• Tentang Kami
Friday, February 27, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home headline

Waspadai Kandungan Mikroplastik dari Air Hujan, Bisa Picu Risiko Kanker Kulit

Mikroplastik di udara akan mengikuti siklus air, sehingga saat hujan turun, partikel ini bisa mengenai kulit kita. Mikroplastik dapat bersifat sebagai iritan atau alergen

byredaksi
November 8, 2025
in headline, Kesehatan
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Ilustrasi hujan

Ilustrasi hujan. [pexels/Ruyat Supriazi]

0
SHARES
2
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

BANTUL, POPULI.ID – Belakangan ini publik dikejutkan oleh temuan mikroplastik dalam air hujan di berbagai wilayah Indonesia. Dari sudut pandang medis, paparan mikroplastik tidak hanya berisiko bagi organ dalam tubuh, tetapi juga dapat memberikan dampak serius terhadap kesehatan kulit.

Hal tersebut dijelaskan oleh dr. Nafiah Chusniyati, M.Sc., Sp.DVE., FINSDV, FAADV, Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin di RS PKU Muhammadiyah Gamping sekaligus dosen Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), mengutip laman UMY, Sabtu (8/11/2025).

BERITA MENARIK LAINNYA

Akademisi UMY Desak Pemerintah Kaji Ulang Soal Impor Mobil India: Tidak Rasional

Pakar Sebut 3 Hal Penting Kembangkan Pariwisata di Gunungkidul

Menurut dr. Nafiah, mikroplastik merupakan partikel plastik berukuran sangat kecil yang kini telah tersebar di berbagai elemen lingkungan, mulai dari udara, air, hingga tanah. Partikel tersebut dapat ikut dalam siklus air dan menempel pada kulit manusia saat hujan turun.

“Mikroplastik di udara akan mengikuti siklus air, sehingga saat hujan turun, partikel ini bisa mengenai kulit kita. Mikroplastik dapat bersifat sebagai iritan atau alergen, terutama bagi orang yang sensitif atau pernah terpapar sebelumnya,” terang dr. Nafiah.

Paparan tersebut dapat menimbulkan reaksi peradangan pada kulit, seperti gatal, kemerahan, hingga lenting berair yang muncul beberapa hari setelah terpapar.

“Karena mikroplastik bisa bertindak sebagai iritan dan alergen, penyakit yang muncul dapat berupa dermatitis, baik dermatitis atopik maupun numularis. Ketika mantel kulit terganggu, bakteri juga lebih mudah masuk sehingga dapat timbul infeksi seperti impetigo atau folikulitis,” jelasnya.

Selain efek jangka pendek, paparan mikroplastik juga berpotensi menyebabkan kerusakan jangka panjang pada struktur kulit, khususnya pada kolagen, protein penting yang menjaga kekenyalan dan elastisitas kulit.

“Mikroplastik yang menembus ke lapisan dalam kulit dapat mengganggu fungsi kolagen. Akibatnya kulit menjadi kering, elastisitas menurun, dan tanda-tanda penuaan seperti kerutan muncul lebih cepat,” ujarnya.

Lebih lanjut, dr. Nafiah menambahkan bahwa paparan mikroplastik dengan konsentrasi tinggi dan terus-menerus bahkan dapat mencapai DNA sel kulit, sehingga dalam jangka panjang berpotensi memicu perubahan seluler yang dapat menyebabkan kanker kulit, meskipun prosesnya berlangsung sangat lama.

Untuk mencegah dampak buruk tersebut, masyarakat diimbau untuk menjaga kesehatan kulit sekaligus mengurangi sumber mikroplastik di kehidupan sehari-hari.

“Langkah paling dasar adalah memastikan fungsi barier kulit tetap baik dengan menggunakan pembersih yang lembut (gentle cleanser). Hindari sabun dengan kandungan alkohol tinggi atau antiseptik berlebihan karena dapat mengikis lemak pelindung kulit,” sarannya.

Setelah mandi, penggunaan pelembap juga penting agar kulit tetap lembap dan berfungsi optimal sebagai pelindung alami tubuh.

Selain perawatan diri, dr. Nafiah juga mengingatkan pentingnya mengurangi penggunaan plastik sekali pakai serta memilih bahan plastik yang lebih aman seperti PET, HDPE, atau PP.

“Hindari juga produk skincare yang mengandung mikroplastik, seperti scrub dengan partikel sintetis. Gunakan bahan alami sebagai alternatif, misalnya kopi atau garam,” tutupnya.

Tags: hujankesehatanmikroplastikNafiah Chusniyatispesialis kulitUMY

Related Posts

Logo mobil buatan pabrikan India, Mahindra, yang dikabarkan bakal jadi rekanan Indonesia untuk pemenuhan operasional Koperasi Desa Merah Putih

Akademisi UMY Desak Pemerintah Kaji Ulang Soal Impor Mobil India: Tidak Rasional

February 25, 2026
Pemandangan Gunung Api Purba Nglanggeran di Gunungkidul

Pakar Sebut 3 Hal Penting Kembangkan Pariwisata di Gunungkidul

February 24, 2026
Ilustrasi pernikahan

Banyak Kaum Muda Tunda Pernikahan, Guru Besar UMY Beber Faktor Penyebabnya

February 22, 2026
Ilustrasi makanan sehat

Kanker Usus Besar di Kalangan Anak Muda Melonjak, Ini Asupan yang Perlu Diperhatikan

February 22, 2026
Ilustrasi berat badan naik atau gemuk

Tips Cegah Berat Badan Naik Saat Jalani Puasa Ramadan

February 20, 2026
Ilustrasi asam nitrat

Asam Nitrat Bocor di Cilegon, Akademisi UMY: Berpotensi Rusak Tubuh Bila Terhirup

February 11, 2026
Next Post
Ilustrasi gangguan mental

Cap Narsistik Serampangan di Medsos, Akademisi UMY Ingatkan Bisa Timbulkan Gangguan Mental

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
Berikut 10 SMP unggulan di Bantul yang bisa dijadikan acuan sebelum mendaftar SPBM 2025.

Inilah 7 SMP Unggulan di Bantul yang Paling Diburu Jelang SPMB 2025

June 9, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo.

Penetapan UMK dan UMP DIY 2026 Berpotensi Mundur, Wali Kota Yogyakarta Berharap Ada Kenaikan

December 12, 2025

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.