• Tentang Kami
Wednesday, June 10, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home Kota Yogyakarta

Bulan Bung Karno, DPRD DIY Gelar Wayang Kulit “Semar Mbangun Khayangan”

Berbagai momen bersejarah di bulan Juni, yang menjadikan bulan ini sebagai Bulan Bung Karno.

Rahadian BagusbyRahadian Bagus
June 20, 2025
in Kota Yogyakarta
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto dari Fraksi PDI Perjuangan

Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto dari Fraksi PDI Perjuangan

0
SHARES
21
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

YOGYAKARTA, POPULI.ID – Untuk memperingati Bulan Bung Karno, DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar pagelaran wayang kulit semalam suntuk dengan lakon Semar Mbangun Khayangan.

Acara yang digelar pada Kamis (19/6/2025) di halaman DPRD DIY ini terbuka untuk umum dan dipimpin oleh dalang Ki Geter Pramuji Widodo.

BERITA MENARIK LAINNYA

Malioboro Steril Kendaraan Bermotor pada Akhir November 2026, Diganti Becak Listrik

Kasus Korupsi Kepala BGN Jadi Bahasan dalam Pertemuan Kepala Daerah se-Jawa di Yogyakarta

Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto dari Fraksi PDI Perjuangan, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya menyemarakkan nilai-nirlai Pancasila melalui pendekatan budaya.

“Gelaran wayang kulit ini adalah bagian dari upaya kita menggelorakan Pancasila. DIY sudah memiliki Perda No. 1 Tahun 2022 tentang Pendidikan Pancasila dan Wawasan Kebangsaan. Ada metode formal dan informal yang bisa dijalankan sesuai perda ini. Wayang kulit adalah salah satu jalan kebudayaan untuk mengembangkan Sinau Pancasila,” ujar Eko Suwanto.

Turut hadir dalam acara tersebut Wakil Ketua Komisi A, Hifni Muhammad Nasikh (PKB), serta anggota Komisi A, D. Radjut Sukasworo (PDI Perjuangan).

Eko menambahkan bahwa lakon Semar Mbangun Khayangan bisa dimaknai sebagai refleksi terhadap cita-cita masyarakat untuk mewujudkan kehidupan yang adil, makmur, dan bersih dari keculasan.

“Intinya, kita ingin menyampaikan pesan moral ke depan: pelanggaran etik dan pengakalan konstitusi seperti yang terjadi dalam politik kebangsaan kita tidak boleh terulang lagi,” tegas Eko.

Ia juga menyinggung pentingnya berbagai momen bersejarah di bulan Juni, yang menjadikan bulan ini sebagai Bulan Bung Karno.

Tanggal 1 Juni diperingati sebagai Hari Lahir Pancasila, yang merupakan gagasan Bung Karno dalam sidang BPUPKI tahun 1945.

Selain itu, Bung Karno lahir pada 6 Juni 1901 dan wafat pada 21 Juni 1970.

Oleh karena itu, pagelaran ini juga menjadi bentuk khaul dan doa untuk Bung Karno sebagai proklamator bangsa.

Eko juga mengajak masyarakat untuk meneladani tokoh-tokoh bangsa asal Yogyakarta seperti Sri Sultan Hamengku Buwono IX, Sri Paduka Paku Alam VIII, serta anggota BPUPKI seperti Ki Bagus Hadikusumo, Radjiman Wediodiningrat, BPH Bintoro, BPH Puruboyo, dan Ki Hadjar Dewantara.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi A, Hifni Muhammad Nasikh, menyampaikan apresiasi atas kegiatan tersebut.

Ia menyebut bahwa seni tradisi seperti wayang kulit memiliki peran penting dalam melestarikan budaya.

Di dalamnya terkandung nilai-nilai keteladanan dan pembelajaran yang disampaikan melalui drama khas pewayangan.

Ini merupakan bekal berharga untuk menyongsong masa depan.

Anggota Komisi A, D. Radjut Sukasworo, menambahkan bahwa pagelaran wayang dalam rangka Bulan Bung Karno menegaskan pentingnya nilai-nilai budaya dalam peringatan tersebut.

Menurutnya, kegiatan ini menjadi momentum untuk mengenang dan menghormati gagasan Bung Karno tentang dasar negara Pancasila, menumbuhkan semangat nasionalisme dan patriotisme, serta mendorong internalisasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Radjut juga menilai bahwa peringatan ini dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk memahami sejarah perjuangan Bung Karno, sekaligus membangkitkan semangat dan perhatian mereka terhadap seni pedalangan sebagai bagian penting dari jati diri bangsa.

“Wayang di Bulan Bung Karno adalah simbol pentingnya budaya sebagai sarana pendidikan dan pembentukan karakter bangsa,” pungkasnya.

Tags: BulanBungKarnoDPRDIYKiGeterPramujiWidodoPagelaranWayang2025PancasilaPendidikanPancasilaSemarMbangunKhayanganSinauPancasilaWarisanBudayaIndonesiaWayangKulitJogjaWayangUntukBangsaYogyakarta

Related Posts

Sejumlah pengayuh becak sedang mangkal atau menunggu penumpang di kawasan Jalan Malioboro, Kota Yogyakarta, pada Senin (8/6/2026).

