• Tentang Kami
Tuesday, February 24, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home headline

PPP Diambang Perpecahan: Kursi Ketum Jadi Rebutan Tokoh Eksternal dan Internal

Setiap manuver bisa menjadi penentu nasib PPP ke depan, apakah kembali ke Senayan, atau tenggelam dalam sejarah.

Rahadian BagusbyRahadian Bagus
June 3, 2025
in headline, Nasional, Politainment
Reading Time: 3 mins read
A A
0
PPP Diambang Perpecahan: Kursi Ketum Jadi Rebutan Tokoh Eksternal dan Internal
0
SHARES
4
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

JAKARTA, POPULI.ID – Menjelang Muktamar Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang dijadwalkan berlangsung Agustus atau September 2025, atmosfer politik internal partai berlambang Ka’bah memanas.

Kursi ketua umum yang kosong secara definitif sejak kepemimpinan Plt Muhammad Mardiono kini menjadi rebutan—bukan hanya oleh kader internal, tetapi juga oleh nama-nama dari luar partai.

BERITA MENARIK LAINNYA

Teror Berulang di BEM UGM, Siapa Dalangnya?

5 Fakta Mengejutkan Pertemuan Presiden Prabowo dengan Tokoh Oposisi, Singgung Soal Gibran

Sejumlah elite partai bahkan secara terbuka mendorong figur eksternal untuk memimpin PPP. Sekretaris Jenderal DPP PPP, Arwani Thomafi mengklaim, tak kurang dari 20 DPW menghendaki ketua umum baru dari luar partai.

Narasi ini menimbulkan kegaduhan politik di internal partai, mengingat PPP secara historis identik dengan kepemimpinan kader ulama dan loyalis partai.

Nama-nama yang digadang masuk bursa caketum datang dari beragam latar belakang: dari mantan pejabat militer hingga mantan kepala daerah dan menteri.

Ketua Majelis Pertimbangan PPP, Romahurmuziy (Rommy) bahkan menyebut nama-nama seperti Jenderal (Purn) Dudung Abdurachman, Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul), Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, hingga eks Mendag Agus Suparmanto.

Rommy menyebut, dibutuhkan “extraordinary leader” untuk mengangkat PPP dari keterpurukan, mengingat partai ini gagal menembus ambang batas parlemen pada Pemilu 2024 lalu.

“Upaya membawa PPP kembali ke Senayan bukan sekadar kerja keras, tapi perjuangan besar. Sejak reformasi 1998, belum ada satu pun partai yang mampu kembali setelah terpental dari Senayan,” ujar Rommy, Senin (26/5/2025).

Namun, gagasan membuka pintu bagi tokoh eksternal justru memantik reaksi keras.

Sinyal penolakan datang dari tokoh-tokoh yang disebut, termasuk Presiden ke-7 RI Joko Widodo dan mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Jokowi, yang namanya disebut oleh Ketua Mahkamah PPP, Ade Irfan Pulungan, enggan memberi respons serius.

“Itu urusan internal PPP,” ucap Jokowi singkat di Solo, Rabu (28/5/2025).

Sementara kubu Anies menegaskan sang mantan capres sedang fokus pada kegiatan sosial.

Penolakan juga disampaikan terang-terangan oleh Dudung dan Gus Ipul.

“Saya tidak berminat,” ujar Dudung yang kini menjadi penasihat khusus Presiden Prabowo bidang pertahanan nasional.

Gus Ipul bahkan menyebut beban menjadi ketua umum PPP terlalu berat.

“Pertanggungjawabannya besar. Saya enggak sanggup,” kata dia di Bandung, Kamis (29/5/2025).

Sikap enggan dari para tokoh eksternal ini memperuncing perdebatan di tubuh PPP.

Sementara itu, satu sisi ada dorongan segar dan pembaruan dari luar partai.

Di sisi lain, faksi internal menganggap langkah ini sebagai bentuk pengkhianatan terhadap marwah partai.

Ketua DPW PPP DKI Jakarta, Saiful Rahmat Dasuki membantah keras narasi bahwa 20 DPW mendukung tokoh eksternal.

Ia bahkan menuding Arwani Thomafi sedang memainkan siasat politik untuk mengambil alih kepemimpinan partai secara inkonstitusional.

“Ini upaya adu domba yang tak bermartabat,” tegasnya dalam konferensi pers, Rabu (14/5/2025).

Saiful menyatakan partai tetap mengacu pada keputusan Mukernas PPP pada Desember 2024 lalu, yang secara eksplisit mengamanahkan agar Plt Ketum Muhammad Mardiono melanjutkan kepemimpinan.

