• Tentang Kami
Wednesday, June 10, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home headline

Geger Soal ASPD SMP di Yogyakarta Diduga Bocor: Jerih Payah Siswa dan Reputasi Kota Pendidikan Terancam

Mencuat kabar adanya dugaan keterlibatan guru terkait kabar kebocoran soal ASDP di Kota Yogyakarta

byGalih Priatmojo
May 8, 2025
in headline, Kota Yogyakarta
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Dugaan soal ASPD di Kota Yogyakarta bocor

Dugaan soal ASPD di Kota Yogyakarta bocor. [x/@glvtochulsoo]

0
SHARES
21
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

YOGYAKARTA, POPULI.ID – Dugaan kebocoran soal Asesmen Standarisasi Pendidikan Daerah (ASPD) tingkat SMP di Yogyakarta yang mencuat di media sosial pada Selasa (6/5/2025), memantik perhatian publik.

Kasus tersebut menimbulkan keresahan di kalangan orang tua hingga mengguncang kepercayaan terhadap sistem pendidikan Yogyakarta yang dikenal sebagai barometer nasiona.

BERITA MENARIK LAINNYA

Malioboro Steril Kendaraan Bermotor pada Akhir November 2026, Diganti Becak Listrik

Kasus Korupsi Kepala BGN Jadi Bahasan dalam Pertemuan Kepala Daerah se-Jawa di Yogyakarta

Sejumlah tangkapan layar yang beredar di platform X menunjukkan dugaan kebocoran soal ASPD mata pelajaran matematika tersebut berasal dari sebuah SMP negeri di Kota Yogyakarta.

SMP Negeri 10 dan Dugaan Keterlibatan Guru

Kepala sekolah SMP Negeri 10 Yogyakarta, Edy Thomas Suharta, membenarkan bahwa satu guru dari sekolahnya terlibat dalam tim penyusun soal ASPD.

Namun, ia menegaskan bahwa guru tersebut telah dikarantina selama proses penyusunan.

Terkait tangkapan layar percakapan WhatsApp yang menunjukkan kemiripan soal, Edy menilai bukti tersebut belum cukup kuat.

“Ada kemiripan bentuk, tetapi kemiripan tak berarti kebocoran,” ujarnya.

“Kasus ini masih ditelusuri. Karena beredar di media sosial, validitasnya belum terverifikasi. Namun, kami tetap menjunjung integritas,” imbuhnya.

Disdikpora DIY Klarifikasi dan Telusuri

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) DIY, Suhirman, membenarkan bahwa satu diantara guru SMP Negeri 10 Yogyakarta terlibat dalam tim penyusun soal ASPD.

“Guru tersebut menyatakan tidak membocorkan soal apa pun,” tegasnya.

Ia menambahkan, proses penyusunan soal dilakukan dengan pengamanan ketat.

“Selama penyusunan, para guru dikarantina. Setelah karantina usai, seluruh soal yang dibahas dimusnahkan,” ujarnya.

Disdikpora telah mengumpulkan data sejak Selasa sore hingga Rabu pagi, namun ia menyebut masih diperlukan verifikasi lanjutan.

“Soal yang dimaksud dan sumbernya belum kami telusuri secara langsung. Semua masih dalam tahap pencocokan,” jelasnya.

Pemerintah Kota Yogyakarta dan Pemda DIY Bergerak

Kepala Disdikpora Kota Yogyakarta, Budi Santosa Asrori, menyatakan pihaknya tengah menelusuri dugaan kebocoran soal yang ramai beredar.

“Pemda DIY dan Pemkot Yogyakarta sedang mengumpulkan fakta-fakta terkait,” ujarnya.

Ia menegaskan, jika ditemukan pelanggaran, tindakan tegas akan diambil.

“Hasil penelusuran akan menjadi dasar penindakan sesuai ketentuan. Pemkot berkomitmen menegakkan peraturan yang berlaku,” tambahnya.

Wali Kota Minta Usut Tuntas

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, turut angkat suara. Ia meminta pengusutan menyeluruh atas dugaan kebocoran soal.

