YOGYAKARTA, POPULI.ID – Puluhan Bupati hingga Gubernur di wilayah Jawa dan Bali berkumpul bersama dalam agenda silahturahmi dan arahan Forkopimda se-Jawa Bali di Kantor Gubernur DIY pada Kamis (4/6/2026).
Pantauan Populi.id, kegiatan itu dihadiri Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia (Mendagri) Tito Karnavian, Menteri Koordinator Bidang dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, dan Kepala Badan Pusat Statistik Republik Indonesia (BPS RI) Amalia Adininggar Widyasanti.
Dalam kegiatan itu tampak hadir Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Bali I Wayan Koster, dan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X. Sedangkan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Gubernur DKI Pramono Anung, serta Gubernur Banten Andra Soni tidak terlihat menghadiri kegiatan itu.
Sebelum acara pertemuan dimulai, para Menteri dan Gubernur yang hadir tampak memasuki Gedung Wilis Kepatihan. Kemudian mereka berjalan bersama menuju Gedhong (Gedung) Pracimasana untuk melakukan pertemuan tertutup dengan puluhan Kepala Daerah yang hadir.
Sekitar satu jam kemudian, pertemuan itu selesai. Para menteri, gubernur, dan kepala daerah terlihat keluar ruangan Gedhong Pracimasana dan meninggalkan kompleks Kepatihan.
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, menjelaskan bahwa pertemuan intensif dengan Kepala Daerah se-Jawa Bali itu bertujuan untuk mengidentifikasi berbagai persoalan strategis di tingkat lokal. Dikatakan, pertemuan itu dijadwalkan berlangsung sebanyak dua kali dalam sehari guna membahas agenda berbeda.
Raja Keraton Yogyakarta tersebut membeberkan alasan rapat koordinasi diselenggarakan di Kantor Gubernur DIY, alih-alih menggunakan fasilitas hotel seperti yang biasa dilakukan. Ternyata penunjukkan Kantor Kepatihan DIY sebagai lokasi rapat adalah permintaan langsung dari Mendagri dan Menko Polkam.
“Pertemuannya itu dua kali, ini tadi (siang) sama nanti malam. Saya kira karena acaranya memang beda. Tapi maunya Bapak Menko Polkam dan Pak Mendagri, arahan harus di kantor, tidak di hotel. Jadi ya sudah dilakukan di sini,” ungkap Sri Sultan HB X kepada awak media, Kamis (4/6/2026).
Menurut Ngarsa Dalem, pertemuan itu membahas berbagai isu menyangkut masalah pembangunan, perumahan, dan BPS. Namun karena keterbatasan waktu, arahan yang disampaikan para menteri masih bersifat makro dan belum masuk ke penjelasan teknis.
Meski begitu, fokus utama yang perlu dilakukan yakni pemetaan dan identifikasi awal terhadap tantangan yang dihadapi oleh masing-masing wilayah.
“Tapi kami identifikasi saja, misalnya yang Polkam diidentifikasi kemungkinan ada hoaks, mungkin ada berita yang tidak benar. Tapi mungkin dasarnya beda, atau alasannya beda, jadi identifikasi saja,” ucapnya.
“Sekarang bagaimana daerah itu bisa mengkonsolidasi diri, sesuai tantangan zamannya sendiri. Tapi bagaimama Forkopimda tetap bisa kompak,” tandasnya. (populi.id/Dewi Rukmini)










![Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]](https://populi.id/wp-content/uploads/2026/02/smp-negeri-4-pakem-120x86.png)

