YOGYAKARTA, POPULI.ID – Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (Wamen PKP), Fahri Hamzah, bertemu dengan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X, di Gedhong Wilis kompleks Kantor Kepatihan pada Selasa (14/7/2026). Pertemuan yang berlangsung selama dua jam lebih itu membahas beberapa hal terkait penataan kota, pengembangan hunian terjangkau, dan rencana modernisasi kawasan di Yogyakarta.
Saat ditemui usai pertemuan, Fahri Hamzah mengatakan bahwa kunjungannya sekaligus mendiskusikan buku bertema perumahan daan penataan kota yang tengah ia tulis. Fahri mengaku mengagumi Sri Sultan HB X sebagai sosok orang tua, mentor, dan guru, sehingga melaporkan beberapa pikirannya terkait perumahan dan penataan kota.
“Mengingat Yogyakarta ini salah satu warisan budaya dan kota tua di Indonesia. Sehingga kami mendapatkan banyak pikiran-pikiran dan masukan dari beliau (Sri Sultan HB X) tentang bagaimana menata perkotaan dari pengalaman yang ada,” ucap dia di Kantor Gubernur DIY, Selasa (14/7/2026).
Fahri menyebut gagasan yang ia tulis bersambung dengan pandangan Sri Sultan HB X, sehingga pembahasan berkembang menjadi diskusi yang menarik. Arah diskusinya pun selaras dengan rencana besar Presiden Prabowo Subianto untuk memperbaiki kota-kota yang ada di Indonesia, menciptakan kantong-kantong permukiman baru, dan memodernisasi masyarakat.
Beberapa program strategis nasional yang menjadi sorotan antara lain program pembangunan 3 juta rumah serta Gerakan Indonesia Asri.
“Itu akan menjadi pekerjaan besar yang transformatif ke depan. Jadi itu sebabnya tadi diskusinya cukup panjang dan serius. Sebab, beliau ternyata banyak sekali pengalamannya, termasuk observasi tentang perkembangan kehidupan masyarakat di dalam dan uar negeri,” paparnya.
Fahri menambahkan, pembahasan itu mencakup pula aspek filosofis hingga isu teknis penataan kawasan, termasuk optimalisasi kawasan pesisir, dan bantaran sungai.
“Beliau sempat menunjuk beberapa lokasi potensial untuk pengembangan kota ke depan di Yogyakarta. Peluang itu masih sangat terbuka, terutama dalam memfasilitasi masyarakat yang memerlukan hunian layak namun tetap terjangkau,” lanjutnya.
Sementara itu, Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, menjelaskan bahwa pembahasan itu masih bersifat diskusi awal yang menyentuh tatanan pandangan umun dan prinsip dasar. Kendati demikian, Sri Sultan memastikan akan ada komunikasi lanjutan untuk mematangkan konsep implementasi di lapangan.
“Ini baru pandangan awal. Nanti kalau sudah meninjau lokasi langsung, tentu akan tumbuh pikiran-pikiran yang lebih luas lagi mengenai berbagai kemungkinan, termasuk bagaimana mendesainnya,” kata Ngarsa Dalem.
Sultan memberikan gambaran bahwa aspek teknis bangunan juga akan menyesuaikan dengan kapasitas dan aturan tata ruang yang memungkinkan, semisal penentuan tinggi lantai bangunan maupun penggunaan fasilitas vertikal.
“Hal-hal teknis seperti memakai lift atau tidak, itu belum dibicarakan mendalam. Kalau pakai lift bisa tinggi, kalau tidak ya maksimum mungkin hanya 3 lantai. Kita lihat apa yang memungkinkan dan mampu dilakukan,” jelas Sultan.
Sebagai langkah awal tindak lanjut di lapangan, Sri Sultan HB X mengisyaratkan bahwa pihak kementerian nantinya akan didampingi oleh Wali Kota setempat untuk melakukan survei maupun peninjauan langsung ke lokasi-lokasi potensial yang telah dipetakan. (populi.id/Dewi Rukmini)



![Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Yogyakarta Joko Prayitno saat diwawancarai, Rabu (1/7/2026). [populi.id/Hadid Pangestu]](https://populi.id/wp-content/uploads/2026/07/Joko-Prayitno-120x86.png)



![Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]](https://populi.id/wp-content/uploads/2026/02/smp-negeri-4-pakem-120x86.png)