“Dugaan kebocoran harus ditelusuri hingga tuntas. Saya sudah meminta Kepala Dinas Pendidikan untuk menyelidikinya secara serius,” ujarnya.

Menurutnya, pelacakan pelaku bukan hal yang sulit.

“Pembuat soal dapat diidentifikasi, begitu pula pihak yang diduga membocorkannya,” jelasnya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk mencermati apakah soal yang beredar benar-benar identik dengan soal ujian.

Reaksi Siswa dan Pembinaan oleh Polisi

Kasus dugaan kebocoran soal ASPD memicu reaksi dari para pelajar. Kasi Humas Polresta Jogja, AKP Sujarwo menyampaikan, sejumlah pelajar sempat mendatangi SMP Negeri 10 Yogyakarta setelah mendapat ajakan aksi dari grup WhatsApp.

“Polsek Umbulharjo telah mengamankan beberapa pelajar dan melakukan pembinaan dengan didampingi orang tua,” imbuhnya.

Bentuk Tim Independen Jika Tak Ada Aksi Nyata

Aktivis dari Jogja Corruption Watch, Kamba menyayangkan lambatnya penelusuran.

“Kalau memang pihak sekolah mengatakan tidak ada guru yang membocorkan, saya rasa itu penting untuk ditelusuri lagi, karena tadi belum terjawab apakah ada soal yang mirip, atau sama,” katanya.

Ia mengancam akan membentuk tim independen jika pemerintah tak segera mengambil sikap.

“Kalau ada kasus ini harus dilihat lagi apakah Jogja layak atau tidak sebagai barometer ujian kompetensi akademik tahun depan,” tandasnya.

ASPD jenjang SMP/MTs DIY tahun ini dilaksanakan serempak pada 5, 6, dan 7 Mei 2025 dengan moda online atau semi online.

Namun bagi para siswa dan orang tua, nilai keadilan jauh lebih penting dari sekadar sistem.

Dugaan kebocoran soal menjadi preseden buruk yang harus segera ditangani dengan transparansi dan ketegasan, agar kredibilitas pendidikan di Yogyakarta tidak runtuh hanya karena satu celah.

Tags: ASPDDisdikporahasto wardoyokebocoranSMP Negeri 10 YogyakartaYogyakarta

Related Posts

Sejumlah pengayuh becak sedang mangkal atau menunggu penumpang di kawasan Jalan Malioboro, Kota Yogyakarta, pada Senin (8/6/2026).

Malioboro Steril Kendaraan Bermotor pada Akhir November 2026, Diganti Becak Listrik