Ia juga menegaskan bahwa AD/ART partai masih mengatur bahwa ketua umum harus berasal dari kader internal.

Di tengah riuhnya bursa calon ketua umum, manuver Rommy dianggap sebagai biang keretakan konsolidasi.

Ketua DPC PPP Jakarta Timur, Ahmad Rifa’i menyebut langkah Rommy sebagai upaya “memperdagangkan” partai kepada publik.

“Malu rasanya PPP dijadikan komoditas dagangan. Seolah partai ini bukan warisan ulama tapi hanya alat transaksi politik,” ujarnya lewat pernyataan tertulis.

Rifa’i bahkan menyerang balik rekam jejak Rommy, mengingat keterlibatannya dalam kasus korupsi menjelang Pemilu 2019 yang dianggap memperparah anjloknya suara PPP.

“Rommy seharusnya tobat nasuha. Jangan jadi azab kedua buat PPP,” katanya.

Nada serupa datang dari Wakil Ketua Umum PPP, Rusli Effendi. Ia menilai langkah Rommy menjajakan kursi ketua umum kepada pihak eksternal sebagai tindakan tidak etis.

“Seolah PPP ini barang dagangan yang bisa ditukar dengan popularitas,” ucapnya, Senin (26/5/2025).

Pengamat politik dari Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno, menilai resistensi terhadap pencalonan eksternal bukan semata karena fanatisme kader, melainkan realisme politik.

“PPP saat ini bukan partai yang seksi. Siapa pun yang jadi ketua umum, harus siap memikul beban berat: dari membangun kembali struktur, memperkuat kaderisasi, hingga menyelamatkan eksistensi PPP menuju Pemilu 2029,” kata Adi.

Menurut Adi, penolakan para tokoh eksternal juga bisa dibaca sebagai sinyal bahwa mereka tengah berkomitmen mendukung jalannya pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

“Dudung dan Gus Ipul saat ini adalah bagian dari lingkaran kekuasaan. Fokus mereka ada pada akselerasi visi-misi Prabowo, bukan tarik-menarik internal partai,” ujarnya.

Di tengah tarik-ulur ini, satu hal menjadi jelas, yakni PPP sedang berada dalam persimpangan penting.

Muktamar 2025 bukan hanya soal memilih ketua umum baru, tapi juga tentang arah ideologis dan strategi penyelamatan eksistensi partai.

Tags: Anies BaswedanGus IpulJokowiMukmatarMuktamar PPP 2025Partai Persatuan PembangunanPPPRomahurmuziy

Related Posts

Ilustrasi simbol perlawanan dan kritik atas kebijakan yang mencederai demokrasi dan supremasi masyarakat sipil

Teror Berulang di BEM UGM, Siapa Dalangnya?

February 23, 2026
Said Didu mengungkapkan isi pertemuannya bersama tokoh oposisi saat diundang Presiden Prabowo ke kediamannya di Kertanegara akhir Januari lalu.

5 Fakta Mengejutkan Pertemuan Presiden Prabowo dengan Tokoh Oposisi, Singgung Soal Gibran

February 16, 2026
Presiden Prabowo Subianto saat berada di podium.

Mengupas Gaya Komunikasi Presiden Prabowo: Orasi Spontan, Transparansi, Kontroversi

February 13, 2026
Presiden Prabowo Subianto

Ramai-ramai Dukung Prabowo Dua Periode, Pengamat: Masih Prematur

February 10, 2026
Sidang lanjutan gugatan Citizen Lawsuit terkait ijazah Jokowi di Pengadilan Negeri Surakarta

7 Fakta Persidangan Ijazah Jokowi: Sosok Jack hingga Misteri Kacamata

February 3, 2026
Anies Baswedan saat bertemu intel yang mengikutinya di Karanganyar, Jawa Tengah.

Beda Kelas, Ini Deretan Intel Legendaris yang Tak Mungkin Kepergok Anies Baswedan

February 3, 2026
Next Post
Pakar UGM: Pemakzulan Gibran Harus Berdasar Hukum, Bukan Opini

Pakar UGM: Pemakzulan Gibran Harus Berdasar Hukum, Bukan Opini

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
Berikut 10 SMP unggulan di Bantul yang bisa dijadikan acuan sebelum mendaftar SPBM 2025.

Inilah 7 SMP Unggulan di Bantul yang Paling Diburu Jelang SPMB 2025

June 9, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo.

Penetapan UMK dan UMP DIY 2026 Berpotensi Mundur, Wali Kota Yogyakarta Berharap Ada Kenaikan

December 12, 2025

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.