• Tentang Kami
Rabu, September 9, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home headline

Kota Yogyakarta Catat Penurunan Signifikan Volume Sampah Organik Basah, Depo Jadi Lebih Bersih dan Tak Bau

Haryoko mengatakan program Mas JOS berorientasi pada pemisahan sampah organik langsung dari sumbernya, yaitu dari rumah-rumah warga.

Gregorius BramantyobyredaksiandGregorius Bramantyo
Oktober 17, 2025
in headline, Kota Yogyakarta
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta, Ahmad Haryoko.

Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta, Ahmad Haryoko. [populi.id/Gregorius Bramantyo]

0
SHARES
10
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

YOGYAKARTA, POPULI.ID – Gerakan Masyarakat Jogja Olah Sampah (Mas JOS) yang diterapkan di Kota Yogyakarta mulai menunjukkan kemajuan. Program tersebut diklaim berhasil menekan volume sampah yang masuk ke depo atau tempat penampungan sementara (TPS).

Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta, Ahmad Haryoko, menyatakan gerakan Mas JOS mampu mengurangi timbulan sampah organik basah sebanyak 15 sampai 17 ton per hari. Meski begitu, pihaknya tetap berusaha mencapai target pengurangan sampah organik basah sebesar 50 ton per hari pada akhir tahun 2025 ini.

BERITA MENARIK LAINNYA

Gubernur DIY Sri Sultan HB X Lantik Sembilan Pejabat Eselon II di Lingkungan Pemda DIY

Pakuwon Mall Bantah Pemasangan Pagar Terkait Isu Antisipasi Kerusuhan

“Kami terus kejar target sampai 50 ton per hari, karena sekarang ini emberisasi masih belum merata,” jelasnya, Jumat (17/10/2025).

Haryoko mengatakan program Mas JOS berorientasi pada pemisahan sampah organik langsung dari sumbernya, yaitu dari rumah-rumah warga. Sejak pelaksanaannya yang semakin intens, program ini mampu mengumpulkan sampah organik dari masyarakat dengan volume pengiriman antara 500 hingga 600 ember per hari.

“Program ini sangat membantu karena sampah yang sudah terpilah organiknya tidak masuk ke TPS, sehingga sampah yang residu (anorganik) di TPS menjadi lebih bersih,” katanya.

Untuk memanfaatkan sampah organik basah yang sudah terpilah dan tidak masuk ke depo, pihak terkait bekerja sama dengan beberapa offtaker yang berasal dari kalangan peternak. Saat ini ada lima offtaker aktif yang bertugas mengumpulkan sampah organik basah dari rumah warga. Mayoritas offtaker ini berasal dari luar Kota Yogyakarta karena mereka memenuhi kebutuhan peternakan dalam skala besar.

“Di dalam kota sendiri kan nggak tersedia peternakan sebesar itu,” jelas Haryoko.

Ia menegaskan penanganan sampah di Kota Yogyakarta menunjukkan perkembangan positif, dengan lima depo utama hampir seluruhnya sudah tertata dengan baik. Kuota pembuangan sampah ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi DIY hingga akhir tahun masih menyisakan kapasitas yang cukup besar.

“Kuotanya diberikan akhir September, kami menerima sekitar 3.000-an ton, tapi sampai saat ini pengiriman belum mencapai 3.000, masih ada sisa sekitar 1.000 ton,” tuturnya.

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menekankan pentingnya keberhasilan program Mas JOS, khususnya inisiatif pengumpulan sampah organik melalui emberisasi. Program ini memfokuskan pada pengumpulan limbah makanan dari rumah tangga, seperti sisa nasi dan sayur, yang sebelumnya berkontribusi besar terhadap bau dan lindi di depo.

“Kemarin hampir tertahan mendekati 15 ton per hari, dengan hampir 600 ember besar per hari tercollecting sisa nasi, sisa sayur, yang biasanya itu lari ke depo. Itulah yang membuat depo itu sering bau. Sangat berpengaruh kalau gerakan ember ini sukses, ya depo tidak bau, lindinya tidak ada, kering,” bebernya.

Tags: Ahmad HaryokoDinas Lingkungan Hiduphasto wardoyoMas JossampahYogyakarta

Related Posts

Gubernur DIY, Sri Sultan HB X, melantik sembilan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di Bangsal Kepatihan, kompleks Kantor Gubernur DIY, pada Rabu (5/8/2026).

Gubernur DIY Sri Sultan HB X Lantik Sembilan Pejabat Eselon II di Lingkungan Pemda DIY

Agustus 5, 2026
Sejumlah titik sekitar Pakuwon Mall dilakukan pemasangan pagar, Senin (3/7/2026).

Pakuwon Mall Bantah Pemasangan Pagar Terkait Isu Antisipasi Kerusuhan

Agustus 5, 2026
Pengolahan sampah perolisis memanfaatkan minyak jelantah di Bank Sampah Berlian, Tompeyan, Kota Yogyakarta, Minggu (26/7/2026).

Bank Sampah Berlian Kembangkan Inovasi Ubah Sampah Residu dan Minyak Jelantah Jadi Bahan Bakar

Juli 27, 2026
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) DIY Kusno Wibowo.

Proyek PSEL DIY Masih Matangkan Persiapan, Pembangunan Ditargetkan Dimulai Akhir 2026

Juli 27, 2026
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta Rajwan Taufiq.

Kualitas Air di Kota Yogyakarta Berstatus Waspada, DLH Dorong Warga Kelola Limbah Secara Tepat

Juli 19, 2026
Wamen UMKM, Helvi Moraza, saat menghadiri perjanjian kerja sama Kementerian UMKM dan Aprindo untuk menghapus biaya listing fee produk usaha mikro masuk ke ritel modern, di Teras Malioboro 1 Kota Yogyakarta, Jumat (17/7/2026) malam.

Dobrak Akses Pasar, Kementerian UMKM Bebaskan Listing Fee Ritel Modern untuk Usaha Mikro

Juli 19, 2026
Next Post
Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin mengikuti kegiatan ro'an atau bersih-bersih pesantren di Kendal sambut Hari Santri

Sambut Hari Santri, Wagub Jateng Taj Yasin Ikut "ro'an" di Pesantren

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]

9 SMP Negeri Terbaik di Sleman Berdasar Data Terbaru Tahun 2026

Februari 9, 2026
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

Juni 18, 2025
Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

Juni 4, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

Juni 12, 2025
SMP Negeri 5 Yogyakarta

7 SMP Negeri Terbaik di Kota Yogyakarta Berdasarkan Ranking TKA-TKAD 2026

Mei 6, 2026

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.