June 9, 2026
YOGYAKARTA, POPULI.ID - Kasus dugaan korupsi yang menyeret mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menjadi sorotan dalam agenda pertemuan Kepala Daerah se-Jawa Bali di Kantor Gubernur DIY, pada Kamis (4/6/2026). Kasus tersebut disinggung langsung di hadapan para pemimpin daerah sebagai pengingat keras dalam menyusun kebijakan publik. Hal itu disampaikan langsung oleh Bupati Indramayu, Lucky Hakim, usai kegiatan. Dia mengungkapkan, dalam agenda silahturahmi Forkopimda se-Jawa Bali itu diisi dengan beberapa paparan dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan sejumlah menteri. Seperti diketahui, pertemuan itu dihadiri sejumlah menteri dan gubernur di wilayah Jawa dan Bali. Antara lain Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia (Mendagri) Tito Karnavian, Menteri Koordinator Bidang dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, dan Kepala Badan Pusat Statistik Republik Indonesia (BPS RI) Amalia Adininggar Widyasanti. Dalam kegiatan itu tampak hadir Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Bali I Wayan Koster, dan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X. Sedangkan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Gubernur DKI Pramono Anung, serta Gubernur Banten Andra Soni tidak terlihat menghadiri kegiatan itu. "Pada dasarnya memotivasi kami semua para kepala daerah. Secara umum, yang saya tangkap adalah kami dibayar oleh rakyat, jadi jangan sekali-kali sakiti hati rakyat," ungkapnya. Selain membahas isu-isu strategis seperti penanganan hoaks, penguatan kepemimpinan daerah (pimda), dan pencegahan konflik melalui Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB). Forum tersebut juga secara khusus menyoroti gaya hidup flexing atau pamer aparat negara dan akuntabilitas kebijakan. Kasus penangkapan Dadan Hindayana bersama dua mantan Wakil Kepala BGN, Sonny Sanjaya dan Lodewyk Pusung, atas kasus dugaan korupsi tata kelola program MBG juga dijadikan contoh nyata agar para kepala daerah lebih mawas diri. Poin penekanan yang diberikan terkait pentingnya menjaga benteng pertahanan, baik secara personal maupun sistemik. "Salah satu yang disinggung seperti itu (soal kasus MBG). Jadi maksudnya bahwa jaga-jaga diri baik secara sistem, jangan sampai kami salah membuat kebijakan. Karena ada beberapa kebijakan yang kami tidak bermaksud tapi kebijakannya salah, bisa memperkaya pihak lain. Apalagi kalau ada mensrea (niat jahat)," jelasnya. Dia menyebut menjadi kepala daerah itu bukan hal yang mudah. Karena seluruh kepala daerah diharapkan dapat bekerja lebih all-out dan selektif dalam merancang program kerja demi memastikan setiap anggaran negara benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. "Kalau kami bikin program, sebenarnya itu bermanfaat atau tidak. Walaupun suratnya lengkap, barangnya ada, tapi kalau ternyata sudah diadakan tapi tidak berguna untuk masyarakat, nanti malah menjadi salah satu tindakan koruptif," katanya. "Memang tidaj ada korupsi secara langsung tapi koruptif. Untuk apa kami belanja sesuatu yang sebenarnya tidak dibutuhkan oleh masyarakat, begitu kurang lebih," tandasnya.

Kasus Korupsi Kepala BGN Jadi Bahasan dalam Pertemuan Kepala Daerah se-Jawa di Yogyakarta

June 5, 2026
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, saat berbincang dengan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, pada Kamis (4/6/2026).

Menteri PKP Maruarar Sirait Klaim Realisasi Program KUR Perumahan dan Bedah Rumah di DIY Tertinggi pada 2026

June 5, 2026
Sejumlah Menteri dan Gubernur saat berjalan menuju ruang pertemuan bersama Kepala Daerah se-Jawa Bali di Kantor Gubernur DIY, Kamis (4/6/2026).

Menteri dan Kepala Daerah se-Jawa Bali Berkumpul di Kantor Gubernur DIY, Bahas Identifikasi Masalah Lokal

June 5, 2026
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, secara simbolis menyerahkan TNKTB kepada perwakilan komunitas bentor Kota Yogyakarta dalam kegiatan penyaluran 50 unit becak listrik dan pemusnahan 50 bentor di KUPT Kendaraan Bermotor Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta, Rabu (3/6/2026).

Pemkot Yogyakarta Salurkan 50 Unit Becak Listrik Bantuan CSR PT KAI kepada Pengayuh Bentor

June 3, 2026
Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI Fahri Hamzah melakukan pemantaun Kampung Lampion, Kotabaru, Kota Yogyakarta, DIY, Jumat (29/5/2026).

Fahri Hamzah Dorong Penataan Bantaran Sungai Code Yogyakarta Jadi Model Nasional

May 29, 2026
Next Post
Menko Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi di Tridadi, Sleman

Menko PM Muhaimin Iskandar Resmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Tridadi Sleman

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]

9 SMP Negeri Terbaik di Sleman Berdasar Data Terbaru Tahun 2026

February 9, 2026
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
Berikut 10 SMP unggulan di Bantul yang bisa dijadikan acuan sebelum mendaftar SPBM 2025.

Inilah 7 SMP Unggulan di Bantul yang Paling Diburu Jelang SPMB 2025

June 9, 2025

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.