• Tentang Kami
Friday, January 9, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home headline

Banyak Jalan Rusak, Komisi C DPRD Sleman Dorong Pemkab Perbarui Aturan Penyelenggaraan Jalan

fungsi DPRD bukan hanya dalam pengawasan proyek pembangunan, tetapi juga memastikan aspirasi masyarakat dari berbagai jalur perencanaan tersalurkan.

Gregorius BramantyobyredaksiandGregorius Bramantyo
November 3, 2025
in headline, Sleman
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Obrolan Wedangan Sembada bertajuk implementasi Perda Penyelenggaraan Jalan di Sleman menghadirkan Komisi C DPRD Sleman dan Bagian Hukum Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman di Omah Kecebong

Obrolan Wedangan Sembada bertajuk implementasi Perda Penyelenggaraan Jalan di Sleman menghadirkan Komisi C DPRD Sleman dan Bagian Hukum Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman di Omah Kecebong. [youtube/Sleman TV]

0
SHARES
41
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

SLEMAN, POPULI.ID – Kondisi infrastruktur jalan di Kabupaten Sleman masih menjadi sorotan. Dari total panjang jalan sekitar 699 kilometer, sekitar 150 kilometer di antaranya tercatat dalam kondisi rusak ringan hingga berat. DPRD Sleman pun mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman segera memperbarui regulasi penyelenggaraan jalan agar lebih relevan dengan kondisi saat ini.

Anggota Komisi C DPRD Sleman, Bondan Triyana, mengungkapkan bahwa sebagian besar jalan di Sleman sebenarnya sudah dalam kondisi mantap. Namun, masih ada sejumlah ruas di wilayah pinggiran yang rusak cukup parah, terutama di kawasan pertambangan.

BERITA MENARIK LAINNYA

Kasus Dana Hibah Pariwisata Sleman Masuk Tipikor atau Sekadar Pelanggaran Pilkada?

Polresta Yogyakarta Bongkar Sindikat Love Scam Internasional di Jalan Gito-Gati, Sebulan Raup Milyaran

“Dari total 699 kilometer jalan, sekitar 500 kilometer kondisinya mantap atau mulus. Sisanya, sekitar 150 kilometer masih rusak, baik ringan maupun berat,” ungkapnya.

Menurut Bondan, kerusakan tersebut kerap diperparah saat musim hujan karena permukaan jalan mudah berlubang. Pemerintah daerah saat ini sedang memprioritaskan perbaikan pada ruas yang mengalami kerusakan berat, sedangkan untuk jalan rusak ringan dilakukan pemeliharaan rutin.

“Sekarang pemerintah sudah fokus menangani jalan-jalan rusak parah, terutama di daerah pinggiran seperti di Gayamharjo dan Wukirharjo. Ini sejalan dengan visi misi Bupati Sleman, ‘dalan padhang lan alus’,” ujarnya.

Ia menambahkan, fungsi DPRD bukan hanya dalam pengawasan proyek pembangunan, tetapi juga memastikan aspirasi masyarakat dari berbagai jalur perencanaan tersalurkan.

“Sumber kegiatan ada tiga, yaitu dari pokir (pokok-pokok pikiran dewan), Musrenbang, dan usulan eksekutif. Semua kami awasi agar pelaksanaannya sesuai kebutuhan riil di lapangan,” katanya.

Sementara itu, anggota Komisi C DPRD Sleman lainnya, Chisya Ayu Puspitaweni, menilai bahwa Peraturan Daerah (Perda) Nomor 13 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Jalan sudah tidak lagi sesuai dengan tantangan saat ini.

“Perdanya sudah berusia cukup lama. Dengan perkembangan tata ruang dan pertumbuhan kawasan seperti tol, rest area, dan destinasi wisata baru, regulasi tersebut perlu diperbarui,” jelas Chisya.

Ia menyebut, pembaruan Perda diperlukan agar pengelolaan jalan di Sleman tidak hanya fokus pada estetika jalan yang mulus, tetapi juga pada aspek pendukung seperti drainase dan daya serap air.

“Jalan halus itu bukan sekadar mulus. Karena yang sering dikeluhkan warga bukan hanya lubangnya, tapi juga air yang menggenang. Jadi drainase dan serapan air harus jadi satu paket perbaikan, bukan Cuma tambal sulam,” tegasnya.

Di samping itu, Chisya juga menyoroti perlunya dasar objektif dalam penentuan prioritas proyek pembangunan.

“Kami melihat kadang ada usulan yang sifatnya subjektif. Padahal, penganggaran harus berdasarkan urgensi dan kondisi nyata di lapangan,” tambahnya.

