YOGYAKARTA, POPULI.ID – Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sekaligus Raja Keraton Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, memberikan sederet wejangan khusus kepada pebalap bertalenta asal Gunungkidul, Veda Ega Pratama. Selain Veda, ada pebalap muda Indonesia lainnya, Mario Aji, yang juga turut bertemu Sultan.
Dalam pertemuan yang berlangsung di Keraton Kilen pada Minggu (19/7/2026) malam, Sultan menekankan pentingnya kekuatan mental dan kepercayaan diri dalam menghadapi persaingan balap dunia.
Pertemuan yang berlangsung selama hampir tiga jam tersebut diawali dengan makan malam bersama. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Homecoming Tour Local Heroes Indonesia sebelum kedua rider muda tersebut bertolak ke Sirkuit Mandalika, Nusa Tenggara Barat, untuk menjalani sesi latihan dan persiapan kompetisi Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 pada 9–11 Oktober mendatang.
Dalam nasihatnya, Sri Sultan meminta Veda dan Mario untuk membuang jauh-jauh rasa ragu dan pikiran negatif sebelum memulai balapan. Beliau menegaskan bahwa pilihan profesi sebagai pebalap menuntut tekad yang bulat tanpa keluhan.
“Jangan karena sudah pilihannya menjadi pembalap lalu mengatakan, ‘Wah itu susah, itu berat, tidak bisa.’ Ya sudah, kalah sebelum bertanding. Yang penting bagaimana punya motivasi untuk bertahan dan memenangkan setiap pertandingan,” tegas Sri Sultan, dilansir dari laman Pemda DIY, Senin (20/7/2026).
Lebih lanjut, Sultan mengingatkan agar kedua pebalap tidak merasa rendah diri atau minder saat bersaing dengan para juara dunia di level internasional. Menurutnya, setiap pebalap di lintasan memiliki risiko dan peluang yang sama.
“Kenapa kita harus berhati kecil? Tidak. Risikonya sama. Siapa yang akan juara juga bisa bergantian. Jadi kita harus fight. Motivasi untuk fight itu ada pada dirinya sendiri. Kami hanya mendukung,” ujar Sultan sembari mengingatkan mereka untuk membuang rasa ‘angel’ (sulit) dalam menghadapi tantangan.
Sultan juga mengatakan bahwa motivasi berjuang lahir dari atletnya sendiri. Pemerintah dan rakyat, tuturnya, hanya bisa mendukung dan mendoakan si atlet bisa mendapat hasil terbaik.
“Motivasi untuk fight itu ada pada dirinya sendiri, bukan kami. Kami hanya mendukung. Harapannya ya memenangkan pertandingan. Itu tidak hanya pertandingan internasional, pertandingan PON pun motivasinya juga sama,” katanya.
Menanggapi wejangan tersebut, Veda Ega Pratama, pebalap muda asal Gunungkidul yang kini berlaga di kelas Moto3, mengaku sangat termotivasi. Baginya, dukungan dari orang nomor satu di DIY ini menjadi tambahan energi untuk memberikan yang terbaik di hadapan publik sendiri nanti.
“Senang dan bangga bisa diberi kesempatan bertemu dengan Pak Gubernur. Terima kasih atas dukungannya selama ini. Kami akan memaksimalkan persiapan dan semoga hasilnya baik,” kata Veda.
Kunjungan ini bertujuan memohon doa restu sekaligus menginspirasi lahirnya talenta muda baru. Sebelum sowan ke Keraton, Veda dan Mario juga telah menyapa ratusan penggemar di Monumen Serangan Umum 1 Maret Yogyakarta. Setelah pertemuan ini, kedua pebalap dijadwalkan langsung terbang ke Mandalika untuk menjalani sesi latihan intensif selama dua hari mulai Senin (20/7/2026).






![Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Yogyakarta Joko Prayitno saat diwawancarai, Rabu (1/7/2026). [populi.id/Hadid Pangestu]](https://populi.id/wp-content/uploads/2026/07/Joko-Prayitno-120x86.png)

![Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]](https://populi.id/wp-content/uploads/2026/02/smp-negeri-4-pakem-120x86.png)