Malioboro Steril Kendaraan Bermotor pada Akhir November 2026, Diganti Becak Listrik

June 9, 2026
YOGYAKARTA, POPULI.ID - Kasus dugaan korupsi yang menyeret mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menjadi sorotan dalam agenda pertemuan Kepala Daerah se-Jawa Bali di Kantor Gubernur DIY, pada Kamis (4/6/2026). Kasus tersebut disinggung langsung di hadapan para pemimpin daerah sebagai pengingat keras dalam menyusun kebijakan publik. Hal itu disampaikan langsung oleh Bupati Indramayu, Lucky Hakim, usai kegiatan. Dia mengungkapkan, dalam agenda silahturahmi Forkopimda se-Jawa Bali itu diisi dengan beberapa paparan dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan sejumlah menteri. Seperti diketahui, pertemuan itu dihadiri sejumlah menteri dan gubernur di wilayah Jawa dan Bali. Antara lain Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia (Mendagri) Tito Karnavian, Menteri Koordinator Bidang dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, dan Kepala Badan Pusat Statistik Republik Indonesia (BPS RI) Amalia Adininggar Widyasanti. Dalam kegiatan itu tampak hadir Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Bali I Wayan Koster, dan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X. Sedangkan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Gubernur DKI Pramono Anung, serta Gubernur Banten Andra Soni tidak terlihat menghadiri kegiatan itu. "Pada dasarnya memotivasi kami semua para kepala daerah. Secara umum, yang saya tangkap adalah kami dibayar oleh rakyat, jadi jangan sekali-kali sakiti hati rakyat," ungkapnya. Selain membahas isu-isu strategis seperti penanganan hoaks, penguatan kepemimpinan daerah (pimda), dan pencegahan konflik melalui Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB). Forum tersebut juga secara khusus menyoroti gaya hidup flexing atau pamer aparat negara dan akuntabilitas kebijakan. Kasus penangkapan Dadan Hindayana bersama dua mantan Wakil Kepala BGN, Sonny Sanjaya dan Lodewyk Pusung, atas kasus dugaan korupsi tata kelola program MBG juga dijadikan contoh nyata agar para kepala daerah lebih mawas diri. Poin penekanan yang diberikan terkait pentingnya menjaga benteng pertahanan, baik secara personal maupun sistemik. "Salah satu yang disinggung seperti itu (soal kasus MBG). Jadi maksudnya bahwa jaga-jaga diri baik secara sistem, jangan sampai kami salah membuat kebijakan. Karena ada beberapa kebijakan yang kami tidak bermaksud tapi kebijakannya salah, bisa memperkaya pihak lain. Apalagi kalau ada mensrea (niat jahat)," jelasnya. Dia menyebut menjadi kepala daerah itu bukan hal yang mudah. Karena seluruh kepala daerah diharapkan dapat bekerja lebih all-out dan selektif dalam merancang program kerja demi memastikan setiap anggaran negara benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. "Kalau kami bikin program, sebenarnya itu bermanfaat atau tidak. Walaupun suratnya lengkap, barangnya ada, tapi kalau ternyata sudah diadakan tapi tidak berguna untuk masyarakat, nanti malah menjadi salah satu tindakan koruptif," katanya. "Memang tidaj ada korupsi secara langsung tapi koruptif. Untuk apa kami belanja sesuatu yang sebenarnya tidak dibutuhkan oleh masyarakat, begitu kurang lebih," tandasnya.

Kasus Korupsi Kepala BGN Jadi Bahasan dalam Pertemuan Kepala Daerah se-Jawa di Yogyakarta

June 5, 2026
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, saat berbincang dengan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, pada Kamis (4/6/2026).

Menteri PKP Maruarar Sirait Klaim Realisasi Program KUR Perumahan dan Bedah Rumah di DIY Tertinggi pada 2026

June 5, 2026
Sejumlah Menteri dan Gubernur saat berjalan menuju ruang pertemuan bersama Kepala Daerah se-Jawa Bali di Kantor Gubernur DIY, Kamis (4/6/2026).

Menteri dan Kepala Daerah se-Jawa Bali Berkumpul di Kantor Gubernur DIY, Bahas Identifikasi Masalah Lokal

June 5, 2026
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, secara simbolis menyerahkan TNKTB kepada perwakilan komunitas bentor Kota Yogyakarta dalam kegiatan penyaluran 50 unit becak listrik dan pemusnahan 50 bentor di KUPT Kendaraan Bermotor Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta, Rabu (3/6/2026).

Pemkot Yogyakarta Salurkan 50 Unit Becak Listrik Bantuan CSR PT KAI kepada Pengayuh Bentor

June 3, 2026
Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI Fahri Hamzah melakukan pemantaun Kampung Lampion, Kotabaru, Kota Yogyakarta, DIY, Jumat (29/5/2026).

Fahri Hamzah Dorong Penataan Bantaran Sungai Code Yogyakarta Jadi Model Nasional

May 29, 2026
Next Post
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Presiden Federasi Rusia Vladimir Putin bertemu dalam suasana hangat dan penuh keakraban di Istana Konstantinovsky, St. Petersburg, pada Kamis, 19 Juni 2025. Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev

Misi Perdana di Rusia, Presiden Prabowo Bangun Babak Baru Diplomasi Strategis Indonesia

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]

9 SMP Negeri Terbaik di Sleman Berdasar Data Terbaru Tahun 2026

February 9, 2026
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
Berikut 10 SMP unggulan di Bantul yang bisa dijadikan acuan sebelum mendaftar SPBM 2025.

Inilah 7 SMP Unggulan di Bantul yang Paling Diburu Jelang SPMB 2025

June 9, 2025

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.