rahasia semisal profit usaha. Bahkan, Hasto mengaku sempat mendapatkan pertanyaan tak terduga dari petugas.

“Saya aja ditanya jualan mangga tidak, ada usaha pertanian, atau jualan pisang tidak. Saya jawab mboten (tidak),” ungkapnya.

Hasto pun mengimbau masyarakat Kota Yogyakarta untuk jangan ragu menerima kedatangan petugas Sensus Ekonomi 2026 dan menjawab pertanyaan dengan baik serta jujur. Sebab, data yang dicatat oleh petugas Sensus Ekonomi akan terjamin kerahasiaannya.

“Maka gunakan kesempatan itu sebaik-baiknya. Karena momentum itu hanya 10 tahun sekali, sayang kalau seandainya ada warga yang tidak bersedia di data maka akan hilang informasi dalam 10 tahun. Itu kan sangat disayangkan,” ujarnya.

Hasto menuturkan, data mikro yang terkumpul dalam Sensus Ekonomi 2026 akan sangat bermanfaat untuk Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta. Sebab, data-data tersebut menyangkut masalah penghasilan, kepemilikan aset serta usaha, dan bakal menjadi profil masyarakat yang tinggal di Bumi Mataram. Dia berharap hasil kumpulan data itu bisa dikategorikan dalam bentuk desil-desil.

“Kalau data itu bisa dikelompokkan dalam bentul desil yang mencerminkan keadaan, kemampuan ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat, tentu kami akan lebih presisi dalam memberikan suatu bantuan,” katanya.

Dia tak menampik, saat ini banyak masyarakat yang merasa tidak mampu namun belum mendapatkan bantuan dari pemerintah. Di sisi lain, juga banyak laporan mengenai orang sudah mampu tapi masih saja mendapatkan bantuan sosial.

“Nah dengan Sensus Ekonomi itu akan benar-benar memperhalus data (agar tepat sasaran). Saya kira hal itu juga penting bagi kami untuk menentukan kebijakan,” papar dia.

Kepala BPS Kota Yogyakarta, Joko Prayitno, mengungkapkan ada sebanyak 342 petugas Sensus Ekonomi yang diterjunkan di wilayah Kota Yogyakarta hingga Agustus 2026 mendatang. Hingga Selasa (23/6/2026), progres pendataan Sensus Ekonomi 2026 di Kota Yogyakarta tercatat sudah mencapai 6,35 persen.

“Semoga sampai selesai pada Agustus 2026 mendatang bisa melejit,” harapnya.

Joko mengungkapkan, pada sensus ekonomi kali ini ada beberapa pembaruan untuk mengakurasi data. Di antaranya dalam sisi coverage, sensus kali ini tidak hanya mendata kegiatan ekonomi non-pertanian. Namun, kegiatan usaha pertanian baik di desa maupun di kota juga menjadi materi pendataan.

Selain itu, kondisi ekonomi keluarga, perumahan, pendidikan, serta kepemilikan aset juga menjadi materi pertanyaan petugas.

“Jadi sekarang lebih luas, kalau dulu kan cuma kegiatan ekonomi saja. Sekarang kami juga memakai teknologi untuk pendataan. Kalau zaman dulu dokumen pendataan discan atau dientry dulu, tapi sekarang validasi data menggunakan gadget. Ketika error bisa ditambahkan,” tandasnya. (populi.id/Dewi Rukmini)

Tags: hasto wardoyoJoko Prayitnosensus ekonomiwali kota yogyakartaYogyakarta

Related Posts

Gubernur DIY, Sri Sultan HB X, melantik sembilan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di Bangsal Kepatihan, kompleks Kantor Gubernur DIY, pada Rabu (5/8/2026).

Gubernur DIY Sri Sultan HB X Lantik Sembilan Pejabat Eselon II di Lingkungan Pemda DIY

August 5, 2026
Sejumlah titik sekitar Pakuwon Mall dilakukan pemasangan pagar, Senin (3/7/2026).

Pakuwon Mall Bantah Pemasangan Pagar Terkait Isu Antisipasi Kerusuhan

August 5, 2026
Pengolahan sampah perolisis memanfaatkan minyak jelantah di Bank Sampah Berlian, Tompeyan, Kota Yogyakarta, Minggu (26/7/2026).

Bank Sampah Berlian Kembangkan Inovasi Ubah Sampah Residu dan Minyak Jelantah Jadi Bahan Bakar

July 27, 2026
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) DIY Kusno Wibowo.

Proyek PSEL DIY Masih Matangkan Persiapan, Pembangunan Ditargetkan Dimulai Akhir 2026

July 27, 2026
Wamen UMKM, Helvi Moraza, saat menghadiri perjanjian kerja sama Kementerian UMKM dan Aprindo untuk menghapus biaya listing fee produk usaha mikro masuk ke ritel modern, di Teras Malioboro 1 Kota Yogyakarta, Jumat (17/7/2026) malam.

Dobrak Akses Pasar, Kementerian UMKM Bebaskan Listing Fee Ritel Modern untuk Usaha Mikro

July 19, 2026
Sejumlah penumpang mengantre di gate tiket setelah menggunakan layanan KAI Bandara YIA PSO, belum lama ini.

Tren Meningkat, KAI Bandara YIA PSO Layani 865.187 Penumpang Selama Januari-Juni 2026

July 19, 2026
Next Post
Tim dari Kejati DIY melakukan penyegelan terhadap alat produksi susu pada factory sharing yang terletak di Pakem, Sleman, Kamis (25/6/2026)

6 Fakta Factory Sharing Susu di Sleman yang Diusut Kejati DIY atas Dugaan Korupsi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]

9 SMP Negeri Terbaik di Sleman Berdasar Data Terbaru Tahun 2026

February 9, 2026
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
SMP Negeri 5 Yogyakarta

7 SMP Negeri Terbaik di Kota Yogyakarta Berdasarkan Ranking TKA-TKAD 2026

May 6, 2026

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.