Dari sisi regulasi, Kepala Bagian Hukum Sekretariat Daerah Sleman, Hendra Adi Riyanto, menjelaskan bahwa Perda No.13/2015 sebenarnya masih bisa diterapkan, tetapi memang perlu penyesuaian dengan Undang-Undang Jalan yang baru.

“Undang-Undang Jalan Tahun 2022 memberikan ruang bagi pemerintah di bawahnya untuk meminta bantuan ke tingkat lebih tinggi jika kemampuan keuangan terbatas. Misalnya, jalan desa bisa minta bantuan ke kabupaten, dan kalau kabupaten tidak mampu, bisa ke provinsi atau pusat,” papar Hendra.

Tahun ini, Pemkab Sleman juga telah menetapkan 51 jalan desa yang statusnya naik menjadi jalan kabupaten. Setiap kalurahan diminta mengajukan tiga poros jalan utama yang rusak untuk mendapat prioritas pemeliharaan.

“Dengan anggaran yang terbatas, sifatnya masih tambal sulam atau pemeliharaan ringan. Tapi itu langkah awal,” kata Hendra.

Ia menambahkan, proses pembentukan perda bisa berasal dari eksekutif maupun legislatif. Jika usulan datang dari eksekutif, pemrakarsanya adalah dinas teknis terkait, seperti Dinas Pekerjaan Umum.

“Nanti akan melalui tahapan perencanaan, penyusunan, hingga pembahasan di pansus DPRD. Masyarakat pun dilibatkan melalui forum seperti FGD untuk memberi masukan,” jelasnya.

Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, DPRD, dan masyarakat dalam menjaga kualitas jalan.

“Pembangunan jalan melibatkan partisipasi publik, mulai dari pengawasan hingga kontribusi lewat pajak dan retribusi,” ujarnya.

 

Tags: Bondan TriyanaChisya Ayu PuspitaweniDPRD SlemanHendra Adi Riyantojalan rusakKomisi CPerdaSleman

Related Posts

Kasus Dana Hibah Pariwisata Sleman Masuk Tipikor atau Sekadar Pelanggaran Pilkada?

Kasus Dana Hibah Pariwisata Sleman Masuk Tipikor atau Sekadar Pelanggaran Pilkada?

January 8, 2026
Jajaran Polresta Yogyakarta menghadirkan tersangka perusahaan love scamming dalam jumpa pers di Mapolresta Yogyakarta, Rabu (7/1/2026).

Polresta Yogyakarta Bongkar Sindikat Love Scam Internasional di Jalan Gito-Gati, Sebulan Raup Milyaran

January 7, 2026
Wahyu Agung, Ketua RW 33 Padukuhan Penen, Sariharjo, Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman, DIY saat dimintai keterangan terkait penggerebekan ruko di Jalan Gito-Gati akibat terlibat Scam Online, Selasa (6/1/2025).

Dinilai Bermasalah, Ruko di Sleman Terindikasi Scam Online Jaringan Internasional Izin Usahanya di Jawa Barat

January 6, 2026
Sebuah ruko di Jalan Gito-Gati, Sariharjo, Ngaglik, Sleman yang diduga menjadi lokasi scam online jaringan internasional yabg sebelumnya digerebek oleh kepolisian, Selasa (6/1/2025).

Ruko di Jalan Gito-Gati Sleman Digerebek Polisi, Diduga Terkait Scam Online Jaringan Internasional

January 6, 2026
Jumpa Pers kasus keracunan mahasiswa Aisyiyah Yogyakarta (Unisa) di RSJ Grhasia Yogyakarta, Senin (5/1/2025).

Keracunan Massal Mahasiswa UNISA Diduga Berasal dari Risol Mayo

January 5, 2026
Direktur RSJ Grhasia, dr Akhmad Akhadi, saat memberikan keterangan kepada awak media, Senin (5/1/2026).

Puluhan Mahasiswa UNISA Keracunan Pangan saat Kegiatan Studi di RSJ Grhasia

January 5, 2026
Next Post
Ilustrasi anak-anak di wilayah Gaza yang membutuhkan banyak bantuan, baik logistik berupa makanan, air, pendidikan hingga layanan kesehatan

Ribuan Anak di Gaza Masih Kelaparan, Jalur Logistik Urung Lancar Pascagencatan Senjata

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
Berikut 10 SMP unggulan di Bantul yang bisa dijadikan acuan sebelum mendaftar SPBM 2025.

Inilah 7 SMP Unggulan di Bantul yang Paling Diburu Jelang SPMB 2025

June 9, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo.

Penetapan UMK dan UMP DIY 2026 Berpotensi Mundur, Wali Kota Yogyakarta Berharap Ada Kenaikan

December 12, 2025

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.