• Tentang Kami
Saturday, January 10, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home Kota Yogyakarta

Kunjungan Sempat Stagnan, PASTHY Yogyakarta Didorong Bangkit Lewat Event dan Layanan Baru

saat ini rata-rata kunjungan di Pasar PASHTY mencapai sekitar 7.000 orang per minggu. Pada hari kerja, angka kunjungan berkisar 2.300 orang. Sementara akhir pekan bisa menembus 12 ribu pengunjung.

Gregorius BramantyobyredaksiandGregorius Bramantyo
October 28, 2025
in Kota Yogyakarta
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Pengendara melintas di depan Pasar Aneka Satwa dan Tanaman Hias Yogyakarta (PASTHY).

Pengendara melintas di depan Pasar Aneka Satwa dan Tanaman Hias Yogyakarta (PASTHY). [populi.id/Hadid Pangestu]

0
SHARES
5
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

YOGYAKARTA, POPULI.ID – Pemerintah Kota Yogyakarta terus berupaya menggairahkan kembali aktivitas di Pasar Aneka Satwa dan Tanaman Hias Yogyakarta (PASTHY) setelah beberapa waktu terakhir mengalami penurunan kunjungan. Berbagai langkah dilakukan, mulai dari penyelenggaraan event rutin, penambahan layanan publik, hingga dorongan digitalisasi pedagang.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) PASTHY, Agus Purnomo, mengungkapkan tren kunjungan masyarakat ke PASTHY cenderung stagnan, meski jumlah pengunjung masih cukup tinggi.

BERITA MENARIK LAINNYA

Satu Warga Kota Yogyakarta Positif Super Flu Pada September 2025, Dinkes Pastikan Sudah Sembuh

Aset Bank Sleman Tembus Rp1,06 Triliun Sepanjang 2025

“Akhir-akhir ini memang pasar mengalami sedikit stuck. Karena itu kami berusaha supaya Pasthy bisa ramai lagi seperti dulu,” ujar Agus, Selasa (28/10/2025).

Untuk menghidupkan kembali aktivitas pasar, pihaknya menggelar berbagai kegiatan tematik yang melibatkan komunitas dan masyarakat umum. Beberapa di antaranya yakni Festival Angkringan Yogyakarta, lomba catur pada awal November, serta rencana sejumlah acara lain yang akan digelar dalam waktu dekat.

“Kami ingin pengunjung tidak hanya datang untuk belanja, tapi juga bisa refreshing. Ada mini zoo, kuliner, playground, dan event-event komunitas,” jelasnya.

Selain kegiatan hiburan, UPT PASTHY juga menambah layanan publik di kawasan tersebut. Kini tersedia Anjungan Dukcapil Mandiri (ADM) untuk mencetak Kartu Keluarga, serta layanan Samsat keliling setiap Kamis untuk pembayaran pajak kendaraan tahunan dan lima tahunan.
“Semua kami arahkan untuk menarik minat masyarakat datang ke sini,” kata Agus.

Ia menjelaskan saat ini rata-rata kunjungan pengunjung mencapai sekitar 7.000 orang per minggu. Pada hari kerja, angka kunjungan berkisar 2.300 orang. Sementara akhir pekan bisa menembus 12 ribu pengunjung.

“Memang kalau hari biasa itu stabil di kisaran 2.000-an, tapi melonjak saat Sabtu dan Minggu karena ada pedagang musiman juga yang datang dari berbagai daerah,” ungkapnya.

Adapun jumlah pedagang aktif di PASTHY saat ini mencapai 408 pedagang utama di zona satwa dan tanaman hias, serta 17 tenant kuliner. Meski begitu, Agus mengakui sebagian pedagang masih menghadapi tantangan dari sisi penjualan.

“Banyak pengunjung datang tapi hanya melihat-lihat, tidak membeli. Jadi ramai, tapi tidak selalu diikuti transaksi tinggi,” terangnya.

Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, pihaknya mendorong pedagang agar beradaptasi dengan sistem penjualan daring (online). Beberapa pedagang disebut sudah memanfaatkan media digital sebagai sarana promosi dan penjualan.

“Kami dorong teman-teman (pedagang) agar online. Sekarang kan zaman sudah berubah, kalau masih mengandalkan cara lama bisa kalah saing. Sebagian kios bahkan sudah jadi tempat display saja, penjualannya lewat online,” tuturnya.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta, Veronica Ambar Ismuwardani, menyebut kondisi PASTHY masih cukup stabil dengan tingkat keramaian yang tinggi setiap akhir pekan.

“Kalau dibilang sepi, enggak juga. Justru ramainya itu di weekend, hari Sabtu dan Minggu. Kalau turun pun tidak signifikan,” ujarnya.

Ambar menjelaskan bahwa PASTHY memiliki karakteristik berbeda dibanding pasar tradisional lain karena termasuk pasar minat khusus yang menggabungkan unsur hobi dan wisata keluarga.

“Ini bukan pasar kebutuhan pokok, jadi wajar kalau crowd-nya lebih ramai di weekend. Tapi kami tetap berupaya agar kunjungan merata, misalnya lewat kerja sama dengan sekolah,” katanya.

Menurutnya, kerja sama tersebut dilakukan agar pelajar bisa belajar langsung mengenai satwa dan tanaman hias di PASTHY, sekaligus mengenal nilai edukatif lingkungan.

“Kami mendorong agar sekolah-sekolah berkunjung ke sini. Bisa jadi mini zoo gratis dan tempat belajar tanaman hias. Kami juga libatkan paguyuban untuk edukasi menanam di pot-pot kecil,” ucap Ambar.

Tags: agus purnomoekonomikunjunganPasar PASTHYpenurunanYogyakarta

Related Posts

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Yogyakarta, Lana Unwanah memberikan keterangan terkait kasus super flu di Kota Yogyakarta, Jumat (9/1/2026)

Satu Warga Kota Yogyakarta Positif Super Flu Pada September 2025, Dinkes Pastikan Sudah Sembuh

January 9, 2026
Direktur Utama Bank Sleman, Dandung Sriyadi

Aset Bank Sleman Tembus Rp1,06 Triliun Sepanjang 2025

January 7, 2026
Pasar Kranggan. [populi.id/Gregorius Bramantyo]

Pasar Kranggan Mendesak Dilakukan Revitalisasi

January 6, 2026
Ilustrasi sakit super flu

Muncul Satu Kasus Super Flu, Dinkes DIY Minta Warga Tak Panik

January 6, 2026
Ilustrasi keuangan negara

Perputaran Uang Selama Nataru di DIY Turun, BI Ungkap Biangnya

January 6, 2026
kawasan Malioboro dikunjungi 1 juta wisatawan saat libur Nataru 2025

Dikunjungi 1 Juta Wisatawan, Dispar Sebut Pondasi Wisata Yogyakarta Masih Kuat

January 6, 2026
Next Post
Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo

Pemkot Yogyakarta Dukung Proyek PSEL, Pengolahan Sampah Mandiri Tetap Jalan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
Berikut 10 SMP unggulan di Bantul yang bisa dijadikan acuan sebelum mendaftar SPBM 2025.

Inilah 7 SMP Unggulan di Bantul yang Paling Diburu Jelang SPMB 2025

June 9, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo.

Penetapan UMK dan UMP DIY 2026 Berpotensi Mundur, Wali Kota Yogyakarta Berharap Ada Kenaikan

December 12, 2025

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.