• Tentang Kami
Wednesday, March 4, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home Cendekia

Mitigasi Gempa, Peneliti UMY Ciptakan Detektor Berbasis Arduino

Jika terdeteksi, sensor akan mengaktifkan sirine bertenaga listrik 220 volt dengan bunyi yang cukup keras untuk membangunkan warga, terutama saat gempa

byGalih Priatmojo
July 15, 2025
in Cendekia, headline
Reading Time: 2 mins read
A A
0
ilustrasi gedung roboh akibat gempa

ilustrasi gedung roboh akibat gempa [Dok unicef]

0
SHARES
2
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

BANTUL, POPULI.ID – Indonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat kerawanan gempa tertinggi di dunia, karena terletak di kawasan Cincin Api Pasifik atau Ring of Fire.

Kawasan ini merupakan jalur pertemuan lempeng-lempeng tektonik aktif, yang kerap memicu aktivitas seismik, mulai dari gempa bumi hingga letusan gunung berapi. Khususnya di Pulau Jawa, risiko gempa terbilang tinggi karena berada di antara Lempeng Indo-Australia dan Lempeng Eurasia yang terus bergerak sekitar 6 cm per tahun ke arah utara.

BERITA MENARIK LAINNYA

Pemkab Bantul Kaji Opsi Tiket Masuk Rp5000 per Wisata Pantai

Sisi Lain Veda Ega Pratama di Luar Sirkuit, Guru SMA Taman Madya IP: Mudah Berbaur

Pergerakan ini berpotensi menimbulkan gempa berskala besar hingga tsunami, terutama di wilayah pesisir selatan Jawa.

Melihat kondisi tersebut, penting bagi masyarakat untuk memiliki sistem mitigasi bencana yang dapat memberikan peringatan dini secara cepat dan efektif.

Menjawab kebutuhan ini, tiga dosen dari Program Studi Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), yaitu Ir. Thoharudin, Ir. Sunardi dan Fitroh Anugrah Kusuma Yudha merancang alat pendeteksi gempa sederhana namun efektif, yang saat ini telah dipasang di tiga titik strategis di Desa Geblagan, Tamantirto, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Alat ini memanfaatkan mikrokontroler Arduino Nano dan sensor getaran SW-420 yang dirancang untuk merespons getaran yang terjadi secara beruntun (lebih dari lima gelombang), sehingga tidak mudah dipicu oleh getaran kecil yang bersifat sementara.

Jika terdeteksi, sensor akan mengaktifkan sirine bertenaga listrik 220 volt dengan bunyi yang cukup keras untuk membangunkan warga, terutama saat gempa terjadi di malam hari.

“Sensor akan membaca getaran. Jika terjadi getaran beruntun, relay akan mengaktifkan sirine. Alat ini telah dipasang di titik-titik strategis seperti rumah warga, balai RT, dan rumah tokoh masyarakat,” jelas Thoharudin sebagaimana dikutip dari laman UMY, Selasa (15/7/2025).

Keunggulan dari alat tersebut tidak hanya terletak pada teknologinya yang responsif, tetapi juga pada kesederhanaan dan ketersediaan komponennya. Semua komponen, seperti Arduino Nano, sensor SW 420, relay, dan sirine dapat diperoleh dengan mudah di toko elektronik offline maupun marketplace online dengan harga terjangkau.

“Unit sensor dan kontrol dapat ditempatkan di dalam ruangan agar terlindung dari kerusakan, sementara sirine dipasang di luar agar bunyinya menjangkau lebih luas. Proses perakitannya pun hanya memerlukan waktu kurang dari seminggu,” tambahnya.

Respons warga Desa Geblagan pun sangat positif. Kehadiran sirine membuat mereka merasa lebih aman karena dapat segera mengetahui saat terjadi gempa yang berpotensi membahayakan.

Ke depan, tim pengembang berencana menyempurnakan alat ini dengan menambahkan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence). Dengan demikian, alat tidak hanya merespons getaran, tetapi juga mampu membedakan antara getaran biasa dan gempa bumi secara lebih akurat, serta mengenali pola-pola seismik yang lebih kompleks.

“Penggunaan AI akan membuat alat ini menjadi lebih cerdas dan adaptif. Ini bagian dari upaya jangka panjang untuk menciptakan sistem mitigasi bencana yang lebih tangguh,” pungkas Thoharudin.

Para dosen Teknik Mesin UMY tersebut berharap bahwa inovasi ini dapat diimplementasikan secara luas di berbagai wilayah rawan gempa di Indonesia. Selain itu, mereka juga mendorong kolaborasi lintas sektor antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat untuk memperkuat ketangguhan nasional dalam menghadapi bencana alam.

Tags: bantuldetektorgempaTamantirtoYogyakarta

Related Posts

Bupati Bantul Abdul Halim Muslih melakukan audiensi bersama sejumlah pengelola kawasan wisata pantai Selatan membahas perihal tiket masuk ke area wisata pantai yang digelar di Lobi Gedung Induk, Kompleks Parasamya I, Selasa (3/3/2026).

Pemkab Bantul Kaji Opsi Tiket Masuk Rp5000 per Wisata Pantai

March 4, 2026
pebalap Moto3 Veda Ega Pratama

Sisi Lain Veda Ega Pratama di Luar Sirkuit, Guru SMA Taman Madya IP: Mudah Berbaur

March 4, 2026
Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) pencurian di Ndalem Pujokusukan, Mergangsan, Kota Yogyakarta, Selasa (3/3/2026). (Polresta Yogyakarta)

Gamelan di Ndalem Pujokusuman Raib Digondol Pencuri, Kerugian Capai Rp2 Juta

March 3, 2026
Kepala DLH Kota Yogyakarta, Rajwan Taufiq, mengatakan penambahan volume sampah tidak signifikan selama Ramadan 2026.

DLH Kota Yogyakarta Pastikan Penambahan Volume Sampah di Bulan Ramadan Tak Melonjak

March 3, 2026
Ketua Komisi IV DPR RI Dapil DIY, Siti Hediati Soeharto atau Titiek Soeharto, didampingi Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo membagikan paket sembako kepada 450 pasukan oranye atau petugas kebersihan DLH Kota Yogyakarta, pada Minggu (1/3/2026).

Sumringah, 450 Pasukan Oranye DLH Kota Yogyakarta Terima Paket Sembako dari Titiek Soeharto

March 1, 2026
Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo. [populi.id/Hadid Pangestu]

Hasto Wardoyo Ungkap Kendala Pengembangan KDMP, Titiek Soeharto: Pelan-pelan Saja

March 1, 2026
Next Post
Panen Padi Organik Varietas Sembada Merah, Danang: Produk Unggulan Sleman Bernilai Tinggi

Panen Padi Organik Varietas Sembada Merah, Danang: Produk Unggulan Sleman Bernilai Tinggi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
Berikut 10 SMP unggulan di Bantul yang bisa dijadikan acuan sebelum mendaftar SPBM 2025.

Inilah 7 SMP Unggulan di Bantul yang Paling Diburu Jelang SPMB 2025

June 9, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo.

Penetapan UMK dan UMP DIY 2026 Berpotensi Mundur, Wali Kota Yogyakarta Berharap Ada Kenaikan

December 12, 2025

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.